Marah, Aniaya, Dan Musibah
Abstract
Beberapa hari terakhir ini, saya mendapatkan pertanyaan dari beberapa teman, di antaranya dari seorang kyai lewat tilpun. Pertanyaan itu semua serupa, yaitu tentang kejadian beberapa tahun terakhir terkait dengan banyaknya musibah yang terjadi. Munculnya tsunami, gunung meletus di mana-mana, banjir, putting beliung, berbagai penyakit seperti flu burung, folio, flu babi, demam berdarah, dan lain-lain yang seolah-olah tidak mau berhenti, menimbulkan banyak pertanyaan, yaitu ada apa sebenarnya dengan musibah itu semua.
Belum lagi akhir-akhir ini, entah sebab apa, banyak orang bertengkar. Konflik itu mulai dari antara KPK dengan kejaksaan dan kepiolisian, eksekutif dengan legislative terkait dengan Bank Century, konflik antara polisi dan mahasiswa di Makassar, perang antar suku di Papua, konflik yang dipicu oleh makam Mbah Priuk, tawuran di mana-mana, konflik dengan Malaysia, dan hampir-hampir salah paham dengan Belanda, dan masih banyak lai. Demikian pula akhir-akhir ini terjadi tsunami di kepulauan Mentawai, gunung merapi meletus, dan masih apa lagi yang akan terjadi.
Belum lagi akhir-akhir ini, entah sebab apa, banyak orang bertengkar. Konflik itu mulai dari antara KPK dengan kejaksaan dan kepiolisian, eksekutif dengan legislative terkait dengan Bank Century, konflik antara polisi dan mahasiswa di Makassar, perang antar suku di Papua, konflik yang dipicu oleh makam Mbah Priuk, tawuran di mana-mana, konflik dengan Malaysia, dan hampir-hampir salah paham dengan Belanda, dan masih banyak lai. Demikian pula akhir-akhir ini terjadi tsunami di kepulauan Mentawai, gunung merapi meletus, dan masih apa lagi yang akan terjadi.
Keywords
Marah; Aniaya; Musibah