Qur’anic Analysis of Gamelan Singo Mengkok and Tembang Pangkur as Sunan Drajat’s Cultural Dakwah

Azhari Falakhuddin Al-Hafidz, Estalia Rona Ratu Roy, Yandri Agusta Putra, Yandra Agusta Putra, Ahmad Fadhol Maulana

Abstract


This study examines the role of Gamelan Singo Mengkok and Tembang Pangkur as cultural daʿwah media used by Raden Qasim (Sunan Drajat) to spread Islam along Java's northern coast during the 15th–16th centuries. While research on the Walisongo is widespread, few studies integratively analyze the symbolic meaning of Singo Mengkok and the textual message of Pangkur through a Qur’anic perspective, leaving a critical gap in understanding how art, scripture, and daʿwah values interconnect. This study explores how these traditional art forms functioned as persuasive media for conveying moral, spiritual, and social teachings, and identifies the specific Qur’anic values embedded within them. Employing a descriptive qualitative method with a historical-analytical and interpretive approach, the research draws on primary sources—including Tembang Pangkur lyrics, field observations at the Sunan Drajat Museum, and custodian interviews—alongside secondary literature on Javanese culture and Qur’anic studies. The findings reveal that Gamelan Singo Mengkok symbolizes humility and self-control, serving as an effective tool for daʿwah bil-hikmah (wise propagation). Meanwhile, Tembang Pangkur conveys core values of monotheism, repentance, obedience, knowledge-seeking, social responsibility, and national unity. These elements align with Qur’anic principles of wisdom and cultural accommodation, allowing Islamic teachings to integrate harmoniously with local traditions. In conclusion, the synthesis of Gamelan Singo Mengkok and Tembang Pangkur represents a transformative daʿwah model relevant for addressing contemporary moral, spiritual, and social challenges. Future research should leverage digital humanities to preserve and adapt these traditional arts through modern technology.

Penelitian ini mengkaji peran Gamelan Singo Mengkok dan Tembang Pangkur sebagai media dakwah kultural yang digunakan oleh Raden Qasim (Sunan Drajat) untuk menyebarkan Islam di sepanjang pantai utara Jawa pada abad ke-15 hingga ke-16. Meskipun penelitian tentang Walisongo sudah meluas, belum banyak studi yang menganalisis secara integratif makna simbolis Singo Mengkok dan pesan tekstual Pangkur melalui perspektif Al-Qur'an. Hal ini menyisakan celah kritis dalam memahami bagaimana seni, kitab suci, dan nilai-nilai dakwah saling keterkaitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana bentuk-bentuk kesenian tradisional tersebut berfungsi sebagai media persuasif untuk menyampaikan ajaran moral, spiritual, dan sosial, serta mengidentifikasi nilai-nilai Al-Qur'an yang terkandung di dalamnya. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan historis-analitis dan interpretatif, penelitian ini bertumpu pada sumber-sumber primer—termasuk lirik Tembang Pangkur, pengamatan lapangan di Museum Sunan Drajat, dan wawancara dengan juru kunci—serta literatur sekunder tentang kebudayaan Jawa dan studi Al-Qur'an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gamelan Singo Mengkok melambangkan kerendahan hati dan pengendalian diri, yang berfungsi sebagai sarana efektif untuk dakwah bil-hikmah (penyeruan yang bijaksana). Sementara itu, Tembang Pangkur menyampaikan nilai-nilai inti berupa tauhid, pertobatan, ketaatan, pencarian ilmu, tanggung jawab sosial, dan persatuan nasional. Elemen-elemen ini selaras dengan prinsip-prinsip Al-Qur'an tentang hikmah dan akomodasi kultural, yang memungkinkan ajaran Islam berintegrasi secara harmonis dengan tradisi lokal. Kesimpulannya, sintesis antara Gamelan Singo Mengkok dan Tembang Pangkur merepresentasikan sebuah model dakwah transformatif yang relevan untuk menjawab tantangan moral, spiritual, dan sosial kontemporer. Penelitian di masa depan perlu memanfaatkan pemanfaatan humaniora digital untuk melestarikan dan mengadaptasikan kesenian tradisional berbasis dakwah ini melalui teknologi modern


Keywords


cultural da'wah; Gamelan Singo Mengkok; Sunan Drajat; Tembang Pangkur; Qur’anic perspective

References


Asfar, K. (2020). Konsep ukhuwah perspektif Al-Qur’an; Relevansinya di masa pandemi Covid-19. Jurnal Al-Wajid, 1(2), 212–236. https://doi.org/10.30863/al-wajid.v1i2.996

Asrori, M., Asy’arie, B. F., Akhirudin, Yusup Sofian, G., Syakir Hidayat, A. F., Suja, A., & Roibin. (2025). Islamic educational and cultural values in Indonesian puppetry art: a systematic literature review. Cogent Education, 12(1). https://doi.org/10.1080/2331186X.2025.2490445

Becker, J. (1980). Traditional Music in Modern Java: Gamelan in a Changing Society. University of Hawai’i Press.

Dasy, R. (1998). Manuskrip tentang Ilmu Raksa, koleksi R. Patah Kusumo di Desa Drajat, Teks sudah dialih bahasakan oleh Rahmat Dasy (Sunan Drajat).

Daud, M. R. H., Muthalib, S. A., & Djuned, M. (2017). Konsep Ikhlas dalam Al-Qur’an. Tafse: Journal of Qur’anic Studies, 2(2), 180–197. https://doi.org/10.22373/tafse.v2i2.13635

Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2017). The SAGE Handbook of Qualitative Research (5th ed.). SAGE Publications.

Gunawan, A. (2018). Teologi Surat al-Maun dan Praksis Sosial Dalam Kehidupan Warga Muhammadiyah. SALAM: Jurnal Sosial Dan Budaya Syar-i, 5(2), 161–178. https://doi.org/10.15408/sjsbs.v5i2.9414

Hadari, Basri, H., & Abubakar, A. (2023). Ukhuwah Dalam Al-Qur’an (Studi Tafsir Tematik). Jurnal Tafsere, 11(1). https://doi.org/10.55681/jige.v6i1.3610

Hasanah, U. (2022). Implementasi nilai-nilai keikhlasan dan kesederhanaan dalam membentuk karakteristik santri. Nihaiyyat: Journal of Islamic Interdisciplinary Studies, 1(1), 1–15. https://ejournal.tmial-amien.sch.id/index.php/nihaiyyat/article/view/2

Idris, & Ridho, A. R. (2024). Urgensi pendidikan menurut Al-Qur’an dan Hadits. Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, 2(3), 357–366. https://doi.org/10.15575/mjiat.v2i3.31325

Idrus, A., Fahriah, P. H., Gunawan, A., & Kartika, R. F. (2025). Teologi Al Ma’un: Analisis kontribusi pemikiran ekonomi Islam dalam penyebaran kebaikan. Misykat Al-Anwar: Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat, 8(2), 271–290. https://doi.org/10.24853/ma.8.2.271-290

Iksan, H. (2014). Sunan Drajat dalam Sejarah dan Warisan Ajarannya. Sunan Drajat.

Khattab, M. (n.d.). The clear Quran: A thematic English translation. Book Center. https://theclearquran.com

Kuntowijoyo. (2003). Metodologi sejarah (Edisi revisi). Tiara Wacana.

Lutfianto, & Junaidi. (2022). Form, materiality, and symbolism in non-Arabic muslim arts: A case study from Indonesian wayang performance. Esensia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 23(2), 224–232. https://doi.org/10.14421/esensia.v23i2.3212

Ma’ruf, M. W. (2020). Ukhuwah dalam Al-Qur’an dan Implementasinya dalam Pendidikan Islam. Dirasat Islamiah: Jurnal Kajian Keislaman, 1(2), 127–140. https://doi.org/10.5281/zenodo.4632530

Masyhadi, A. A. (2019). Nilai-Nilai Tasawuf Ajaran Sunan Drajat. UIN Sunan Ampel.

Qibtiyah, R. (2020). Tembang Pangkur Sebagai Media Dakwah Penyebaran Islam Oleh Raden Qasim Drajat. UIN Sunan Ampel.

Rahmanudin, D. (2022). Ikhlas antara perspektif dan praktek. Tazkiyah, 4(1), 45–54. https://jurnal.staiaulia.ac.id/index.php/TAZKIYAH/article/view/56

Ramadhani, B. O., Pinky, D. H., Arjani, N., Hukama Z., Hilmayandani, R., Wulandari, S., & Wismanto, W. (2024). Rasulullah Sebagai Role Model Ketaatan Yang Membentuk Pribadi Unggul. Jurnal Faidatuna, 5(4), 43–54. https://doi.org/10.53958/ft.v5i4.611

Setiawan, A. (2022). Polemic and reasons for reusing wayang and gamelan as a medium for contemporary preaching Islam religion in Central Java, Indonesia. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 22(2), 254–240. https://doi.org/10.15294/harmonia.v22i2.38636

Sukarman, S., & Saifullah, A. (2023). Nilai-Nilai Pendidikan Humanistik dalam Dakwah Sunan Drajat. Jurnal Progress: Wahana Kreativitas Dan Intelektualitas, 11(1), 51. https://doi.org/10.31942/pgrs.v11i1.8327

Sunyoto, A. (2017). Atlas Walisongo. Pustaka IIMaN.

Sutton, R. A. (1991). Traditions of Gamelan Music in Java: Musical Pluralism and Regional Identity. Cambridge University Press.

Zainuddin, Z., Syihabuddin, S., Putra, A. P., & Nahadi, N. (2024). Developing Qur’an-Based Self-Assessment Instruments for Measuring and Internalizing Religious Character Values. Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah, 9(2), 487–497. https://doi.org/10.24042/tadris.v9i2.25027




DOI: https://doi.org/10.18860/eh.v28i1.37584

Editorial Office:  Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Jalan Gajayana No.50, Malang, Indonesia 65144

CC BY-NC-SA 4.0

This work is licensed under a CC-BY-NC-SA.
ISSN: 1858-4357 | e-ISSN: 2356-1734

Phone: +6282333435641
Fax: (0341) 572533
Email: elharakah@uin-malang.ac.id
elharakahjurnal@gmail.com
Website: http://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/infopub
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang