Menata Rumah yang Islami
Abstract
Nabi Muhammad dalam sebuah hadits mengungkapkan bahwa ada empat hal yang membuat orang bahagia: memiliki istri yang shalihah, rumah yang luas, kendaraan yang nyaman, dan tetangga yang baik. Rumah sebagai bangunan tempat tinggal yang berfungsi sebagai basis aktivitas merupakan salah satu cara untuk membentuk masyarakat dan peradaban Islam. Sebuah rumah islami harus mampu memiliki dua fungsi dalam kehidupan. Pertama, kesejahteraan dunia meliputi: rasa kasih sayang (mawadah warahmah), menjamin pendidikan anak, menciptakan keramahan (ukhuwah Islamiyah), membentuk individu muslim, mendukung karir yang sukses, dan memiliki kondisi kesehatan. Kedua, kesejahteraan akhirat yang meliputi: kemudahan dalam melaksanakan ibadah mahdah, proses muamalah dan mampu menjaga penghuninya dari hal-hal yang dilarang dan makruh. Sebuah rumah islami tidak selalu didesain seperti masjid atau rumah yang penuh dengan ornamen islami, seperti kaligrafi, dan lainnya. Rumah islami adalah rumah yang efisien yang dapat digunakan untuk berdzikir kepada Allah, dan untuk mengingat kematian. Rumah tidak selalu menghadap kiblat atau kamar mandi tidak menghadap Mekah. Rumah islami adalah rumah yang memungkinkan penghuninya untuk tinggal dan berinteraksi dengan orang lain. Selain itu, privasi setiap orang juga dapat terjaga di dalamnya. Hal inilah yang kemudian menjadi tugas para arsitek untuk membuat rumah-rumah islami. Namun, hal terpenting dari sebuah rumah islami adalah tidak mengisolasi penghuninya dari dunia luar. Selanjutnya dapat menciptakan interaksi dan hubungan sosial yang lebih baik dengan lingkungan dan tetangganya.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Campo, J. E. (1991). The other side of paradise. South Carolina: University of South Carolina Press.
Faroqhi, S. (2002). Men of modest substance. New York: Cambridge University Press.
Haider, S. G. (2002a). On what makes architecture Islamic: Some reflections and a proposal. London: RoutledgeCurzon.
Haider, S. G. (2002b). Understanding Islamic architecture. Jakarta.
Kusmayana, A. (2009). Merencanakan, merancang dan membangun rumah tinggal Islami. http://mejagambar.wordpress.com/
Junara, N., & Putrie, Y. E. (2009). Rumah ramah lingkungan. Malang: UIN Press.
Omer, S. (2004). Islamic built environment. Malaysia
Rehman, A. (2002). The grand tradition of Islamic architecture. London: RoutledgeCurzon.
Sa’id, S. (2002). Tatanan rumah Islami. Bandung: Robbani Press.
DOI: https://doi.org/10.18860/el.v0i0.2015
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |
