Evaluasi Struktur dan Manajemen Konstruksi Bangunan Pondok Pesantren: Studi Kasus Pesantren Skill Pasirian Yayasan Syech Tambuh, Lumajang, Jawa Timur
Abstract
Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan mengevaluasi
kondisi struktur dan memberikan pendampingan teknis manajemen konstruksi
bangunan Pondok Pesantren Skill Pasirian, Yayasan Syech Tambuh, Kabupaten
Lumajang, Jawa Timur. Wilayah tersebut tergolong rawan gempa bumi akibat kedekatan
dengan Gunung Semeru, sehingga kelayakan struktural bangunan pendidikan
keagamaan ini menjadi isu yang mendesak. Metode yang diterapkan mencakup inspeksi
visual lapangan mengacu SNI 7971:2013, pengukuran dimensi elemen struktural, serta
pemodelan struktur eksisting menggunakan perangkat lunak ETABS. Hasil inspeksi
mengidentifikasi permasalahan kritis meliputi: konfigurasi massa bangunan tidak
beraturan akibat penyatuan masjid satu lantai dengan bangunan asrama dua lantai tanpa
separation joint; misalignment balok-kolom; retakan pada pelat lantai; dinding berjamur;
genangan air pada elemen struktur; serta tangga dan railing yang tidak memenuhi
standar. Pemodelan ETABS mengindikasikan potensi tumbukan antar massa bangunan
(pounding) saat gempa. Berdasarkan analisis dan kajian SNI, direkomendasikan
pembuatan separation joint, uji mutu material (hammer test dan rebar scanner),
perbaikan sistem drainase dan waterproofing, penambahan elemen struktural
pendukung, serta renovasi tangga. Program ini berhasil meningkatkan pemahaman
pengelola pesantren terhadap kondisi teknis bangunan dan mendorong rencana tindak
lanjut konkrit, sekaligus menjadi model sinergi perguruan tinggi dan komunitas
pesantren.
kondisi struktur dan memberikan pendampingan teknis manajemen konstruksi
bangunan Pondok Pesantren Skill Pasirian, Yayasan Syech Tambuh, Kabupaten
Lumajang, Jawa Timur. Wilayah tersebut tergolong rawan gempa bumi akibat kedekatan
dengan Gunung Semeru, sehingga kelayakan struktural bangunan pendidikan
keagamaan ini menjadi isu yang mendesak. Metode yang diterapkan mencakup inspeksi
visual lapangan mengacu SNI 7971:2013, pengukuran dimensi elemen struktural, serta
pemodelan struktur eksisting menggunakan perangkat lunak ETABS. Hasil inspeksi
mengidentifikasi permasalahan kritis meliputi: konfigurasi massa bangunan tidak
beraturan akibat penyatuan masjid satu lantai dengan bangunan asrama dua lantai tanpa
separation joint; misalignment balok-kolom; retakan pada pelat lantai; dinding berjamur;
genangan air pada elemen struktur; serta tangga dan railing yang tidak memenuhi
standar. Pemodelan ETABS mengindikasikan potensi tumbukan antar massa bangunan
(pounding) saat gempa. Berdasarkan analisis dan kajian SNI, direkomendasikan
pembuatan separation joint, uji mutu material (hammer test dan rebar scanner),
perbaikan sistem drainase dan waterproofing, penambahan elemen struktural
pendukung, serta renovasi tangga. Program ini berhasil meningkatkan pemahaman
pengelola pesantren terhadap kondisi teknis bangunan dan mendorong rencana tindak
lanjut konkrit, sekaligus menjadi model sinergi perguruan tinggi dan komunitas
pesantren.
DOI: https://doi.org/10.18860/j-ice.v1i1.42253
Refbacks
- There are currently no refbacks.
EDITORIAL OFFICE
Department of Civil Engineering, Faculty of Science and Technology
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Jl. Locari, Tlekung, Kec. Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur 65151.
e-mail: j-ice@uin-malang.ac.id
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Jl. Locari, Tlekung, Kec. Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur 65151.
e-mail: j-ice@uin-malang.ac.id
