The Change of Religious Understanding from Ideal-Rationality to Pragmatic-Materialistic
Abstract
Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan dan memahami gejala new act dalam beragama yaitu fenomena pergeseran pemahaman spiritual dari idealitas-rasionalitas ke pragmatis-materialistis dalam beragama. Penelitian ini difokuskan pada fenomena munculnya kelompok-kelompok atau aliran-aliran baru dalam masyarakat Islam di Indonesia. Secara rinci penelitian ini adalah untuk menjawab pertanyaan-pertanyan berikut ini. Apa yang melatarbelakangi adanya perubahan pemahaman agama dari idealitas-rasionalitas ke pragmatismaterialistis dalam beragama masyarakat sekarang ini? Bagaimana proses perubahan keberagamaan itu terjadi pada masyarakat Islam? Mengapa umat beragama sekarang ini cenderung kepada pemahaman agama secara pragmatismaterialistis sehingga kehilangan orientasi dan meninggalkan ajaran-ajaran agama yang telah dipahami sebelumnya? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Berdasarkan analisis data terdapat tiga macam tipologi kelompok muslim yang mengalami pergeseran pemahaman agama dari idealitas-rasionalitas ke pragmatis-materialistis. Hal ini terjadi karena adanya kesenjangan antara kualitas keimanan dengan keinginan untuk menjadi kaya secara instan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abdullah, T. (1982). Agama, etos kerja dan perkembangan ekonomi. Jakarta: LP3ES.
Abraham, J. H. (1977). Origins and growth of sociology. Harmondsworth, UK: Penguin.
Bellah, R. N. (1967). Civil religion in America. Daedalus, 96(1), 1–21.
Bellah, R. N. (1976). New religious consciousness and the crisis in modernity. In The new religious consciousness (pp. 333–352).
Dawson, C. (1930). Progress and religion: An historical enquiry. The Sociological Review, 22(1), 52–65.
Dhavamony, M. (1995). Fenomenologi agama. Yogyakarta: Kanisius.
D’Hendropuspito, O. C. (1983). Sosiologi agama. Yogyakarta: Kanisius.
Durkheim, E., & Swain, J. W. (2008). The elementary forms of the religious life. Mineola, NY: Courier Corporation.
Esposito, J. L. (1985). Islam dan perubahan sosial-politik di negara sedang berkembang. Yogyakarta: PLP2M.
Fromm, E. (1959). Sigmund Freud’s mission: An analysis of his personality and influence. Gloucester, MA: Peter Smith Publication.
Geertz, C. (1963). Agricultural involution: The process of ecological change in Indonesia. Berkeley: University of California Press.
Greene, E. B. (1941). Religion and the state: The making and testing of an American tradition. New York: Ams Press Inc.
Ishomuddin. (1996). Pergeseran nilai pemahaman keagamaan dan perubahan sosial di pedesaan. Jurnal Ulumuddin, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang.
Issawi, C. (1950). An Arab philosophy of history: Selections from the prolegomena of Ibn Khaldun of Tunis (p. 190). London: John Murray.
Khaldun, I. (n.d.). Kitab al-‘Ibar, wa Diwan al-Mubtada' wa al-Khabar fi Ayyam al-‘Arab wa al-‘Ajam wa al-Barbar wa man Asharohum min Dawi al-Sultan al-Akbar.
Leech, N. L. (2007). Sampling designs in qualitative research: Making the sampling process more public. The Qualitative Report, 12(2), 147–157.
Levy, R. (1971). The social structure of Islam (Vol. 182). Cambridge: CUP Archive.
Marx, K. (1999). Kajian kritis Das Kapital. Teplok.
Nottingham, K. E. (1990). Agama dan masyarakat: Suatu pengantar sosiologi agama (A. M. Narahong, Trans.). Jakarta: Rajawali.
O’Dea, T. F. (1968). The sociology of religion. New Jersey: Prentice-Hall, Inc.
Robertson, R. (1988). Agama dalam analisa dan interpretasi sosiologis. Jakarta: Rajawali.
Sanderson, S. K. (1993). Sosiologi makro: Sebuah pendekatan terhadap realitas sosial (F. Widjidi & S. Menno, Trans.). Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Shaftesbury, A. A. C. (1999). Characteristics of men, manners, opinions, times (L. E. Klein, Ed.). Cambridge: Cambridge University Press.
Smith, D. E. (1970). Religion and political development: An analytic study. Boston: Little, Brown.
Sulaiman, F. H. (1987). Pandangan Ibnu Khaldun tentang pendidikan (H. N. Ali, Trans.). Semarang: Diponegoro.
Swarsono, & Alvin, Y. S. (1991). Perubahan sosial dan pembangunan di Indonesia. Jakarta: LP3ES.
Tawney, R. H. (1926). Religion and the rise of capitalism (Vol. 23). New Brunswick: Transaction Publishers.
Turner, B. S. (1994). Sosiologi Islam: Suatu telaah analitis atas tesa sosiologi Weber. Jakarta: Rajawali.
Vernon, G. M. (1962). Sociology of religion. New York: McGraw Hill Book Company.
Von der Mehden, F. R. (1963). Religion and nationalism in Southeast Asia: Burma, Indonesia, the Philippines. Madison: University of Wisconsin Press.
Wallace, A. (1966). Religion: An anthropological view. New York: Random House.
Weber, M. (1930). The Protestant ethic and the spirit of capitalism (T. Parsons, Trans.). London: George Allen and Unwin.
Yinger, J. M. (1970). The scientific study of religion. New York: Macmillan.
DOI: https://doi.org/10.18860/el.v19i2.4186
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |

