Islamic Contributions to Scientific and Technological Development in Astronomy, Mathematics, Medicine, and Chemistry
Abstract
This research discusses the contribution of Islamic civilization to the development of world science and technology and examines the role of Muslim scholars in shaping a scientific paradigm rooted in Islamic spiritual values and rationality. Based on the Eurocentric view dominating scientific historiography, the research gap identifies the urgent need for a comprehensive study that positions the Islamic contribution within an integrative, holistic, and value-based scientific paradigm. The novelty of this study lies in its comparative approach, demonstrating that Islamic scientific development possessed distinct epistemic, methodological, and ethical orientations thereby offering an alternative, ethically-oriented model of science insufficiently explored in previous research. Therefore, the purpose of this study is to reveal how Islam not only served as a medium for the transmission of knowledge from Greek civilization but also as an originator of a rational and ethical scientific method. This study uses a qualitative approach through a literature review by analyzing classical works of Muslim scholars and contemporary literature on the history of Islamic science. The results show that Muslim scholars such as Al-Battani, Al-Khawarizmi, Ibn Sina, and Al-Razi made fundamental contributions in the fields of astronomy, mathematics, medicine, and chemistry. Their contributions were not only technical but also epistemological, emphasizing the integration of revelation and reason as the foundation of knowledge pursuit. These findings indicate that the Islamic scientific paradigm is holistic, oriented toward public welfare, and rejects the dichotomy between science and religion. The implications of this research highlight the importance of reconstructing the epistemology of Islamic science in contemporary education and research contexts to build a just and sustainable civilization of knowledge. Thus, the reconstruction of Islamic science epistemology is not merely a historical endeavor, but a strategic step to rebuild the orientation of science rooted in the values of monotheism, ethics, and universal welfare.
Penelitian ini membahas kontribusi peradaban Islam terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dunia serta menguji peran para ilmuwan Muslim dalam membentuk paradigma ilmiah yang berakar pada nilai-nilai spiritual dan rasionalitas Islam. Berdasarkan pandangan Eurosentris yang mendominasi historiografi ilmiah, kesenjangan penelitian mengidentifikasi kebutuhan mendesak akan studi komprehensif yang memposisikan kontribusi Islam dalam paradigma ilmiah yang integratif, holistik, dan berbasis nilai. Kebaruan dari studi ini terletak pada pendekatan komparatifnya, yang menunjukkan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan Islam memiliki orientasi epistemik, metodologis, dan etis yang berbeda, sehingga menawarkan model ilmu pengetahuan alternatif yang berorientasi etis yang belum cukup dieksplorasi dalam penelitian sebelumnya. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan bagaimana Islam tidak hanya berfungsi sebagai media transmisi pengetahuan dari peradaban Yunani, tetapi juga sebagai pencetus metode ilmiah yang rasional dan etis. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui tinjauan literatur dengan menganalisis karya-karya klasik para ilmuwan Muslim dan literatur kontemporer tentang sejarah ilmu pengetahuan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ilmuwan Muslim seperti Al-Battani, Al-Khawarizmi, Ibn Sina, dan Al-Razi memberikan kontribusi mendasar dalam bidang astronomi, matematika, kedokteran, dan kimia. Kontribusi mereka tidak hanya bersifat teknis tetapi juga epistemologis, menekankan integrasi wahyu dan akal sebagai fondasi pencarian pengetahuan. Temuan-temuan ini mengindikasikan bahwa paradigma ilmiah Islam adalah holistik, berorientasi pada kesejahteraan publik, dan menolak dikotomi antara sains dan agama. Implikasi dari penelitian ini menyoroti pentingnya merekonstruksi epistemologi ilmu pengetahuan Islam dalam konteks pendidikan dan penelitian kontemporer untuk membangun peradaban pengetahuan yang adil dan berkelanjutan. Dengan demikian, rekonstruksi epistemologi ilmu pengetahuan Islam bukan sekadar upaya historis, melainkan langkah strategis untuk membangun kembali orientasi ilmu pengetahuan yang berakar pada nilai-nilai tauhid, etika, dan kesejahteraan universal.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abidin, A. M., Haddade, H., & Muzakkir. (2024). Transformation of the Western education system through Islamic contributions: A historical analysis. Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 9(1), 150–161. https://doi.org/10.33477/alt.v9i1.7642
Al Arifi, N. (2023). Konsep islamisasi ilmu Ismail Raji al-Faruqi dan relevansinya dengan sistem pendidikan nasional. Azkiya: Jurnal Pendidikan Islam dan Humaniora, 3(2), 45–58. https://doi.org/10.53640/689b0d13
Al-Daffa, A. A. (2020). The Muslim contribution to mathematics (1st ed.). Routledge.
Alinata, R., Dinillah, S., & Sari, W. A., Y. K. P. (2024). Integrasi sains dalam perspektif Islam: Menjelajahi hubungan antara keilmuan dan kehidupan beragama. El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education, 3(1), 37–50.
Azmi, F. M. N. (2022). Islamization of knowledge. PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat, 2(1), 19–30. https://doi.org/10.47006/pendalas.v2i1.93
Azra, A. (2012). Pendidikan Islam: Tradisi dan modernisasi di tengah tantangan Milenium III. Kencana Prenada Media Group.
Benlaria, H., Almawishir, N. F. S., Saadaoui, S., Mohammed, S. M., Abdulrahman, B. M. A., & I. A. E. E. (2023). The moderating role of research and development (R&D) support in the relationship between entrepreneurship and per capita output: A study on the GCC countries. Economies, 11, 162. https://doi.org/10.3390/economies11070162
Berliana, C. I., & Zulfikar. (2024). Transformasi pendidikan di era Umayyah: Antara kebijakan dan rekonstruksi di masa sekarang. Al-Ghazali, 7(1), 77–95.
Dahlan, S. S., & Zulfikar. (2024). Fenomena Perang Salib, Mongol, dan Reconquista terhadap perkembangan peradaban Islam. Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu, 2(1), 128–134. https://doi.org/10.59435/gjmi.v2i1.216
Dallal, A. S. (2010). Islam, science, and the challenge of history. Yale University Press. https://doi.org/10.12987/9780300159141
Dharma, A. P., & Manufa, S. (2024). Seyyed Hossein Nasr: Kritik Islam atas sekularism lingkungan. El-Faqih: Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam, 10(1), 53–76. https://doi.org/10.58401/faqih.v10i1.1308
Erzad, A. M., & Suciati, N. (2018). Peran ilmuwan Muslim dalam pengembangan ilmu pengetahuan di dunia Barat. Jurnal Studi Keislaman, 6(2), 123–137.
Gutas, D. (1998). Greek thought, Arabic culture: The Graeco-Arabic translation movement in Baghdad and early ’Abbasid society. Routledge.
Hermawansyah, & Bahaking Rama, M. Y. (2024). Islam dan ilmu pengetahuan: Rekognisi pendidikan Islam di Barat Abad Klasik. Fitrah: Jurnal Studi Pendidikan, 15(1), 65–77. https://doi.org/10.47625/fitrah.v15i1.621
Holmyard, E. J. (1931). Makers of Chemistry. Clarendon Press.
Huff, T. E. (1993). The rise of early modern science: Islam, China, and the West. University Press.
Islamic Development Bank. (2019). Science, Technology and Innovation (STI) Policy for the IsDB.
Kamalkhani, A. (2021). Peradaban Islam dan ilmu pengetahuan modern. UIN Jakarta Press.
Kennedy, E. S. (1983). Astronomy in the Islamic world. Isis, 74(3), 367–376.
Kosasih, A., & Muhammad Fahmi, R. F. (2024). Averroeisme: Ajaran Ibnu Rusyd yang dipahami dunia Barat dan pengaruhnya terhadap Renaissance. Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan, 5(1), 40–48. https://doi.org/10.51190/jazirah.v5i01.142
Mehfooz, A. S. S. (2020). The development of science and technology in the Muslim world: Past and present issues with possible resolutions. Islamic Studies, 59(2), 225–238.
Mubadillah, R. (2024). Gerakan perubahan (Renaissance) oleh Dinasti Umayyah II (Islam di Andalusia) terhadap berkembangnya intelektual dan kebudayaan di Eropa. Al Mikraj: Jurnal Studi Islam dan Humaniora, 5(1), 1237–1246.
Mujani, W. K. & I. A. I. (2012). Contribution of Muslim scholars to astronomy in the medieval century of Andalusia. Advances in Natural and Applied Sciences, 6(8), 1366–1369Nasr, S. H. (1968). Science and civilization in Islam. Harvard University Press.
Nasution, A. (2019). Metode pengukuran jari-jari Bumi oleh al-Biruni dan akurasinya dalam konteks modern. Jurnal Sains dan Peradaban Islam, 7(2), 112–121.
Nasution, S. (2021). Epistemologi Islam dan implikasinya terhadap sains modern. Jurnal Filsafat dan Pemikiran Islam, 12(3), 88–102.
Nurhuda, A. (2022). Peran dan kontribusi Islam dalam dunia ilmu pengetahuan. Jurnal Pemikiran Islam, 2(2), 222.
Pormann, P. E., & Savage-Smith, E. (2007). Medieval Islamic medicine. University Press.
Putri, J. (2023). Kemajuan peradaban Islam di era Society 5.0. Jurnal Wahana Karya Ilmiah Pendidikan, 7(1), 42–54. https://doi.org/10.35706/wkip.v7i01.9241
Rashed, R. (1994). The development of Arabic mathematics: Between arithmetic and algebra (BSPS vol. 156). Springer. https://doi.org/10.1007/978-94-017-3274-1
Sairah, R. A. (2023). Warisan filsafat Islam di Kota Fez dan sumbangsihnya bagi masyarakat Indonesia. Rausyan Fikr: Jurnal Ilmu Studi Ushuluddin dan Filsafat, 19(1), 1–36. https://doi.org/10.24239/rsy.v19i1.1670
Saliba, G. (1995). A history of Arabic astronomy: Planetary theories during the Golden Age of Islam. NYU Press.
Saliba, G. (2007). Islamic science and the making of the European Renaissance. MIT Press. https://doi.org/10.7551/mitpress/3981.001.0001
Schreiber, A., Wagner, Y., & Becker, L. (2024). Integrating Islamic values in science education: A case study in Indonesian Islamic schools. World Journal of Islamic Learning and Teaching, 1(1), 18–22. https://doi.org/10.61132/wjilt.v1i1.99
Shofa, S. Z., Nurhawa, F. A., Ubaidillah, M., Arzaki, A. A., & Faisol, F. (2025). Kontribusi Islam terhadap ilmu pengetahuan: Dari tradisi ke peradaban global. Maliki Interdisciplinary Journal, 3(6), 1406–1415.
Shuriye, A. O. (2011). Reassessment of Islamic astronomical sciences. Australian Journal of Basic and Applied Sciences, 5(7), 99–105.
Sihaloho, W. (2023). Warisan ilmiah Muslim dan Renaisans Eropa. Jurnal Ushuluddin, 22(1), 1–20. https://doi.org/10.24239/rsy.v19i1.1670
Siregar, M., & Lubis, H. (2020). Integrasi ilmu dan agama dalam perspektif Islam: Telaah terhadap sejarah sains Islam. Jurnal Ilmiah Al-Fikrah, 8(2), 55–70.
Smith, E. S., Lindberg, D. C., & Shank, M. H. (2013). Medicine in Medieval Islam. In The Cambridge History of Science. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CHO9780511974007.007
Soelaiman, D. A. (2019). Filsafat ilmu pengetahuan: Perspektif Barat dan Islam (R. S. Putra, Ed.; Cetakan 1). Bandar Publishing.
Sofyan, A., Rahmawati, L., & Yusuf, M. (2021). Islamic knowledge and scientific rationality: A re-integration approach. International Journal of Islamic Thought, 19(1), 33–47.
Sofyan, M., & Supriyadi, R. (2022). Kontribusi peradaban Islam dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Jurnal Tarbawi, 9(1), 45–58.
Susanto, E. (2020). Sejarah pendidikan Islam: Kontribusi Islam dalam mengembangkan sains dan teknologi. At-Turots: Jurnal Pendidikan Islam, 2(1), 11–22. https://doi.org/10.51468/jpi.v2i1.23
Tracy, D. (2020). From Al-Tusi to Copernicus: Transmission of astronomical ideas in the late medieval world. Journal of the History of Astronomy, 51(2), 145–168.
Utami, Y. (2023). Pendidikan konsep ta’dib sebagai upaya pembentukan karakter Muslim menjadi saintis beradab. Pedagogy: Jurnal Pendidikan Islam, 2(1), 12–25. https://doi.org/10.63889/pedagogy.v11i2.86
DOI: https://doi.org/10.18860/eh.v27i2.37106
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |

