PENGARUH EKSTRAK ETANOL 90% TERHADAP KADAR MDA DAN SOD MENCIT TIKUS YANG DIPAPAR ASAP ROKOK

Sutrisno Adi Prayitno, Joni Kusnadi, Erni Sofia Muritni

Abstract


Cigarette smoke is a source of free radicals which cause human body organs damage when it is exposed. Cigarette smoke as a medium that causes oxidative stress that has the potential to cause oxidative damage. In addition, cigarette smoke also has potency to reduce SOD (Superoxide dismutase) levels and increase MDA (Malondialdehyde) levels especially in lung tissue. To control or prevent the presence of free radicals in the body, antioxidant compounds are needed by the body. The purpose of this research is to know the effect of the extract of red betle on SOD and MDA content of mice exposed to cigarette smoke. Red betle was extracted by maceration using ethanol. The exposed mice were treated with red betle extract for 14 days. Lung tissue of the mice was analyzed SOD and MDA conentrations. The results showed that SOD levels tend to increase and decrease MDA levels in mice test animals exposed to cigarette smoke. The optimal dose to decrease MDA levels and increase SOD is 230.4 mg/g weight/day. Histopatology result showed there is different figure of lung tissue (alveoli) before and after red betle extract treatment.

 

Asap rokok adalah sumber radikal bebas yang dapat mengakibatkan rusaknya organ dalam tubuh manusia apabila terpapar. Asap rokok sebagai media penyebab terjadinya stress oksidatif yang berpotensi menyebabkan kerusakan oksidatif. Selain itu, asap rokok juga berpotensi dalam menurukan kadar SOD  (Superoksida Dismutase) dan meningkatkan kadar MDA (Malondialdehida) terutama pada jaringan paru. Untuk mengendalikan atau mencegah adanya radikal bebas ke dalam tubuh maka senyawa antioksidan dibutuhkan oleh tubuh. Tujuan penelitian adalah adalah mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun sirih merah terhadap kadar SOD dan MDA mencit yang dipapar asap rokok. Daun sirih merah diekstrak menggunakan metode maserasi. Mencit yang telah dipapar asap rokok diberi perlakuan ekstrak selama 14 hari. Jaringan paru-paru dianalisis kadar MDA dan SOD. Hasil penelitian menunjukan kadar SOD cenderung mengalami peningkatan dan kadar MDA mengalami penurunan pada hewan uji mencit yang dipapar asap rokok. Dosis yang paling optimal untuk menurunkan kadar MDA dan menaikan SOD adalah dosis 230,4 mg/g bb/hari. Hasil histopatologi menunjukkan terdapat perbedaan gambaran jaringan paru-paru (alveoli) sebelum dan setelah perlakuan ekstrak.

 


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.18860/al.v6i1.5018

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Kirim NME Creative Commons

This work is licensed under NME Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
ALCHEMY is managed by  http://kimia.uin-malang.ac.id/
© All rights reserved 2016. Alchemy, Journal of Chemistry, eISSN 2460-6871

 

View My Stats