GENDER EQUALITY DYNAMICS: FACTORS DRIVING MOMPRENEUR PARTICIPATION IN MSMEs IN EAST BANGGAE DISTRICT MAJENE REGENCY
Nur Astaman Putra
Abstract
Abstract
This study aims to qualitatively examine the factors driving mompreneur participation in MSMEs in East Banggae District, Majene Regency, within the context of gender equality dynamics. The method used was qualitative with a descriptive approach. Primary data were obtained through in-depth interviews with five informants who own various types of businesses, supported by field observations and documentation. The results indicate that mompreneur participation in the workforce is driven by the demands of meeting family economic needs and the attractiveness of the time flexibility offered by the MSME sector. Based on an analysis of six indicators of gender equality, the main challenges faced by entrepreneurs are heavy domestic workloads and limited access to formal entrepreneurship education or training. Nevertheless, mompreneurs are able to maintain a balance between work and personal life through establishing firm personal boundaries and time management strategies. The sustainability of their businesses has so far relied heavily on informal social support, particularly the division of roles from their husbands and solidarity among fellow traders in the market. Formal policy support and mentoring from the local government are still perceived as very limited.
Keywords: Gender Equality, Mompreneur, MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises).
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara kualitatif faktor-faktor yang mendorong partisipasi mompreneur pada UMKM di Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, dalam konteks dinamika kesetaraan gender. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan lima informan yang memiliki beragam jenis usaha, didukung oleh observasi lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi mompreneur dalam angkatan kerja didorong oleh tuntutan pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga serta daya tarik fleksibilitas waktu yang ditawarkan oleh sektor UMKM. Berdasarkan analisis terhadap enam indikator kesetaraan gender, tantangan utama yang dihadapi pelaku usaha adalah beratnya beban kerja domestik dan minimnya akses terhadap pendidikan atau pelatihan kewirausahaan formal. Meskipun demikian, para mompreneur mampu menjaga keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi melalui pengelolaan batasan personal yang tegas serta strategi manajemen waktu. Keberlangsungan usaha mereka sejauh ini sangat bergantung pada dukungan sosial informal, terutama pembagian peran dari suami serta solidaritas sesama pedagang di pasar. Dukungan kebijakan dan pendampingan formal dari pemerintah setempat masih dirasakan sangat terbatas.
Kata Kunci: Kesetaraan Gender, Mompreneur, UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah)
Keywords
Gender Equality; Mompreneur; MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises)
Editorial Office: Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Gedung Perpustakaan (Library Building), Lantai 1 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Jl. Gajayana No. 50, Malang, East Java, Indonesia 65144 Phone: (+62) 341 551354 | Fax: 0341 572533 Email: egalita@uin-malang.ac.id