Peran Universitas Islam Negeri Ar raniry dalam membangun Karakter Masyarakat Aceh yang berperadaban

Fauzi Saleh

Abstract


The frequency of conflicts in society today is higher and inevitable. In fact, themultidimensional crisis should no longer occur due to the prolonged constructof the nation experience. The basic problems deal with the identity degradationand character crisis. Thus, the nation and character building should be a coredevelopment in paving the way towards civilized society. As the capital region,Aceh has a rich heritage treasures characters (turats) that become the forgottenwisdom. Axiologically, exploring turats will make a positive contribution toestablish the community character. This agenda must necessarily be carriedout by an institution with sufficient capability and capacity. UIN Ar Raniry,as the heart of Acehnese with its human resources, is supposed to be involvedin the onset process of the wisdom embryos. This engagement would be donegradually and continually from the planning to partaking in the communitythrough appropriate and accurate approaches.Frekuensi konflik dalam masyarakat semakin tinggi dan tak terhindarkan.Padahal, dengan tempaan pengalaman hidup berbangsa yang sangat lamakrisis multidimensi ini seharusnya tidak perlu lagi terjadi. Persoalan mendasaryang melatarbelakanginya adalah degradasi jati diri dan krisis karakter. Makapembangunan karakter diri dan bangsa harus menjadi inti pembangunandalam meretas jalan menuju masyarakat yang berperadaban. Sebagai daerahmodal, Aceh memiliki khazanah yang kaya berupa warisan karakter (turats)yang merupakan kearifan lokal yang terlupakan. Secara aksiologis, penggalianturats ini akan memberikan kontribusi positif dalam rangka membangunkarakter masyarakat. Agenda besar ini tentu harus dijalankan oleh lembagayang memiliki kapabilitas dan kapasitas yang memadai. UIN Ar Raniry sebagaijantung warga Aceh dengan sumber daya manusia yang dimilikinya sudahseharusnya terlibat dalam proses melahirkan embrio kearifan yang dimaksud.Keterlibatan ini tentu dilakukan secara gradual dan berkelanjutan mulai dariperencanaan hingga akhirnya terjun dalam masyarakat melalui pendekatanyang tepat dan akurat.

Keywords


character; civilization

Full Text:

PDF

References


Agustian, Ary Ginanjar. 2004. Rahasia Sukses Membangan Kecerdasan Emosi dan Spritual. Jakarta: Arga.

Al Suhrawardy, Abdullah al Makmun. 2001. The Wisdom of Muhammad. Terjemahan oleh. Ribut Wahyudi. “Muahmmad, Kearifan dan Keutamaan Sang Nabi”. Jakarta: Pustaka Sufi.

Bastaman, HD. 2007. Hijrah: Tinjauan Psikologi Islami. Sawangan: Baitul Amin.

Bowo. 2009. Peran Sekolah Kejuruan Membangun Peradaban. Makalah tidak diterbitkan.

Budiman, M. Nasir, dkk. 2007. Pengembangan Ilmu-ilmu Keislaman di UIN Ar Raniry; Tradisi Pengembangan Keilmuan di PTAIN. Banda Aceh: Ar Raniry Press.

Hasil Wawancara penulis dengan Sanusi Djuned dalam Studi Banding yang difasilitasi IDB di Kuala Lumpur, Juli 2009.

Hatta, Meutia. 2008. Peran Ibu Sangat Besar Bangun Karakter Bangsa. Gemari, Edisi 95, Desember. Tanpa Penerbit.

Hornby, AS. 1990. Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English. London: Oxford University Press.

Kartadinata, Sunaryo. Tt. Mencari Bentuk Pendidikan Karakter Bangsa. Makalah tidak diterbitkan.

Khadiq. 2003. Beberapa Teori dalam Studi Budaya dan Masyarakat Pandangan Positivis. Populis, Edisi III. Yogyakarta: Elsaq Press.

Kurdi, Muliadi. 2009. Aceh di Mata Sejarawan. Banda Aceh: LKAS.

Lombard, Denys. 1986. Kerajaan Aceh: Jama Sultan Iskandar Muda (1607-1636). Jakarta: Balai Pustaka.

Makhya, Syarief. Tt. Perspektif Politik Membangun Karakter Bangsa. Makalah tidak diterbitkan.

Muzairi. 2001. Pokok-pokok Pikiran Manifesto Humanisme” dalam Refleksi, Vol. 1. No. 1. Yogyakarta: Jurusan Aqidah dan Filsafat Fakultas Ushuluddin Sunan Kalijaga.

Saleh, Fauzi. 2007. Konsep Sulh dan Kontruksi Pendidikan Damai Aceh” dalam M. Nasir Budiman (ed.), Pergulatan Panjang Budaya Damai dalam Masyarakat Multikultural: Kajian Edukasi, Syari’I, Historis, Filosofis dan Media Massa. Banda Aceh: Ar Raniry Press.

Sanny, Teuku Abdullah (Ed.). Tsunami Aceh. Banda Aceh: Pemerintah Nanggroe Aceh Darussalam.

Sholeh, Munawar. 2007. Cita-cita Realita Pendidikan: Pemikiran dan Aksi Pendidikan di Indonesia. Jakarta: Institute for Public Education.

Sulistyo, Hilda Sabri. 2010. Membangun karakter dan budaya di sekolah, Edisi Jum’at, 15 Januari. Tanpa Penerbit.

Suriasumantri, Jujun S. 2005. Filsafat Ilmu. Jakarta: Sinar Harapan.

Sutadi, Aryanto. 2009. Policing dan Kamtibmas dalam Rangka Pemeliharaan Kedamaian Pasca Konflik di Indonesia. Makalah. Disampaikan dalam FGD ProPatria Institute. Jakarta: 11 Maret 2009 Hotel Ambhara.

Syamsuddin, M. Din. 2012. Etika Agama dalam Membangun Masyarakat Madani. Ciputat: Logos.

Tontowi, Jawahir. 2003. Membangun Kembali Perdamaian dan Keselarasan Sosial melalui Pemahaman Nilai dan Rekonsiliasi” dalam Muhammad Iqbal (ed.), Islam dan Perdamaian. Jakarta: Progres.

Zainuddin. 1960. Tarich Atjeh dan Nusantara. Medan: Pustaka Iskandar Muda.

Zentgraff , H.C. 1983. Aceh. Jakarta: Beuna.

Zulkiefli. 2005. Agama Islam dan Teori Komunikasi Massa Kontemporer. Diterjemahkan oleh Amir Mahmud. Islam dan Realitas Sosial di Mata Intelektual Muslim Indonesia. Jakarta: Edu Sinergi Indonesia.




DOI: https://doi.org/10.18860/ua.v14i3.2660

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Tools:
 
 
 
 

All publication by Ulul Albab: Jurnal Studi Islam are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA)

Ulul Albab: Jurnal Studi Islam, P-ISSN : 1858-4349, E-ISSN : 2442-5249