PERSEPSI SUFISTIK LIRIK LAGU ‘SUCI DALAM DEBU’ MELALUI ANALISIS STRATA NORMA

Fauzi Rahman

Abstract


Artikel ini bertujuan untuk memberikan persepsi tentang nilai-nilai sufistik yang terkandung dalam lirik lagu ‘Suci Dalam Debu’ karangan S. Amin Shahab, yang dipopulerkan oleh grup musik Iklim. Penelitian yang dilakukan adalah dengan melakukan kajian strata norma puisi dengan metode analisis isi. Strata norma puisi adalah suatu kajian yang menganalisis isi puisi dengan beberapa lapis norma antara lain lapis bunyi, lapis arti, lapis objek, lapis tokoh, lapis latar, dunia pengarang, lapis dunia, dan lapis metafisis. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa adanya makna lain dari lirik lagu ‘Suci Dalam Debu’, bahwa telah terjadi munajat atau renungan yang dilakukan oleh tokoh Aku Lirik sebagai manusia kepada Allah swt. Pada bagian ini, tokoh Aku menyadari bahwa dirinya hanyalah manusia yang penuh dosa dan membutuhkan pertolongan serta petunjuk dalam menjalani kehidupan di dunia, agar dia bisa selamat di akhirat.

Keywords


Persepsi; Sufi; Suci Dalam Debu; Strata Norma;

Full Text:

Eng PDF

References


Carter, D. (2006). Literary Theory. Pocket Essentials P.O. Box. 349. Harpenden Hearts. AL5 1XJ. Fidiawati, V. (2015). Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Teknik Manaika pada Materi Parafrase Puisi Siswa Kelas 6 B Sdn Semboro 01 Jember. Pancaran Pendidikan, 4(3), 31-40. FKIP Universitas Jember.

Iklim (1991). Suci Dalam Debu. Dikutip dari https://lirik.kapanlagi.com/artis/iklim/suci-dalam- debu/

Itaristanti, I. (2014). Analisis Bunyi, Kata, dan Citraan Dalam Puisi Anak. Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI, 1(1).

Madjid, N. (1989). Sastra Sufistik Sebagai Eskalasi Kesadaran. wawancara dengan M. Nasruddin Anshory Ch., Horison, ed. XXIII.

Pradopo, R. D. (2002). Pengkajian Puisi. Gajah Mada University Press: Yogyakarta.

Rahman, F., & Anto, P. (2015). Analysis of Song Lyric and Its Application in Language Style and Poetry Learning in Primary School. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 1(1), 9-14. http://jipd.uhamka.ac.id/index.php/jipd/article/view/8

Ratna, N. K. (2011). Antropologi Sastra: Peranan Unsur-unsur Kebudayaan dalam Proses Kreatif, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Salam, A. (2004). Oposisi Sastra Sufi. Yogyakarta: LKiS.

Semi, M. Atar. (1993). Anatomi Sastra. Padang: Angkasa Raya.

Slameto (2010) Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Suprapto (1991). Kumpulan Istilah dan Apresiasi Sastra Bahasa Indonesia. Surabaya: Indah.

Wargadinata, W. (2011). Dilema Konsep Sastra. LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 2(1). UIN Malang.




DOI: https://doi.org/10.18860/ling.v13i1.4756



Copyright (c) 2018 LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Member of:

Crossref

Indexed by:

Dimension Google Scolar  Sinta Sinta   Journal TOCS     

Editorial Office:
Laboratory of Information and Publication, Faculty of Humanities
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Jalan Gajayana 50 Malang, Jawa Timur, Indonesia 65144
Email: jurnallingua@gmail.com
Phone: +62 (0)341 570872


Creative Commons License
LiNGUA by Laboratory of Information and Publication, Faculty of Humanities is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/humbud/index.