Islam dan Budaya Masyarakat Yogyakarta Ditinjau dari Perspektif Sejarah
Abstract
Yogyakarta merupakan salah satu daerah Istimewa di Indonesia yang mempunyai budaya bernafaskan Islam. Sejarah Kerajaan Mataram sebagai Kerajaan Islam, melalui pejanjian Giyanti (1755) telah melahirkan Keraton Yogyakarta sebagai bagian sejarah Islam di Mataram. Pengaruh Islam dalam masyarakat Yogyakarta dapat dijelaskan melalui teori budaya. Budaya jika ditinjau dari struktur dan tingkatannya dapat dijelaskan bahwa Islam sebagai subculture yang tidak bertentangan dengan culture Jawa sebagai kebudayaan induk, menjadikan Islam dapat diterima masyarakat Jogyakarta sebagai agama yang benar. Nilai-nilai Islam telah menyatu dengan nilai-nilai kehidupan masyarakat Yogyakarta, sehingga banyak cara berpikir dan tindakan yang dilakukan cenderung bernafaskan Islam. Hal ini dapat ditunjukkan melalui seni, sastra, kegiatan sosial dan prinsip hidup yang diyakini masyarakat Jogyakarta.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Barker, C. (2005). Cultural studies: Teori dan praktik (Tim KUNCI Cultural Studies Centre, Trans.). Yogyakarta: Bentang.
Edgar, A., & Sedgwick, P. (Eds.). (1999). Cultural theory: The key concepts. London: Routledge.
Hariwijaya, M. (2007). Kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani.
Koentjaraningrat. (1990). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Nana Sudiana. (2011, April 4). Sisi Islami Keraton Yogyakarta. http://sejarah.kompasiana.com
Soekanto, S. (2002). Sosiologi: Suatu pengantar. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Soemardjan, S., et al. (1964). Setangkai bunga sosiologi. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit Fakultas Ekonomi UI.
DOI: https://doi.org/10.18860/el.v0i0.2019
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |
