Manajemen Tukang Potong Rambut
Abstract
Untuk urusan potong rambut, saya tidak mau berganti-ganti. Sejak lama berlangganan pada tukang potong rambut yang buka usahanya di tempat tidak jauh dari rumah saya. Bertahun-tahun saya menggunakan jasa orang tersebut, merapikan rambut saya. Sehingga, saya kenal betul tukang potong rambut ini, dan juga kiranya sama, dia sangat paham betul tentang jenis rambut dan juga model potongan rambut yang saya kehendaki.
Jika rambut saya sudah terasa memanjang, dia saya tilpun dulu, apakah lagi sepi. Saya tidak mau antri lama-lama di tempat itu. Ada beberapa tukang potong rambut di sepanjang jalan yang melewati rumah saya, tetapi saya menyukai yang satu itu. Saya lebih menyukai dia, karena kualitas layanannya, sentuhan-sentuhan kesabarannya sangat terasa. Selain itu, semangat memuaskan pelanggan dari tukang potong rambut ini, sangat terasakan. Sekalipun banyak orang yang antri, dia tidak menunjukkan ketergesa-gesaannya. Sabar satu-demi satu dilayani dengan baik.
Jika rambut saya sudah terasa memanjang, dia saya tilpun dulu, apakah lagi sepi. Saya tidak mau antri lama-lama di tempat itu. Ada beberapa tukang potong rambut di sepanjang jalan yang melewati rumah saya, tetapi saya menyukai yang satu itu. Saya lebih menyukai dia, karena kualitas layanannya, sentuhan-sentuhan kesabarannya sangat terasa. Selain itu, semangat memuaskan pelanggan dari tukang potong rambut ini, sangat terasakan. Sekalipun banyak orang yang antri, dia tidak menunjukkan ketergesa-gesaannya. Sabar satu-demi satu dilayani dengan baik.
Keywords
Manajemen; Tukang; Potong; Rambut