Islam Jawa dan Akulturasi Budaya: Karakteristik, Variasi dan Ketaatan Ekspresif
Abstract
Agama Islam di Jawa memiliki karakter dan ekspresi keberagamaan yang unik. Hal ini karena penyebaran Islam di Jawa, lebih dominan mengambil bentuk akultrasi, baik yang bersifat menyerap maupun dialogis. Pola akulturasi Islam dan budaya Jawa, di samping bisa dilihat pada ekspresi masyarakat Jawa, juga didukung dengan kekuasaan politik kerajaan Islam Jawa, terutama Mataram yang berhasil mempertemukan Islam Jawa dengan kosmologi Hinduisme dan Budhisme. Kendati ada fluktuasi relasi Islam dengan budaya Jawa terutama era abad ke 19-an, namun wajah Islam Jawa yang akulturatif terlihat dominan dalam hampir setiap ekspresi keberagamaan masyarakat muslim di wilayah ini, sehingga ”sinkretisme” dan toleransi agama-agama menjadi satu watak budaya yang khas bagi Islam Jawa.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abdullah, T. (1989). Islam dan pembentukan tradisi di Asia Tenggara. In T. Abdullah & S. Siddique (Eds.), Tradisi dan kebangkitan Islam di Asia Tenggara. Jakarta: LP3ES.
AG, M. (2001). Islam dalam bingkai budaya lokal: Potret dari Cirebon. Jakarta: Logos.
Anderson, B. C. (2000). Mitologi dan toleransi orang Jawa. Yogyakarta: Qalam.
Beatty, A. (2001). Variasi agama di Jawa: Sebuah pendekatan antropologi. Jakarta: Murai Kencana.
Bellah, R. N. (2001). Beyond belief: Esai-esai tentang agama di dunia modern. Jakarta: Paramadina.
Berger, P. L. (1994). Langit suci: Agama sebagai realitas sosial. Jakarta: LP3ES.
Budiwanti, E. (2000). Islam Sasak: Islam Wetu Lima versus Wetu Telu. Yogyakarta: LKiS.
Cannon, D. (2002). Six ways of being religious (Jam’annuri & Sahiron, Trans.). Jakarta: Diperta Depag RI–CIDA McGill-Project.
Esposito, J. L. (Ed.). (2001). Ensiklopedi Oxford dunia Islam modern (Vol. I). Bandung: Mizan.
Geertz, C. (1981). Abangan, santri, priyayi dalam masyarakat Jawa. Jakarta: Pustaka Jaya.
Hefner, R. W. (1985). Hindu Javanese: Tengger tradition and Islam. Princeton: Princeton University Press.
Hefner, R. W. (1989). Islam in Java: Normative piety and mysticism in the Sultanate of Yogyakarta [Doctoral dissertation]. University Microfilms International, Ann Arbor.
Hefner, R. W. (2000). Islam pasar keadilan: Artikulasi lokal, kapitalisme dan demokrasi. Yogyakarta: LKiS.
Maliki, Z. (2003). Narasi agung tiga teori sosial hegemonik. Surabaya: LPAM.
Morris, B. (2003). Antropologi agama: Kritik teori-teori agama kontemporer. Yogyakarta: AK Group.
Mulder, N. (1999). Agama, hidup sehari-hari dan perubahan budaya. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Mulkhan, A. M. (2000). Islam murni pada masyarakat petani. Yogyakarta: Bentang Budaya.
Nursyam. (2004). Islam pesisir. Yogyakarta: LKiS.
O’dea, T. F. (1996). Sosiologi agama: Suatu pengenalan awal. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Scharf, B. (1995). Kajian sosiologi agama. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya.
Siswomiharjo, K. W. (2003). Diktat kuliah filsafat ilmu. Surabaya: Pascasarjana IAIN Surabaya.
Weber, M. (2002). Sosiologi agama. Yogyakarta: IRCiSoD.
Woodward, M. R. (1998). The slametan: Textual knowledge and ritual performance in Central Javanese Islam. Journal of the History of Religion, 28, 55–89.
DOI: https://doi.org/10.18860/el.v0i0.2191
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |

