Mencari Tahu Cara Bertaubat
Abstract
Beberapa hari yang lalu, saya kedatangan tamu yang belum pernah saya kenal. Ia mengaku, rumahnya cukup jauh dari rumah saya, tinggal di desa. Pekerjaannya sehari-hari bertani, menanam sayur dan juga tebu. Sesekali ia ke kota untuk berjualan hasil pertaniannya.
Penampilan orang tersebut masih kuat, tetapi mengaku umurnya sudah genap 82 tahun. Anaknya enam dan sudah berumah tangga semuanya, sedangkan cucunya 16 orang. Ia juga sudah memiliki beberapa cicit dan juga sudah besar-besar. Selama ini, ia bertempat tinggal dengan isteri dan beberapa cucunya untuk menemani sehari-hari.
Kemana-mana, termasuk ke rumah saya, ia diantarkan oleh seorang cucunya dibonceng dengan sepeda motor. Ia mengaku sudah lama mengenal nama saya, tetapi belum berani datang. Pada kali ini, ia memberanikan diri sekedar untuk bersilaturrahmi dan menanyakan sesuatu yang dianggapnya sangat penting.
Penampilan orang tersebut masih kuat, tetapi mengaku umurnya sudah genap 82 tahun. Anaknya enam dan sudah berumah tangga semuanya, sedangkan cucunya 16 orang. Ia juga sudah memiliki beberapa cicit dan juga sudah besar-besar. Selama ini, ia bertempat tinggal dengan isteri dan beberapa cucunya untuk menemani sehari-hari.
Kemana-mana, termasuk ke rumah saya, ia diantarkan oleh seorang cucunya dibonceng dengan sepeda motor. Ia mengaku sudah lama mengenal nama saya, tetapi belum berani datang. Pada kali ini, ia memberanikan diri sekedar untuk bersilaturrahmi dan menanyakan sesuatu yang dianggapnya sangat penting.
Keywords
Cara; Bertaubat