Ritual, Kepercayaan Lokal dan Identitas Budaya Masyarakat Ciomas Banten
Abstract
Artikel ini mengkaji sistem kepercayaan lokal, karakteristik dan identitas kultural masyarakat, serta ritual sosial keagamaan masyarakat Ciomas. Artikel ini merupakan hasil penelitian lapangan dengan menggunakan metode ethnografi dengan menggunakan pendekatan antropologis. Dalam menganalisa data, peneliti menggunakan pendekatan fungsional-struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa “karakter jawara” seringkali oleh beberapa penulis seperti Williams dan Kartodirdjo digambarkan dengan label-label negatif. Popularitas Golok Ciomas yang memiliki nilai historis dan kultural bagi masyarakat Banten secara umum juga seringkali disandingkan dengan sosok jawara yang terkenal dengan sikapnya yang keras, berani, dan suka berbuat kriminal. Padahal, bagi sebagian besar masyarakat Ciomas sendiri karakteristik-karakteristik khas tersebut sebenarnya memiliki makna yang lebih positif yang diwariskan oleh nenek moyang dan masih memiliki nilai-nilai religius yang masih dipertahankan hingga saat ini.
Keywords
References
Abdullah, S. (1993). Adat istiadat perkawinan di Minangkabau. In Ritus peralihan di Indonesia (pp. 147–173). Jakarta: Balai Pustaka.
Agus, B. (2006). Agama dalam kehidupan manusia: Pengantar antropologi agama. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Ali, M. (2012). Pengaruh Geger Cilegon 1888 terhadap perkembangan pesantren di Banten masa kolonial. Serang: Lembaga Penelitian IAIN SMH Banten.
Alifuddin, M. (2007). Islam Buton: Interaksi Islam dan budaya lokal. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Departemen Agama RI.
Angrosino, M. V. (2004). The culture of the sacred: Exploring the anthropology of religion. Illinois: Waveland Press.
Bachtiar, H. (1973). The Religion of Java: Sebuah penjelasan. Majalah Ilmu-Ilmu Sastra Indonesia, 5, 48–85.
Bell, C. (1992). Ritual theory, ritual practice. Oxford: Oxford University Press.
Bell, C. (1997). Ritual: Perspectives and dimensions. New York: Oxford University Press.
Bruinessen, M. van. (1995). Kitab kuning, pesantren dan tarekat: Tradisi-tradisi Islam di Indonesia. Bandung: Mizan.
Dhari, M. A. (1993). Upacara Ngaben di Bali. In Ritus peralihan di Indonesia (pp. 241–270). Jakarta: Balai Pustaka.
Dhavamony, M. (1995). Fenomenologi agama. Yogyakarta: Kanisius.
Djojomartono, M. (1993). Adat istiadat sekitar kelahiran pada masyarakat nelayan di Madura. In Ritus peralihan di Indonesia (pp. 71–100). Jakarta: Balai Pustaka.
Eliade, M. (1974). The myth of the eternal return or, Cosmos and history (W. R. Trask, Trans.). New York: Princeton University Press.
Eller, J. D. (2007). Introducing anthropology of religion: Culture to the ultimate. New York & London: Routledge.
Endraswara, S. (2003). Mistik Kejawen: Sinkretisme, simbolisme dan sufisme dalam budaya spiritual Jawa. Yogyakarta: Narasi.
Fischer, H. T. H. (1980). Pengantar antropologi kebudayaan Indonesia (A. Makruf, Trans.). Jakarta: Pustaka Sarjana Pembangunan.
Freeland, F. H. (Ed.). (1998). Ritual, performance, and media. London: Routledge.
Geertz, C. (1960). The religion of Java. New York: The Free Press of Glencoe.
Grimes, R. L. (1982). Beginning in ritual studies. Washington, DC: University Press of America.
Hakim, L. (2006). Banten dalam perjalanan jurnalistik. Pandeglang: Banten Heritage.
Harsojo. (1984). Pengantar antropologi. Jakarta: Binacipta.
Hartarta, A. (2010). Mantra pengasihan: Rahasia asmara dalam klenik Jawa. Bantul: Kreasi Wacana.
Hermansyah. (2010). Ilmu gaib di Kalimantan Barat. Jakarta: KPG.
Hidayat. (2009). Akulturasi Islam dan budaya Melayu: Studi tentang ritus siklus kehidupan orang Melayu di Pelalawan Provinsi Riau. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Departemen Agama RI.
Hinnells, J. R. (Ed.). (1990). The Penguin dictionary of religions. New York: Penguin Books.
Hodgson, M. (1974). The venture of Islam (Vol. II). Chicago: University of Chicago Press.
Humaeni, A. (2009a). The phenomenon of magic in Banten society [Unpublished master’s thesis]. Leiden University.
Humaeni, A. (2009b). Penggunaan magis dalam proses pemilihan kepala desa di Banten: Studi di Kecamatan Ciomas dan Kecamatan Padarincang, Serang, Banten. Serang: Lembaga Penelitian IAIN Banten.
Hurgronje, C. S. (2006). Mekka in the latter part of the 19th century: Daily life, customs and learning the Moslems of the East-Indian-Archipelago. Leiden: Brill.
Ishomudin. (2002). Pengantar sosiologi agama. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Khalil, A. (2009). Islam Jawa: Sufisme dalam etika dan tradisi Jawa. Malang: UIN Malang Press.
Koentjaraningrat. (1963). Review: The Religion of Java, Clifford Geertz. Majalah Ilmu-Ilmu Sastra Indonesia, 188–191.
Koentjaraningrat. (1980). Sejarah teori antropologi I. Jakarta: UI Press.
Koentjaraningrat. (2002). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Kusumohamidjojo, B. (2010). Filsafat kebudayaan: Proses realisasi manusia. Yogyakarta: Jalasutra.
Lubis, N. H. (2004). Banten dalam pergumulan sejarah: Sultan, ulama, jawara. Jakarta: LP3ES.
Lubis, N. H. (2006). Sejarah Kabupaten Lebak. Lebak: Pemerintah Kabupaten Lebak bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan, Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran.
Madjid, N. (2000). Islam agama peradaban: Membangun makna dan relevansi doktrin Islam dalam sejarah. Jakarta: Paramadina.
Malinowski, B. (1955). Magic, science, and religion. Doubleday.
Mansur, K. (2000). Profil Haji Tubagus Chasan Sochib beserta komentar 100 tokoh masyarakat seputar Pendekar Banten. Jakarta: Pustaka Antara Utama.
Michrob, H., & Chudari, A. M. (2011). Catatan masa lalu Banten (Ed. IV). Serang: Dinas Budaya dan Pariwisata Provinsi Banten.
Morris, B. (2007). Antropologi agama: Kritik teori-teori agama kontemporer (I. Khoiri, Trans.). Yogyakarta: AK Group.
Mulkhan, A. M. (2000). Islam murni dalam masyarakat petani. Yogyakarta: Bentang.
Munir, M. (1993). Adat istiadat yang berhubungan dengan upacara dan ritus kematian di Madura. In Ritus peralihan di Indonesia (pp. 222–238). Jakarta: Balai Pustaka.
Nakamura, M. (1984). The cultural and religious identity of Javanese Muslim: Problems of conceptualization and approach. Prisma, 31, 66–75.
Nye, M. (1988). Religion: The basics (2nd ed.). London: Routledge.
O’Keefe, D. L. (1982). Stolen lightning: The social theory of magic. New York: Continuum.
Pranowo, B. (2011). Memahami Islam Jawa (2nd ed.). Jakarta: Pustaka Alphabet.
Pritchard, E. E. E. (1984). Teori-teori tentang agama primitif. Yogyakarta: PLP2M.
Radam, N. H. (2001). Religi orang Bukit. Yogyakarta: Semesta.
Rappaport, R. (1999). Religion and ritual in the making of humanity. Cambridge: Cambridge University Press.
Razak, Y., & Nurtawaban, E. (2007). Antropologi agama. Jakarta: UIN Jakarta Press.
Rodrigues, H., & Harding, J. S. (2009). Introduction to the study of religion. London: Routledge.
Simandjuntak, B. A. (1993). Upacara sekitar kelahiran pada orang Batak Toba. In Ritus peralihan di Indonesia (pp. 49–70). Jakarta: Balai Pustaka.
Solikhin, O., & Supriyatna, A. (2003). Golok Ciomas: Hikayat dan keistimewaannya. Serang: Spora Pustaka.
Spencer, H. (1876). The principles of sociology. London: Norgate.
Sulaiman. (1993). Upacara tedhak siten di Jawa. In Ritus peralihan di Indonesia (pp. 101–107). Jakarta: Balai Pustaka.
Susanto, P. S. H. (1987). Mitos menurut pemikiran Mircea Eliade. Yogyakarta: Kanisius.
Sutiyono. (2010). Benturan budaya Islam: Puritan dan sinkretis. Jakarta: Kompas.
Suyono, R. P. (2009). Dunia mistik orang Jawa: Roh, ritual, benda magis (Cet. ke-3). Yogyakarta: LKiS.
Tihami, M. A. (1992). Kiyai dan jawara di Banten: Studi tentang agama, magi, dan kepemimpinan di Desa Pasanggrahan, Serang, Banten [Unpublished MA thesis]. Universitas Indonesia.
Tim Penyusun Kamus. (1998). Kamus besar bahasa Indonesia (2nd ed.). Jakarta: Balai Pustaka.
Tjandrasasmita, U. (2011). Banten abad XV–XXI: Pencapaian gemilang, penorehan menjelang. Jakarta: Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.
Tjandrasasmita, U., et al. (1999). Mengenal peninggalan sejarah dan purbakala Kota Banten Lama. In Banten menuju masa depan (pp. 72–234). Cilegon: Yayasan Kiai Haji Wasid.
Wallace, A. F. C. (1966). Religion: An anthropological view. New York: Random House.
Wiyata, A. L. (2006). Carok: Konflik kekerasan dan harga diri orang Madura (2nd ed.). Yogyakarta: LKiS.
DOI: https://doi.org/10.18860/el.v17i2.3343
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |
