UNDERSTANDING REGULATIONS OF ONLINE GAMBLING IN INDONESIA: Is It Forbidden?

Sholahuddin Al Fatih, Asrul Ibrahim Nur, Bagus Hermanto, Haris Haris

Abstract


This article examines the regulation of online gambling in Indonesia through both positive legal frameworks and religious fatwas issued by Islamic organisations such as the Indonesian Ulema Council (MUI), Muhammadiyah, and Nahdlatul Ulama (NU). The study employs a legal research method with statutory, conceptual, case-based, and comparative approaches. The findings suggest that the eradication of online gambling must be carried out comprehensively by strengthening digital content moderation mechanisms, as regulated under various Indonesian laws. Content moderation may include blocking, reducing visibility, delisting, and adjusting content ranking systems. A critical first step is the enactment of a Cybersecurity and Resilience Law that positions content moderation as a primary tool to safeguard Indonesia’s digital sovereignty. In this context, fatwas from Islamic organisations play a strategic role in reinforcing moral and social dimensions in combating online gambling. The elimination of online gambling is an integral part of Indonesia's efforts to realise digital sovereignty, which remains vulnerable to foreign interference. The study recommends further research in the form of comparative studies in Muslim-majority countries, focusing on how religious fatwas contribute to the fight against online gambling and how such approaches can be contextualised across jurisdictions. This article contributes to the development of an integrative framework that combines positive legal approaches with religious values in strengthening online gambling eradication policies in the digital era. Artikel ini mengkaji pengaturan judi online di Indonesia melalui perspektif hukum positif dan fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh organisasi keagamaan Islam, seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama (NU). Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, kasus, dan perbandingan. Temuan studi ini menunjukkan bahwa pemberantasan judi online harus dilakukan secara komprehensif melalui penguatan mekanisme moderasi konten digital yang telah diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan di Indonesia. Moderasi konten dapat meliputi pemblokiran, penurunan visibilitas, delisting, dan sistem pemeringkatan konten. Langkah awal yang krusial adalah pembentukan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber yang menjadikan moderasi konten sebagai instrumen utama untuk menjaga kedaulatan digital Indonesia. Dalam konteks ini, fatwa dari organisasi Islam memiliki peran strategis sebagai penguatan moral dan sosial dalam memerangi perjudian daring. Pemberantasan judi online merupakan bagian integral dari upaya mewujudkan kedaulatan digital Indonesia, yang saat ini masih rentan terhadap infiltrasi pihak asing. Penelitian ini merekomendasikan kajian lebih lanjut dalam bentuk studi perbandingan di negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim mengenai kontribusi fatwa keagamaan dalam memberantas judi online, guna memperoleh pendekatan yang khas dan kontekstual di masing-masing negara. Artikel ini berkontribusi dalam memberikan kerangka pemikiran integratif antara pendekatan hukum positif dan nilai-nilai keagamaan dalam penguatan kebijakan penanggulangan judi daring di era digital.

Keywords


online gambling; regulation; fatwa; content moderation;

Full Text:

PDF

References


Abror, Muhamad. ‘Marak Judi Online, Ini Dalil Keharamannya Dalam Islam’. NU Jatim. Accessed 24 December 2024. https://jatim.nu.or.id/keislaman/marak-judi-online-ini-dalil-keharamannya-dalam-islam-ta85v.

Al-Fatih, Sholahuddin. Perkembangan Metode Penelitian Hukum Di Indonesia. 1st ed. Vol. 1. Malang: UMM Press, 2023.

Al-Fatih, Sholahuddin, and Ahmad Siboy. Menulis Artikel Karya Ilmiah Hukum Di Jurnal Nasional Dan Internasional Bereputasi. Malang: Inteligensia Media, 2021.

Appelman, Naomi, and Paddy Leersen. ‘On “Trusted” Flaggers’. Yale Journal of Law & Technology 24 (2022).

Audrine, Pingkan, and Indra Setiawan. Impact of Indonesia’s Content Moderation Regulation on Freedom of Expression. Jakarta: Center for Indonesian Policy Studies, 2021.

Azmi, Rama Halim Nur. ‘Indonesian Cyber Law Formulation in The Development of National Laws In 4.0 Era’. Lex Scientia Law Review 4, no. 1 (May 2020): 46–58. https://doi.org/10.15294/LESREV.V4I1.38109.

Budiman, Ramdani, Nurul Ayu Romadini, Muhammad Ardhana Herwandi Aziz, and Agasta Gumelar Pratama. ‘The Impact of Online Gambling Among Indonesian Teens and Technology’. IAIC Transactions on Sustainable Digital Innovation (ITSDI) 3, no. 2 (April 2022): 162–67. https://doi.org/10.34306/ITSDI.V3I2.559.

ELSAM. ‘RUU Keamanan Dan Ketahanan Siber: Problem Dalam Pengaturan Dan Ancaman Terhadap Kebebasan Sipil’. Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat, Imparsial, dan Institut Demokrasi dan Keamanan Indonesia, December 2019.

Gillespie, Tarleton, Patricia Aufderheide, Elinor Carmi, Ysabel Gerrard, Robert Gorwa, Ariadna Matamoros-Fernández, Sarah T. Roberts, Aram Sinnreich, and Sarah Myers West. ‘Expanding the Debate about Content Moderation: Scholarly Research Agendas for the Coming Policy Debates’. Internet Policy Review 9, no. 4 (2020): 1–29. https://doi.org/10.14763/2020.4.1512.

Gorwa, Robert, Reuben Binns, and Christian Katzenbach. ‘Algorithmic Content Moderation: Technical and Political Challenges in the Automation of Platform Governance’. Https://Doi.Org/10.1177/2053951719897945 7, no. 1 (February 2020). https://doi.org/10.1177/2053951719897945.

Gunariah, F., Al Hakim, S., Jubaedah, D., Apriani, T., & Hidayatunnisa, N. F. (2024). Perbandingan Fikih Tentang Gharar. Rayah Al-Islam, 8(1), 161-174. https://doi.org/10.37274/rais.v8i1.922

Ilham. ‘Judi Online Hukumnya Haram!’ Muhammadiyah, 2023. https://muhammadiyah.or.id/2023/10/judi-online-hukumnya-haram/.

Indirwan, and Sarah Safira Aulianisa. ‘Critical Review of the Urgency of Strengthening the Implementation of Cyber Security and Resilience in Indonesia’. Lex Scientia Law Review 4, no. 1 (May 2020): 31–45. https://doi.org/10.15294/LESREV.V4I1.38197.

Irwansyah. Penelitian Hukum: Pilihan Metode & Praktik Penulisan Artikel. Edited by Ahsan Yunus. Yogyakarta: Mirra Buana Media, 2020.

Junaidi. ‘Komisi Fatwa MUI Ingatkan Bahaya Konsumsi Haram Hasil Judi Online’. Majelis Ulama Indonesia, 2024. https://mui.or.id/baca/berita/komisi-fatwa-mui-ingatkan-bahaya-konsumsi-haram-hasil-judi-online.

Kustiasih, Rini. ‘Pegawai Kementerian Komdigi Malah Lindungi Bandar Judi, Apa Yang Sebenarnya Terjadi?’ Kompas, November 2024.

Leerssen, Paddy. ‘An End to Shadow Banning? Transparency Rights in the Digital Services Act between Content Moderation and Curation’. Computer Law & Security Review 48 (April 2023): 105790. https://doi.org/10.1016/J.CLSR.2023.105790.

Lewiandy, Lewiandy, Ariawan Gunadi, and Evan Tjoa Putra. ‘The Prohibition of Online Gambling in Indonesia: A Law and Economic Analysis’. Indonesia Law Review 14, no. 2 (2024): 153–74.

Mardianti, Dede Leni. ‘Pemeriksaan Budi Arie Setiadi Berhubungan Dengan Dugaan Empat Perkara Korupsi Kominfo 2022-2024’. Tempo, December 2024.

Novenanty, Wurianalya Maria. ‘Online Gambling from the Perspective of Law of Obligations in Indonesia: Affirmation of Legal Consequences’. Pakistan Journal of Life and Social Sciences (PJLSS) 23, no. 1 (2025). https://doi.org/10.57239/PJLSS-2025-23.1.00510.

Nur, Asrul Ibrahim, et. al., "Eradicating Online Gambling in Indonesia: Reinforcing the Role of Digital Sovereignty and Content Moderation in Cyberspace." Proceeding APHTN-HAN 2.1 (2024): 273-302.

Paterson, Thomas. ‘Indonesian Cyberspace Expansion: A Double-Edged Sword’. Journal of Cyber Policy 4, no. 2 (May 2019): 216–34. https://doi.org/10.1080/23738871.2019.1627476.

Peter Mahmud Marzuki. Penelitian Hukum: Edisi Revisi. Cetakan ke. Jakarta: Kencana, 2022.

Pusat Pelaporan Transaksi Keuangan. ‘Laporan Tahunan 2024 Integritas PPATK Mengawal Asta Cita’. Annual report. Jakarta, Indonesia: Pusat Pelaporan Transaksi Keuangan, 31 December 2024. https://www.ppatk.go.id//backend/assets/images/publikasi/1742962416_.pdf.

Puspadini, Mentari. ‘Judi Online Bikin Warga RI Miskin, Kominfo Blokir 3,3 Juta Situs’. CNBC Indonesia, September 2024.

Sitanggang, Adelina, Bertania Permata Sari, Eirene Dahlia Sidabutar, Mira Cahya, and Ramsul Yandi Nababan. ‘Penegakan Undang-Undang ITE Terhadap Kasus Judi Online’. Mediation: Journal of Law 2, no. 4 (December 2023): 16–22. https://doi.org/10.51178/MJOL.V2I4.1620.

Tempo. “3,2 Juta Pemain Judi Online Di Indonesia, Kenali Modus, Kategori, Dan Sanksi Hukumnya.”

Tempo, 2024. https://www.tempo.co/hukum/3-2-juta-pemain-judi-online-di-indonesia-kenali-modus-kategori-dan-sanksi-hukumnya-65049.

Wismashanti, Rizky Amalia. ‘Social Media Content Moderation Challenges for Vulnerable Groups: A Case Study on Tiktok Indonesia’. Eduvest-Journal of Universal Studies 3 (2023).

Zulkhairi, Teuku, et al., “Baḥtsul Masāil at a Traditional Islamic Educational Institution in Aceh: Teungku Dayah’s Contribution to the Development of Islamic Law,” Samarah 8, no. 1 (2024): 579–601, https://doi.org/10.22373/sjhk.v8i1.17408.




DOI: https://doi.org/10.18860/j.v16i1.31101

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Published by:

Program Studi Hukum Ekonomi Syariah
Fakultas Syariah
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Jl. Gajayana No. 50, 65144 Malang, East Java, Indonesia
Telp./Fax.: (0341) 559399
Email: jurisdictie@uin-malang.ac.id


Abstacting & Indexing :

Creative Commons License
Jurisdictie: Jurnal Hukum dan Syariah is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License