Perjuangan Mewujudkan Universitas Islam

Rector - -

Abstract


Kekayaan besar dan tidak terukur nilainya yang dimiliki umat Islam adalah cita-cita luhur, kemauan keras, dan bahkan kesediaan berkorban untuk merintis dan mengembangkan pendidikan. Fenomena seperti itu dapat dijumpai di berbagai penjuru masayarakat Islam, dan tidak saja tumbuh dan berkembang di kalangan masyarakat yang sudah cukup dari sisi ekonomi, melainkan merata hampir di semua kelas dan strata sosial-ekonomi. Atas dasar itu, maka tidak berlebihan jika disimpulkan: "di mana ada umat Islam, di situ pula terselenggara pendidikan." Pendidikan, bagi kaum muslimin, menjadi sebuah tuntutan yang hukumnya wajib dipenuhi. Atas dasar prinsip ini, maka menjadi wajar jika cita-cita luhur, niat yang tulus, dan prakarsa besar untuk merumuskan pengembangan pendidikan Islam selalu terwujud sebagai sebuah awal yang baik bagi sebuah proses perjuangan, sebagaimana yang dilakukan oleh Pondok Modern Gontor saat ini. Oleh karena itu, saya menduga, Departemen Agama—lembaga pemerintahan yang berwenang mengembangkan lembaga pendidikan Islam— mengalami kesulitan, bukannya dalam rangka mendorong dan membangkitkan semangat pengembangan pendidikan Islam; melainkan sebaliknya, Departmen Agama justru mengerem lajunya pertumbuhan dan percepatan aspirasi masyarakat dalam memprakarsai pengembangan pendidikan. Semangat membangun lembaga pendidikan Islam yang sedemikian tinggi, yang tidak ditunjang oleh kemampuan finansial, leadership, dan managerial yang unggul dan tangguh, maka akan melahirkan sekolah Islam dengan label “Bertahan hidup, namun sulit mengalami kemajuan”.

Keywords


Perjuangan; Mewujudkan; Universitas; Islam

Full Text:

PDF PS