Belajar Memahami Turats
Abstract
Masalah penelusuran keaslian sumber adalah permasalahan pertama yang clipertanyakan seorang manusia yang mencari kebenaran. Tulisan ini menjelaskan fenomena turats dan dinamikanya pada beberapa generasi. Banyak orang yang menolak keras turats tanpa alasan yang jelas, dikarenakan mereka belum memahaminya. Sebaliknya banyak juga yang menerima turats dengan bulat tetapi juga memahaminya. Ketidakpahaman mereka terhadap turats, karena mereka telah kehilangan rumusan yang dimiliki para salaf yang mereka pakai dalam setiap rulisannya. Setiap turats ditulis dengan kode yang merupakan sebuah rumusan tertentu yang dipakai oleh sekelompok manusia untuk mengadakan hubungan rahasia antara mereka. Kode turats disini bukan berarti rahasia yang harus disimpan akan tetapi memang telah dipakai diantara ulama salaf.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
al-Ghazali, M. (1993). Turatsuna al-Fikry (Cet. III). Herndon: The International Institute of Islamic Thought.
al-Jabiri, M. A. (1991). al-Turats wa al-Hadasah (Cet. I). Beirut: al-Markaz al-Tsaqafi al-Araby.
Muhammad, H. S. (1987). al-Turats al-‘Araby al-Islamy (Vol. 2). Kairo: Dar al-Sya'b.
Omalil, A. (1985). al-Khitab al-Tarikhy (Cet. III). al-Dar al-Baidha': al-Markaz al-Tsaqafi al-‘Araby.
Qutub, M. (1992). Kaifa Naktub al-Tarikh al-Islamy (Cet. I). Kairo: Dar al-Syuruq.
DOI: https://doi.org/10.18860/el.v2i2.5185
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |
