Seting Perilaku dan Teritorialitas Ruang sebagai Perwujudan Adab di Masjid Gading Pesantren Kota Malang
Abstract
Penelitian ini mengenai seting perilaku dan teritorialitas ruang di Masjid Gading Pesantren yang merupakan bagian dari penelitian mengenai masjid berbasis masyarakat dan interaksi sosial yang terjadi di dalamnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kekhasan pola perilaku keruangan santri dan jamaah di Masjid Gading Pesantren dari sudut pandang keilmuan arsitektur perilaku. Penelitian ini menggunakan metode place centered mapping, dokumentasi, dan wawancara informal. Temuan menunjukkan kekhasan pola perilaku keruangan yang disebabkan adanya adab terhadap masjid dan adab terhadap kyai sebagai pemimpin masjid dan pesantren. Perilaku-perilaku ini membentuk pola karena telah menjadi tradisi atau kebiasaan setempat yang menjadi perwujudan yang khas terhadap adab. Lebih jauh, pola perilaku ini juga membentuk teritori-teritori yang khas di masjid tersebut, yaitu area mihrab yang menjadi teritori primer yang ‘dimiliki’ oleh kyai dan dilegitimasi oleh para santri. Kekhasan perilaku ini dapat dianggap sebagai kearifan lokal yang diterima secara luas keberadaannya di dalam Islam selama tidak bertentangan dengan syariat.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Altman, I. (1975). The environment and social behavior. Monterey, CA: Wadsworth.
Haryadi, & Setiawan, B. (2010). Arsitektur, lingkungan dan perilaku: Pengantar ke teori, metodologi dan aplikasi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Laurens, J. M. (2004). Arsitektur dan perilaku manusia. Surabaya: Grasindo.
Sudibyo, R. P. (2010). Integrasi, sinergi dan optimalisasi dalam rangka mewujudkan pondok pesantren sebagai pusat peradaban Muslim Indonesia. Jurnal Salam, 13(2).
DOI: https://doi.org/10.18860/el.v15i2.2765
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |

