PEACE VILLAGE IN CANDIRENGGO: WOMEN’S ROLE IN BUILDING RELIGIOUS MODERATION
Abstract
Abstract
Previous studies on religious moderation and peacebuilding in Indonesia have primarily focused on social resilience, community harmony, and conflict prevention, while limited attention has been given to women’s agency as grassroots actors in constructing religious moderation within multicultural communities. This study aims to analyze the role of women in the Wahid Foundation’s Peace Village program and examine how the program empowers women as agents of peace and religious moderation. Employing a qualitative field research approach, the study was conducted in Candirenggo Village, Malang Regency, one of the Peace Village sites. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that women play strategic roles in strengthening religious moderation through three interconnected dimensions: enhancing social inclusion through economic empowerment, participating in early detection and response mechanisms for potential social conflicts, and contributing to conflict resolution and community peacebuilding. Through training, intergroup dialogue, and participation in local decision-making processes, women actively promote tolerance, social cohesion, and inclusive community relations. The findings also demonstrate that women’s roles extend beyond traditional domestic responsibilities toward broader participation in social advocacy and local governance. The study supports the applicability of Role Theory in explaining how women negotiate social expectations and assume strategic roles as grassroots peace actors in multicultural settings. Practically, the findings highlight the importance of gender-inclusive community-based initiatives in strengthening social cohesion and preventing intolerance and violent extremism.
Keywords: Women; Religious Moderation; Peace Village; Peacebuilding; Grassroots Agencyem>
Abstrak
Penelitian tentang moderasi beragama dan pembangunan perdamaian di Indonesia selama ini lebih banyak berfokus pada ketahanan sosial, harmoni masyarakat, dan pencegahan konflik, sementara kajian mengenai agensi perempuan sebagai aktor akar rumput dalam membangun moderasi beragama di masyarakat multikultural masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran perempuan dalam Program Desa Damai Wahid Foundation serta mengkaji bagaimana program tersebut memberdayakan perempuan sebagai agen perdamaian dan moderasi beragama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan yang dilakukan di Desa Candirenggo, Kabupaten Malang, sebagai salah satu lokasi Program Desa Damai. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam memperkuat moderasi beragama melalui tiga dimensi yang saling berkaitan, yaitu penguatan inklusi sosial melalui pemberdayaan ekonomi, keterlibatan dalam mekanisme deteksi dini dan respons terhadap potensi konflik sosial, serta partisipasi dalam resolusi konflik dan pembangunan perdamaian di tingkat komunitas. Melalui pelatihan, dialog antarkelompok, dan keterlibatan dalam proses pengambilan keputusan lokal, perempuan secara aktif mendorong tumbuhnya toleransi, kohesi sosial, dan relasi sosial yang inklusif. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa peran perempuan tidak lagi terbatas pada ranah domestik, tetapi meluas ke bidang advokasi sosial dan tata kelola masyarakat. Penelitian ini memperkuat relevansi Teori Peran dalam menjelaskan bagaimana perempuan menegosiasikan ekspektasi sosial dan mengambil peran strategis sebagai agen perdamaian di masyarakat multikultural. Secara praktis, temuan ini menegaskan pentingnya inisiatif perdamaian berbasis komunitas yang inklusif gender dalam memperkuat kohesi sosial serta mencegah intoleransi dan ekstremisme berbasis kekerasan.
Kata Kunci: perempuan; moderasi beragama; Desa Damai; pembangunan perdamaian; agensi akar rumput.
Keywords
DOI: https://doi.org/10.18860/egalita.v21i1.36818
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 EGALITA
Editorial Office:
Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA)
Gedung Perpustakaan (Library Building), Lantai 1
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Jl. Gajayana No. 50, Malang, East Java, Indonesia 65144
Phone: (+62) 341 551354 | Fax: 0341 572533
Email: egalita@uin-malang.ac.id
P-ISSN: 1907-3461
E-ISSN: 2686-066X
Egalita is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Member of:
Indexed By:
View My Stats








