Pandangan Islam tentang Kedudukan HAM bagi Non-Muslim: Pendekatan Fiqh Politik

Akhmad Muzakki

Abstract


The concept of human rights is the result of cultural ingredients that are not based on the principle of religion, so it is anthropocentric, that is focused only on the human itself. Even in the secular West's view, human rights are the expression of human freedom irrespective of God's provisions, religion, morals or metaphysical obligations. In contrast to the Islamic view, that human rights and even human beings are God's grace and will come back later. Based on this, human rights in Islam are theocentric, that is aimed at and sourced from God. Islam places human rights as a consequence of the obligation to God. Externally, the Islamic state is totally separate from other non-Islamic communities. Internally, the Islamic state is an ummah and a group of people united with one another by the ties of Islamic (Islamic) equality. States can not impose restrictive measures and diminish their rights altogether.

 

Konsep HAM adalah hasil ramuan budaya yang tidak berpijak pada prinsip agama, maka ia bersifat antroposentris, yakni terfokus hanya pada manusia itu sendiri. Bahkan dalam pandangan Barat sekuler, HAM adalah ekspresi kebebasan manusia yang terlepas dari ketentuan Tuhan, agama, moral atau kewajiban metafisika. Berbeda dengan pandangan Islam, bahwa HAM bahkan wujud manusia sekalipun adalah anugerah Tuhan dan kepada-Nya kelak akan kembali. Berdasarkan ini, HAM dalam Islam bersifat teosentris, yakni bertujuan untuk dan bersumber dari Tuhan. Islam menempatkan HAM sebagai kosekuensi dari pelaksanaan kewajiban terhadap Allah. Secara eksternal, negara Islam sama sekali terpisah dari komunitas lain bukan Islam. Secara internal, negara Islam adalah suatu ummah dan sekumpulan orang-orang yang dipersatukan antara satu dengan yang lain oleh ikatan persamaan agama { Islam ). Negara tidak dapat mengadakan tindakan pembatasan dan pengurangan hak-hak mereka walau sedikitpun.

 

 


Keywords


Equality; human rights; political fiqh

Full Text:

PDF

References


Alwi Shihab, 1997. Islam Inklusif, Mizan, Bandung

Khalid Ibrahim Jundan, 1994. Teori Pemerintah Islam Menurut Ibnu Taimiyah, Rineka Cipta, Jakarta

M. Tahir Azhariy, 1996. Negara Hukum Studi Tentang Prinsip-Prinsipnya Dilihat Dari Segi Hukum Islam, Implementasinya pada Periode Negara Madinah dan Masa Kini, Bulan Bintang, Jakarta

M.Rusli Karim, 1993.. Konvergensi Kepentingan Agama dan Negara, dalam Politik Demi Tuhan, Edit. Abu Zahra, Hakim. Risalah Gusti Surabaya

Muhammad Ali al-Shobuniy. tt, Rowai al-Bayan Ayat alAhkam Min al-Qur'an, Dar al-Fikr,Jilid I

Munawir Syadzali.Ijtihad Kemanusiaan, Paramadina, Jak.1997

Nourouzzaman Shiddiqi, 1999. Piagam Madinah. Dalam Deklarasi Islam Tentang HAM, M. Lukman (ed) Pustaka Hidayah, Bandung

Syekh Syaukat Hussain, 1996. Hak-hak Asasi Manusia dalam Islam, pen.Abdu Rochim, Gema Insani Press, Jakarta




DOI: https://doi.org/10.18860/el.v2i1.4727

Editorial Office:
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Jalan Gajayana No.50, Malang, Indonesia 65144
This work is licensed under a CC-BY-NC-SA.
el-Harakah, ISSN : 1858-4357 | e-ISSN : 2356-1734
Phone : +6282333435641
Fax : (0341) 572533
Email : elharakah@uin-malang.ac.id
elharakahjurnal@gmail.com
Website : http://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/infopub
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang