Interweaving Javanese Cultural Wisdom and Islamic Leadership Ethics: An Analysis of Arjuna in Arjunawiwaha

Tya Resta Fitriana, Djoko Sulaksono, Prima Veronika, Islahuddin Islahuddin

Abstract


This study addresses the growing need to reinterpret classical Javanese figures through an Islamic ethical lens, offering a unique framework for understanding indigenous models of moral leadership. Previous studies have not yet examined how the concept of leadership in Arjuna Wiwaha can be interpreted through the framework of Islamic moral and ethical principles. Therefore, this study offers a novel perspective by integrating Javanese cultural wisdom and Islamic leadership ethics to reinterpret Arjuna’s character as a model of moral and social leadership in the Javanese-Islamic context. The aim of this paper is to examine Arjuna's leadership as depicted in the Javanese puppet story of Arjunawiwaha, focusing on the integration of Javanese social wisdom and Islamic moral leadership. In the context of Javanese-Islamic reinterpretation, Arjuna, traditionally considered a holy man in Hindu-Buddhist legends, is reimagined as a perfect pioneer. Using a cultural hermeneutic approach and comparative analysis, this investigation examines how Islamic leadership principles, including trust (Siddiq), dependability (Amanah), insight (Fathanah), and the obligation to convey the truth (Tabligh), are integrated into Arjuna's leadership narrative. The study, furthermore, highlights key Javanese social values such as humility, resilience, and wisdom, adapted from Islamic moral lessons. Through a careful examination of Arjunawiwaha, this paper illustrates a method of social adjustment and integration, which examines knowledge of how Javanese Islamic characters shape conceptualizations of governance in conventional and modern environments. The use of an interdisciplinary approach that integrates Javanese cultural wisdom and Islamic leadership ethics in analyzing the character of Arjuna in the Arjunawiwaha is a perspective still rare in leadership studies based on classical Javanese literary texts. This research thus positions the Javanese-Islamic leadership synthesis as a relevant ethical paradigm in Southeast Asia and beyond. The finding also offers a framework for culture-based leadership training integrating Javanese and Islamic values to foster ethical, culturally sensitive, and spiritually grounded leaders.


Penelitian ini menanggapi meningkatnya kebutuhan untuk menafsirkan kembali tokoh-tokoh klasik Jawa melalui lensa etika Islam, dengan menawarkan kerangka unik untuk memahami model kepemimpinan moral yang bersifat lokal. Penelitian-penelitian sebelumnya belum mengkaji bagaimana konsep kepemimpinan dalam Arjuna Wiwaha dapat diinterpretasikan melalui kerangka prinsip moral dan etika Islam. Oleh karena itu, penelitian ini menawarkan perspektif baru dengan mengintegrasikan kearifan budaya Jawa dan etika kepemimpinan Islam untuk menafsirkan kembali karakter Arjuna sebagai model kepemimpinan moral dan sosial dalam konteks Jawa-Islam. Makalah ini menganalisis kepemimpinan Arjuna sebagaimana digambarkan dalam kisah pewayangan Jawa tentang Arjunawiwaha, dengan fokus pada penggabungan kearifan sosial Jawa dan moral kepemimpinan Islam. Dalam konteks penafsiran ulang Jawa-Islam, Arjuna, yang secara tradisional dianggap sebagai orang suci dalam legenda Hindu-Buddha, dibayangkan kembali sebagai seorang pelopor yang sempurna. Dengan menggunakan pendekatan hermeneutika budaya dan analisis komparatif, penyelidikan ini menyelidiki bagaimana prinsip-prinsip kepemimpinan Islam seperti kepercayaan (Siddiq), ketergantungan (Amanah), wawasan (Fathanah), dan kewajiban untuk menyampaikan kebenaran (Tabligh) dimasukkan dalam kisah kepemimpinan Arjuna. Pengkajian tersebut, lebih jauh, menyoroti nilai-nilai sosial Jawa yang utama seperti kerendahan hati, ketahanan, dan kearifan, yang diadaptasi dari pelajaran moral Islam. Melalui penelaahan Arjunawiwaha yang cermat, makalah ini menggambarkan metode penyesuaian dan integrasi sosial, yang mengkaji pengetahuan tentang bagaimana karakter Jawa-Islam membentuk konseptualisasi pemerintahan dalam lingkungan konvensional dan modern. Penggunaan pendekatan interdisipliner yang mengintegrasikan kearifan budaya Jawa dan etika kepemimpinan Islam dalam menganalisis tokoh Arjuna dalam Arjunawiwaha, sebuah perspektif yang masih jarang dalam kajian kepemimpinan berbasis teks sastra klasik Jawa. Sehingga penelitian ini bisa menempatkan sintesis kepemimpinan Jawa Islam sebagai paradigma etis yang relevan di Asia Tenggara dan sekitarnya. Temuan penelitian ini juga menawarkan kerangka pelatihan kepemimpinan berbasis budaya yang mengintegrasikan nilai-nilai Jawa dan Islam untuk membentuk pemimpin yang beretika, peka budaya, dan berlandaskan spiritual.

Keywords


Islamic leadership ethics; Javanese culture; Arjunawiwaha; intercultural study; cultural adaptation

Full Text:

PDF

References


Adhit, A., & M. Asbari. (2024). Falsafah Kepemimpinan Jawa: Nilai dan Karakter Seorang Pemimpin Menurut Budaya Jawa. Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan, 2(2), 141-145. https://doi.org/10.70508/literaksi.v2i02.470

Alkattani, A. H., & Ramdanu, A. (2023). Kepemimpinan Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alahi Wasallam Dalam Sistem Pendidikan. Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam, 16(1), 99–106. https://doi.org/10.32832/tawazun.v16i1.8239

Anderson, B. R. O. (1990). Exploring Political Cultures in Indonesia. Cornell University Press. http://www.jstor.org/stable/10.7591/j.ctv3s8n2s

Andoko, B. W., Haryono, S., Wahyuningsih, S. H., Purnomo, E. P., & Fadhlurrohman, M. I. (2022). The Study of Literature Review: Local Leadership in the Java Culture Perspective “Asta Brata” in Organizations. Webology, 19(1), 2731–2747. https://doi.org/10.14704/web/v19i1/web19182

Aryawan, I. W. (2021). Penerapan Kepemimpinan Asta Brata dalam Pendidikan dari Sudut Pandang Teori Konflik. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial, 7(1), 56. https://doi.org/10.23887/jiis.v7i1.31628

Asrori, M., Asy’arie, B. F., Akhirudin, Yusup Sofian, G., Syakir Hidayat, A. F., Suja, A., & Roibin. (2025). Islamic educational and cultural values in Indonesian puppetry art: a systematic literature review. Cogent Education, 12(1), 2490445. https://doi.org/10.1080/2331186X.2025.2490445

Aziz, D. K. (2013). Akulturasi Islam dan Budaya Jawa, Fikrah 1(2), 253-286.

Daryono, D. (2021). Filsafat Etika Masyarakat Islam Jawa: Konsep Baik dan Buruk. Academic Journal of Islamic Principles and Philosophy, 2(1), 59–82. https://doi.org/10.22515/ajipp.v2i1.2633

Endraswara, S. (2013). Falsafah Kepemimpinan Jawa. Narasi.

Faujiah, H., & Muslihah, E. (2024). Model Kepemimpinan Profetik (Nabi Muhammad Saw) dan Implementasinya di Pondok Pesantren Miftahunnajah Lamongan Serang (Vol. 7, Issue 2). http://Jiip.stkipyapisdompu.ac.id

Floriana, I., Rostiana, dan, Kunci, K., Hasta Brata, K., & kerja, K. (2018). Peran Kepemimpinan Hasta Brata terhadap Keterikatan Kerja pada Konteks Perusahaan BUMN dan Perusahaan Swasta. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, 2(2), 587-596. https://doi.org/10.24912/jmishumsen.v2i2.1699

Hobman, E. V., Jackson, C. J., Jimmieson, N. L., & Martin, R. (2011). The effects of transformational leadership behaviours on follower outcomes: An identity-based analysis. European Journal of Work and Organizational Psychology, 20(4), 553–580. https://doi.org/10.1080/1359432X.2010.490046

Kartono, K. (2003). Pemimpin dan Kepemimpinan: Apakah Kepemimpinan Abnormal Itu? Raja Grafindo Persada.

Mukaffa, Z. (2018). The era of uncertainty and ethical arrangement in Javanese classical texts: disseminating Ranggawarsita’s works as source of Islamic ethics in Islamic higher education. Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies, 56(2), 461-493. https://doi.org/10.14421/ajis.2018.562.461-493

Mulder, N. (2001). Mistisisme Jawa: Ideologi dalam Kebudayaan. LKiS.

Olifiansyah, M., Hidayat, W., Diaying, B. P., & Dzulfiqar, M. (2020). Kepemimpinan dalam Perspektif Islam. At-Tajdid: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam, 4 (01), 102. https://doi.org/10.24127/att.v4i01.1205

Perdana, R. N., & Sobri, A. Y. (2021). Peran Falsafah Kepemimpinan Jawa terhadap Peningkatan Kompetensi Tenaga Pendidik di Sekolah. Jurnal Penelitian Pendidikan, 38(1), 12-16. http://dx.doi.org/10.15294/jpp.v38i1.28538

Peyton, T., Zigarmi, D., & Fowler, S. N. (2019). Examining the relationship between leaders’ power use, followers’ motivational outlooks, and followers’ work intentions. Frontiers in Psychology, 9(FEB). https://doi.org/10.3389/fpsyg.2018.02620

Riam, Z. A., & Putri, S. A. (2024). Relevansi Kepemimpinan Perspektif Islam dengan Dunia Modern. Raqib: Jurnal Studi Islam, 1(2), 133-143. https://jurnal.isqi.or.id/index.php/raqib/article/view/17

Salas-Vallina, A., Simone, C., & Fernández-Guerrero, R. (2020). The human side of leadership: Inspirational leadership effects on follower characteristics and happiness at work (HAW). Journal of Business Research, 107, 162–171. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2018.10.044

Salwa, I. R., & Rohimat, A. M. (2025). Influence of Spiritual Leadership and Religious Leadership on Employee Performance: The Mediating Role of Organizational Justice in Solo Peduli Employees. Journal of Business and Management Review, 6(3), 172–188. https://doi.org/10.47153/jbmr.v6i3.1485

Selvarajah, C., Meyer, D., Roostika, R., & Sukunesan, S. (2017). Exploring managerial leadership in Javanese (Indonesia) organisations: engaging Asta Brata, the eight principles of Javanese statesmanship. Asia Pacific Business Review, 23(3), 373–395. https://doi.org/10.1080/13602381.2016.1213494

Sulaksono, D., Veronika, P., & Fitriana, T. R. (2021, September). Strengthening Moral Integrity Using Arjuna Wiwaha's Story: A Sociocultural Analysis. In Proceedings of the 5th International Conference on Learning Innovation and Quality Education (pp. 1-5). https://doi.org/10.1145/3516875.3516995

Suseno, F. M. (1984). Etika Jawa. Gramedia.

Sutopo, H. B. (2002). Metodologi Penelitian Kualitatif: Dasar Teori dan Terapannya dalam Penelitian. Universitas Sebelas Maret Press.

Suwandi, & Setyobudi, T. (2020). The Synthesis of Islamic Law and Javanese Culture: A Prophetic Approach. De Jure: Jurnal Hukum dan Syar’iah, 12(2), 255–278. https://doi.org/10.18860/j-fsh.v12i2.10090

Wachid, A., Tinggi, B. S. S., Islam, A., & Purwokerto, N. (2015). Hermeneutika sebagai Sistem Interpretasi Paul Ricoeur dalam Memahami Teks-teks Seni. Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni, 4(2), 197-209. https://doi.org/10.21831/imaji.v4i2.6712

Wahyudi, S. S. (2011). Kepemimpinan Tradisional Jawa-Islam dalam Masyarakat jawa. Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, 6(1), 23-29. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/sabda/article/view/13283

Weatherbee, D. E. (1994). The Astabrata, Saptadewawrtti, and Nagarakrtagama VII: 1-2. Bijdragen tot de Taal-, Land-en Volkenkunde, 150(2), 414. https://www.jstor.org/stable/27864555

Zuhdi, M. H. (2019). Konsep kepemimpinan dalam perspektif Islam. Akademika: Jurnal Pemikiran Islam, 19(1), 35-57. https://e-journal.metrouniv.ac.id/akademika/article/view/405




DOI: https://doi.org/10.18860/eh.v27i2.34207

Editorial Office:  Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Jalan Gajayana No.50, Malang, Indonesia 65144

CC BY-NC-SA 4.0

This work is licensed under a CC-BY-NC-SA.
ISSN: 1858-4357 | e-ISSN: 2356-1734

Phone: +6282333435641
Fax: (0341) 572533
Email: elharakah@uin-malang.ac.id
elharakahjurnal@gmail.com
Website: http://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/infopub
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang