Semangat Mengubah STAIN Menjadi IAIN
Abstract
Ketika bertemu dengan pimpinan STAIN, saya selalu diajak berbicara tentang kemungkinan perubahan kelembagaan, yaitu dari STAIN menjadi IAIN. Rupanya perubahan itu dianggap keharusan. IAIN dianggap lebih besar dan bergensi daripada STAIN. Oleh karena itu perubahan itu harus diperjuangkan hingga berhasil.
Sekalipun mereka sangat bersemangat membicarakan hal itu, maka saya justru sebaliknya. Saya sangat tidak tertarik. Tetapi tidak berati bahwa saya tidak tertarik perubahan. Saya sangat menyukai perubahan. Akan tetapi perubahan yang saya sukai adalah perubahan yang membawa arti dan mendasar. Yaitu perubahan yang memang benar-benar dibutuhkan dan menjadi lebih besar, luas, hingga menguntungkan dari berbagai aspeknya.
Menurut hemat saya perubahan STAIN menjadi IAIN adalah perubahan yang tidak memiliki keuntungan apa-apa. Memang perubahan itu akan terasa, bahwa lembaganya bertambah lebih besar, tetapi dari aspek isinya tidak ada makna apa-apa. Dilihat dari isi antara STAIN dan IAIN adalah sama. Bidang ilmu yang dikembangkan juga sama. Di STAIN boleh membuka ilmu syari’ah, Ushuluddin, Dakwah, Adab, Tarbiyah, dan demikian pula di IAIN. Kalau dicari perbedaannya, pimpinan STAIN disebut ketua, sedangkan pimpinan IAIN disebut rektor.
Sekalipun mereka sangat bersemangat membicarakan hal itu, maka saya justru sebaliknya. Saya sangat tidak tertarik. Tetapi tidak berati bahwa saya tidak tertarik perubahan. Saya sangat menyukai perubahan. Akan tetapi perubahan yang saya sukai adalah perubahan yang membawa arti dan mendasar. Yaitu perubahan yang memang benar-benar dibutuhkan dan menjadi lebih besar, luas, hingga menguntungkan dari berbagai aspeknya.
Menurut hemat saya perubahan STAIN menjadi IAIN adalah perubahan yang tidak memiliki keuntungan apa-apa. Memang perubahan itu akan terasa, bahwa lembaganya bertambah lebih besar, tetapi dari aspek isinya tidak ada makna apa-apa. Dilihat dari isi antara STAIN dan IAIN adalah sama. Bidang ilmu yang dikembangkan juga sama. Di STAIN boleh membuka ilmu syari’ah, Ushuluddin, Dakwah, Adab, Tarbiyah, dan demikian pula di IAIN. Kalau dicari perbedaannya, pimpinan STAIN disebut ketua, sedangkan pimpinan IAIN disebut rektor.
Keywords
Semangat; Mengubah; STAIN; IAIN