The Dialectics of Wayang in The Wali Songo’s Da'wah: Qur'an and Hadith Perspective
Abstract
After Ustadz Khalid Basalamah prohibited Wayang performances in one of his lectures, public debate intensified regarding their legal status in Islamic law. Although discussions on the legality of Wayang are not new and date back to the Wali Songo era, previous studies have rarely examined the specific jurisprudential reasoning that enabled the Wali Songo to employ Wayang as a medium of da'wah within the Syafi‘i framework. This study fills that gap by analyzing how the Wali Songo justified Wayang performance through the permissive opinion of al-Qasim ibn Muhammad ibn Abi Bakr, who allowed two-dimensional depictions of animate beings. However, over time, scholars negotiated this dialectic, enabling Wayang to be utilized as an effective medium of da'wah by the Wali Songo. This article investigates how the Wali Songo justified the use of Wayang as a da'wah medium despite the prohibitive stance of the Syafi‘i school. This study employs a qualitative library-research approach, using content analysis and descriptive-analytical methods. Evidence indicates that the Wali Songo likely adopted the opinion of al-Qasim ibn Muhammad ibn Abi Bakr, who allowed two-dimensional depictions of animate beings based on several prophetic traditions. Their position reflects a non-rigid, moderate approach that prioritizes broader public benefit (maslahah) when addressing communal issues, particularly in formulating effective da'wah strategies. These findings suggest that modern Islamic educators, artists, and preachers can draw upon the Wali Songo’s method as a model for integrating cultural media with Islamic ethics—emphasizing moderation, creativity, and contextual wisdom in delivering religious messages. Future research should undertake comparative jurisprudence by examining the arguments of al-Qasim ibn Muhammad ibn Abi Bakr alongside other Sunni legal schools to further justify the Wali Songo’s reasoning. Such studies may also explore the application of maslahah in the use of contemporary media as tools for Islamic da'wah.
Setelah Ustadz Khalid Basalamah melarang pertunjukan Wayang dalam salah satu ceramahnya, perdebatan publik semakin menguat mengenai status hukumnya dalam pandangan syariat Islam. Meskipun diskusi tentang legalitas Wayang bukanlah hal baru dan telah muncul sejak masa Wali Songo, penelitian-penelitian sebelumnya jarang menelaah secara spesifik dasar pertimbangan fikih yang memungkinkan Wali Songo menggunakan Wayang sebagai media dakwah dalam kerangka mazhab Syafi‘i. Penelitian ini mengisi kesenjangan tersebut dengan menganalisis bagaimana Wali Songo membenarkan penggunaan Wayang melalui pandangan permisif al-Qasim ibn Muhammad ibn Abi Bakr, yang memperbolehkan penggambaran makhluk hidup dalam bentuk dua dimensi. Seiring waktu, para ulama menegosiasikan dialektika ini, sehingga Wayang dapat dimanfaatkan secara efektif sebagai sarana dakwah oleh Wali Songo. Artikel ini menelusuri bagaimana Wali Songo membenarkan penggunaan Wayang sebagai media dakwah meskipun terdapat larangan ketat dalam mazhab Syafi‘i. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kepustakaan dengan metode analisis isi dan deskriptif-analitis. Temuan menunjukkan bahwa Wali Songo kemungkinan besar mengadopsi pendapat al-Qasim ibn Muhammad ibn Abi Bakr yang memperbolehkan gambar dua dimensi makhluk hidup berdasarkan beberapa hadis Nabi. Pendekatan mereka mencerminkan sikap moderat dan tidak kaku yang mengutamakan kemaslahatan umum (maslahah) dalam menyelesaikan persoalan keagamaan, khususnya dalam merumuskan strategi dakwah yang efektif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para pendidik, seniman, dan dai Muslim modern dapat meneladani metode Wali Songo sebagai model integrasi antara media budaya dan etika Islam—dengan menekankan moderasi, kreativitas, dan kearifan kontekstual dalam menyampaikan pesan keagamaan. Penelitian selanjutnya disarankan melakukan kajian perbandingan hukum Islam dengan menelaah argumen al-Qasim ibn Muhammad ibn Abi Bakr bersama mazhab-mazhab Sunni lainnya untuk memperkuat justifikasi rasional Wali Songo. Kajian lanjutan juga dapat mengeksplorasi penerapan prinsip maslahah dalam penggunaan media kontemporer sebagai sarana dakwah Islam.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ahmad, F. (2023). No Title. Nu Online. https://www.nu.or.id/fragmen/wayang-wayang-sunan-kalijaga-dan-pandangan-berbeda-dari-sunan-ampel-uut6M
Al-Bukhari, M. bin I. (1987). al-Jami‘ al-Shahih. Dar al-Sya‘b.
Al-Haytami, I. H. (1987). Al-Zawajir ‘An Iqtiraf al-Kaba’ir. Dar al-Fikr.
Al-Nasa’i, A. bin S. (1986). Sunan al-Nasa’i. Maktab al-Mathbu‘at al-Islamiyyah.
Al-Nawawi, Y. bin S. (n.d.). Minhaj al-Thalibin wa ‘Umdat al-Muftin. t.p.
Al-Nawawi, Y. bin S. (1392). Al-Minhaj Syarh Sahih Muslim bin al-Hajjaj. Dar Ihya’ al-Turats al-‘Arabi.
Al-Nawawi, Y. bin S. (1998). Riyadh al-Shalihin. Mu’assasah al-Risalah.
Al-Naysaburi, M. bin al-H. (n.d.). Al-Jami‘ al-Shahih. Dar al-Jayl.
Al-Qaradawi, Y. (1998). Al-Halal wa al-Haram Fi al-Islam. Maktabah Wahbah.
Al-Qarafi, S. (1995). Nafa’is al-Ushul Fi Syarh al-Mahshul. Maktabah Nizar Musthafa al-Baz.
Al-Ramli, S. (n.d.). Nihayat al-Muhtaj Ila Syarh al-Minhaj. t.p.
Al-Shabuni, M. ‘Ali. (1981). Rawa’i‘ al-Bayan Tafsir Ayat al-Ahkam. Maktabah al-Ghazali.
Al-Tirmidzi, M. bin ‘Isa. (n.d.). Sunan al-Tirmidzi. Dar Ihya’ al-Turats al-‘Arabi.
Al-Zandawasayti, al-H. bin Y. (2020). Rawdhat al-‘Ulama’ wa Nuzhat al-Fudhala’. Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Anggoro, B. (2018). Wayang dan Seni Pertunjukan: Kajian Sejarah Perkembangan Seni Wayang di Tanah Jawa sebagai Seni Pertunjukan dan Dakwah. JUSPI: Jurnal Sejarah Peradaban Islam, 2(2). http://dx.doi.org/10.30829/j.v2i2.1679
Bakhri, S., Hidayatullah, A., & Pekalongan, I. (2019). Desakralisasi Simbol Politheisme dalam Silsilah Wayang: Sebuah Kajian Living Qur’an dan Dakwah Walisongo di Jawa.
Fadli, F. (2019). Media Kreatif Walisongo dalam Menyemai Sikap Toleransi Antar Umat Beragama di Jawa. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 10(2), 287–300. https://doi.org/10.24042/atjpi.v10i2.5062
Fahmi, M. N., & Muqowim, M. (2021). Kitab Asmarakandi sebagai Sumber Belajar Pendidikan Islam Awal di Nusantara. In Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) (Vol. 7, Issue 2, pp. 242–253). https://doi.org/10.18784/smart.v7i2.1403
Fizriyani, W. (2022). Tindak Tutur Ujaran Ustaz Basalamah Mengenai Pengharaman Wayang. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 5(3), 675–682. https://doi.org/10.30872/diglosia.v5i3.458
Hafizd, J. Z. (2021). Sejarah Hukum Islam di Indonesia: Dari Masa Kerajaan Islam Sampai Indonesia Modern. Tamaddun: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam, 9(1). http://dx.doi.org/10.24235/tamaddun.v9i1.8087
Hafizd, J. Z., Syariah, F., Islam, E., Syekh, I., & Cirebon, N. (2021). Sejarah Hukum Islam di Indonesia: Dari Masa Kerajaan Islam Sampai Indonesia Modern. In Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam (Vol. 9, Issue 1). https://www.syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/tamaddun/index
Hasib, K. (2015). Menelusuri Mazhab Walisongo. Jurnal Tsaqafah, 11(1). https://doi.org/10.21111/tsaqafah.v11i1.257
Herlyana, E. (2013). Pagelaran Wayang Purwa Sebagai Media Penanaman Nilai Religius Islam Pada Masyarakat Jawa. Thaqafiyyat, 14(1), 127–141. https://ejournal.uin-suka.ac.id/adab/thaqafiyyat/article/view/616
Ibn HajarAl-Haytami, ‘Abd al-Hamid al-Syarwani dan Ahmad bin Qasim al-‘Ubadi. (n.d.). Tuhfat al-Muhtaj Fi Syarh al-Minhaj wa Hawasyi al-Syarwani wa al-‘Ubadi. Dar Ihya’ al-Turats al-‘Arabi.
Jb. Masroer Ch. (2015). Spiritualitas Islam dalam Budaya Wayang Kulit Masyarakat Jawa dan Sunda. Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama, 9(1), 38–61. https://doi.org/10.14421/jsa.2015.091-03
Kaelan. (2010). Metode Penelitian Agama Kualitatif Interdisipliner. Paradigma.
Kardiyanto, W. (2018). Kesenian Prophetik Walisongo dan Seni Wayang Purwa. Lakon, Jurnal Pengkajian & Penciptaan, 15(2). https://doi.org/10.33153/lakon.v15i2.3003
Kudhori, M. (2023). Moderasi Fikih Seni Yusuf Al-Qaradawi: Telaah Hadsi-hadis Seni Musik dan Seni Rupa. Kali Pustaka.
Laki, Á. B. (2021). Peran Sunan Kalijaga terhadap Bentuk Wayang Kulit Jawa. Jurnal Kajian Seni, 7(2).
Maknun, M. L. (2015). Esensi Dakwah Wayang Kulit Banjar Dalang Iderus. Jurnal SMaRT, 1(2), 231–242. https://doi.org/10.18784/smart.v1i2.254
Marsaid. (2016). Islam dan Kebudayaan: Wayang Sebagai Media Pendidikan Islam di Nusantara. Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 4(1), 101–130. http://ejournal.iain-tulungagung.ac.id/index.php/kon/article/view/132
Masykur, M. R., & Soleh, A. K. (2023). Seni Pegelaran Wayang dalam Perspektif Fikih dan Spiritualitas Seni Islam Seyyed Hossein Nasr. Muslim Heritage, 8(1), 103–114. https://doi.org/10.21154/muslimheritage.v8i1.5985
Muhadjir, N. (1996). Metodologi Penelitian Kualitatif. Rake Sarasin.
Rohman, F., Awalin, N., Perkembangan, S., Perubahan, D., Wayang, F., & Masyarakat, D. (n.d.). Sejarah Perkembangan dan Perubahan Fungsi Wayang dalam Masyarakat (History of Development and Change of Wayang Functions in Society).
Santri Gayeng. (2021, April 18). Wayang Kulit: Pertikaian Sunan Kalijaga & Sunan Giri - Gus Baha [Video]. YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=2sf-lZHclcM
Sarwat, A. (2014). Penerapan Syariat Islam di Nusantara. Rumah Fikih Indonesia. https://www.rumahfiqih.com/fikrah-279-penerapan-syariat-islam-di-nusantara.html
Setiawan, E. (2020). Nilai Filosofi Wayang Kulit Sebagai Media Dakwah (Vol. 18, Issue 1). http://alhikmah.iain-jember.ac.id/
Sungaidi, M. (2016). Wayang Sebagai Media Penyiaran Islam: Studi Atas Strategi Dakwah Walisongo di Jawa. Ilmu Ushuluddin, 3(2), 201–230. https://doi.org/10.15408/iu.v5i2.10907
Sunyoto, A. (2017). Atlas Wali Songo. Pustaka Iiman.
Syalabi, A. al-F. I. (1989). Abu ‘Ali al-Farisi Hayatuhu wa Makanatuhu Bayna A’immat al-Tafsir al-‘Arabiyyah wa Atsaruhu Fi al-Qira’at wa al-Nahwi. Dar al-Mathbu‘at al-Haditsah.
Wafi, ’Abd al-Majid. (1968). Ra’y al-Din fi al-Suwar wa al-Tamatsil. In M. F. ’Utsman (Ed.), al-Fikr al-Islami wa Tathawwur. al-Dar al-Kuwaytiyyah.
Yahya bin Syaraf Al-Nawawi. (n.d.). Al-Minhaj Syarh Sahih Muslim bin al-Hajjaj. Dar Ihya’ al-Turats al-‘Arabi.
DOI: https://doi.org/10.18860/eh.v27i2.36314
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |

