The Development of Pesantren Patterns in Sidosermo Surabaya: Integrating tradition and modernity
Abstract
Pondok pesantren di Indonesia, sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional, telah mengalami transformasi yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Penerapan kurikulum modern menjadi penting untuk memastikan bahwa para santri memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman. Dengan mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum, pesantren dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki pemahaman Islam yang kuat, tetapi juga mampu bersaing di dunia kerja. Meskipun studi sebelumnya telah meneliti integrasi mata pelajaran modern dalam kurikulum pesantren di beberapa daerah, masih terdapat kesenjangan penelitian mengenai bagaimana integrasi tersebut berlangsung di Jawa Timur, di mana dinamika budaya dan regional yang khas memengaruhi praktik pendidikan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pengembangan pesantren di Indonesia melalui studi kasus di Kawasan Pesantren Sidosermo Surabaya, dengan menyoroti bagaimana mereka mengintegrasikan tradisi yang mengakar kuat dengan tuntutan modernitas. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren berhasil mempertahankan nilai-nilai tradisional, seperti pengajaran kitab kuning dan ziarah makam, sekaligus mengadopsi elemen-elemen modern yang mencakup kurikulum formal, teknologi digital, dan manajemen berbasis profesional. Proses integrasi ini tidak hanya memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga menempatkan mereka sebagai agen perubahan sosial yang responsif terhadap tantangan zaman. Namun demikian, pesantren dihadapkan pada tantangan besar dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian tradisi dan inovasi. Studi ini menunjukkan bahwa keberhasilan pesantren dalam menghadapi modernitas bergantung pada kemampuan mereka untuk berpegang pada nilai-nilai dasar Islam, terbuka terhadap perkembangan global dan teknologi informasi saat ini. Rekomendasi dari penelitian ini mencakup pengembangan kurikulum hibrida yang menggabungkan agama, sains, dan teknologi; integrasi perangkat e-learning; penguatan inisiatif ekonomi berbasis pesantren; serta penguatan jaringan alumni untuk mendukung pertumbuhan kelembagaan dan karier santri.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Anugrah, A., Amrullah, A. M. K., & Esha, M. I. (2022). Tipologi manajemen tradisional dan modern dan klasifikasinya dalam manajemen pendidikan Islam. Journal of Islamic Education: The Teacher of Civilization, 3(1), 1–10. https://doi.org/10.30984/jpai.v3i1.1792
Chairudin, M. (2022). Pendidikan pesantren untuk perdamaian dunia. Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars, 6(1), 104–110. https://doi.org/10.36835/ancoms.v6i1.401
Cibro, A. N., Salminawati, S., & Usiono, U. (2023). Modern pesantren: The politics of Islamic education and problems of Muslim identity. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 17(2), 58. https://doi.org/10.35931/aq.v17i2.1956
Dewi, H. P., Yusri, M., & Ridani, R. (2023). Peran pesantren modern dalam menjawab tantangan moderasi beragama saat ini. Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Keislaman, 3(1), 29–34. https://doi.org/10.55883/jipkis.v3i1.45
Adi, H. M., & Adi, N. R. M. (2022). Pembelajaran Naḥwu-Ṣarf di pesantren dengan pendekatan interpretatif: Implikasi teori interpretasi Jorge JE Gracia dalam pembelajaran kitab Alfiyyah Ibn Mālik. Alibbaa’: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, 3(1), 20–37. https://doi.org/10.19105/ajpba.v3i1.5474
Isbah, M. F. (2020). Pesantren in the changing Indonesian context: History and current developments. QIJIS (Qudus International Journal of Islamic Studies), 8(1), 65. https://doi.org/10.21043/qijis.v8i1.5629
Jayadi, T., Thohri, M., Maujud, F., & Safinah, S. (2024). Manajemen integrasi kurikulum madrasah dengan kurikulum pesantren dalam meningkatkan moderasi beragama. Jurnal Manajemen dan Budaya, 4(1), 105–119. https://doi.org/10.51700/manajemen.v4i1.640
Kamal, F. (2020). Model pembelajaran sorogan dan bandongan. Paramurobi: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(2), 15–26. https://doi.org/10.32699/paramurobi.v3i2.1572
Kawakip, A. N. (2020). Globalization and Islamic educational challenges: Views from East Javanese pesantren. Ulumuna, 24(1), 105–131. https://doi.org/10.20414/ujis.v24i1.385
Khamid, A., Sutrisno, S., Hariyadi, R., & Zaman, B. (2023). Islamic boarding school, the transformation of Islamic education institution and its strategic role in the global era. Attarbiyah: Journal of Islamic Culture and Education, 7(2), 125–138. https://doi.org/10.18326/attarbiyah.v7i2.125-138
Kholish. (2022). Pendidikan multikultural di pondok pesantren tradisional dan modern dalam upaya menjaga NKRI. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner, 1(1), 1–11.
Kusumawati, I., & Nurfuadi. (2024). Integrasi kurikulum pesantren dalam kurikulum nasional pada pondok pesantren modern. Sanskara Pendidikan dan Pengajaran, 2(01), 1–7. https://doi.org/10.58812/spp.v2i01.293
Maduningtias, L. (2022). Manajemen integrasi kurikulum pesantren dan nasional untuk meningkatkan mutu lulusan pesantren. Al-Afkar: Journal for Islamic Studies, 5(4), 323–331. https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v5i4.378
Jailani, M. (2022). Pembelajaran bahasa Arab berbasis kurikulum merdeka di pondok pesantren. Jurnal Praktik Baik Pembelajaran Sekolah dan Pesantren, 1(01), 7–14. https://doi.org/10.56741/pbpsp.v1i01.10
Nurdin, A., & Samad, S. A. A. (2018, July). Dynamics of Islamic education in the land of Bugis: Growth, development and typology pesantren in Bone. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 175, No. 1, p. 012158). IOP Publishing.
Rusli, R., & Sugiarto, A. (2022). Peran ormas Islam dan lembaga pendidikan Islam dalam mewujudkan moderasi Islam di Indonesia. Al-Hasanah: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 7(2), 245–270. https://doi.org/10.51729/7275
Setyawan, M. A. (2019). UU pesantren: Local genius dan intervensi negara terhadap pesantren. Manageria: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 4(1), 19–40. https://doi.org/10.14421/manageria.2019.41-02
Sholikatin, H. K. B., Natasya, A., & MUnawir. (2024). Optimalisasi peran masjid sebagai sarana pendidikan Islam di Indonesia. Jurnal Basicedu, 8(2), 1411–1419. https://doi.org/10.31004/basicedu.v8i2.7251
Sugiyono. (2015). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Zulmuqim, Z., Zainimal, Z., Kustati, M., Besral, B., Refinaldi, R., & Adriantoni, A. (2020). The characteristics of pesantren in the development of Islamic education in West Sumatra. Ulumuna, 24(1), 132–154.
DOI: https://doi.org/10.18860/eh.v27i1.31220
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |

