Masjid: Bentuk Manifestasi Seni dan Kebudayaan

Aulia Fikriarini Muchlis

Abstract


Cultural  value can determine the characteristics of cultural environment in which those values believed. Hence, it is colored by the act of the society and the product of the culture. In this sense, human  beings as the main actor of that existing culture. One of the visible products of the culture is its art (architecture) as the proof that best  describes the situation  of the culture. The architecture also influences the ups and downs of a civilization, and it is more meaningful creating the combination between human culture and the human’s obedience to the God which shows harmonious relationship among human, environment, and the creator. It, then, will emerge as an Islamic new civilization, and will bring the goodness for human  beings. This paper describes a mosque as not only the symbol of syi’ar Islam for praying and i’tikaf,  but something that has wider role. It is the creation of Islamic cultural value.  It means that the mosque was born from the knowledge that is inspired from spiritual values, therefore, it reminds and guides human  to come back to the God.

 

Nilai budaya dapat menentukan karakteristik lingkungan budaya di mana nilai-nilai itu dipercaya. Oleh karena itu, nilai budaya diwarnai oleh tindakan masyarakat dan produk budaya. Dalam pengertian ini, manusia sebagai aktor utama dari budaya yang ada. Salah satu produk budaya adalah seni (arsitektur) sebagai bukti yang paling menggambarkan situasi budaya. Arsitektur juga mempengaruhi naik turunnya peradaban, dan ini lebih berarti menciptakan kombinasi antara budaya manusia dan ketaatan manusia terhadap Tuhan yang menunjukkan hubungan yang harmonis antara manusia, lingkungan, dan sang pencipta. Ini kemudian akan muncul sebagai peradaban baru Islam, dan akan membawa kebaikan bagi manusia. Makalah ini menjelaskan bahwa masjid tidak hanya sebagai simbol syi'ar Islam untuk shalat dan i'tikaf, tapi sesuatu yang memiliki peran lebih luas. Inilah ciptaan budaya Islam nilai. Artinya masjid itu lahir dari pengetahuan yang ada Terinspirasi dari nilai spiritual, oleh karena itu, ini mengingatkan dan membimbing manusia untuk kembali kepada Tuhan


Keywords


architectur; mosque; culture; art

Full Text:

PDF

References


Al Faruqi, Ismail Raji. 1999. Seni Tauhid: Esensi dan Ekspresi Estetika Islam. Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya.

Al Faruqi, Ismail R. dan al Faruqi, Lois Lamya. 2003. Atlas Budaya Islam, Menjelajah Khazanah Peradaban Gemilang. Terj. Ilyas Hasan. Bandung: Mizan.

Gombrich, EH. 1984. The Sense of Order, A Study in the Psychology of Decorative Art. New York: Cornell University Press.

Hillenbrand, Robert. 1994. Islamic Architecture: Form, Function and Meaning. New York: Columbia University Press.

Ikhwanuddin. 2005. Menggali Pemikiran Posmodernisme dalam Arsitektur. Yogyakarta: UGM Press.

Von Meiss, Pierre. 1997. Elements of Architecture, from Form to Place. London: E & FN Spon.

Morgan, Morris Hicky. 1960. Vitruvius the Ten Books on Architecture. New York: Dover Publication.

Unwin, Simon. 1997. Analysing Architecture. New York: Routledge




DOI: https://doi.org/10.18860/el.v1i1.420

Editorial Office:
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Jalan Gajayana No.50, Malang, Indonesia 65144
This work is licensed under a CC-BY-NC-SA.
el Harakah, ISSN : 1858-4357 | e-ISSN : 2356-1734
Phone : +6282333435641
Fax : (0341) 572533
Email : elharakah@uin-malang.ac.id
elharakahjurnal@gmail.com
Website : http://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/infopub
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang