Aneka Ragam Spiritualitas dalam Kebudayaan Kontemporer
Abstract
Spiritualisme adalah bagian tak terpisahkan dari eksistensi manusia. Pengurangan dimensi ini akan berdampak negatif bagi eksistensi manusia. Hal ini menyebabkan munculnya fenomena baru, atau bahkan budaya baru dalam kehidupan masyarakat modern. Fenomena ini termasuk meningkatnya minat mereka terhadap spiritualisme. Meski demikian, spiritualisme dalam konteks ini tidak selalu identik dengan agama. Bahkan, fenomena ini tak lepas dari kapitalisme. Oleh karena itu, spiritualitas yang berkembang baru-baru ini memiliki berbagai bentuk, yaitu (1) spiritualisme sekularisasi, (2) spiritualisme iman, (3) spiritualisme libidinalisasi, (4) schizo-spiritualisme, (5) hybrid-spiritualism, dan (6) techno-spiritualisme. Selanjutnya, ada pula ekspresi spiritualisme lain, yaitu munculnya agama baru atau gerakan kuasi-agama. Munculnya gerakan ini dipengaruhi oleh usaha melepaskan diri dari perhelatan religius. Manifestasi lain dari spiritualisme ini adalah dalam bentuk gerakan fundamentalisme. Intinya, gerakan ini bisa dilihat dari kemunculan kultus ekstrem, seperti yang mengajarkan cara tragis kematian.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Baudrillard, J. P. (2006). Masyarakat konsumsi (Wahyunto, Trans.). Yogyakarta: Kreasi Wacana.
Fromm, E. (1971). The sane society. New York: Holt, Rinehart and Winston.
Jalaluddin. (2002). Psikologi agama. Jakarta: Rajawali Press.
Latif, Y., et al. (1994). “Kekerasan” spiritual dalam masyarakat pasca-modern. Jurnal Ulumul Quran, 5(3).
Naisbitt, J., et al. (1990). Megatrend 2000. New York: William Morrow.
Richard, T. A. (2003). Memahami fundamentalisme (M. Shodiq, Trans.). Surabaya: Pustaka Eureka.
Samekto, F. X. A. (2008). Kapitalisme, modernisasi, dan kerusakan lingkungan. Yogyakarta: Genta Press.
Sukidi. (2001). New Age, wisata spiritual lintas agama. Jakarta: Gramedia.
Toffler, A. (1990). The third wave. New York: Bantam Books.
Van Bruinessen, M. (1992). Gerakan sempalan di kalangan umat Islam Indonesia: Latar belakang sosial budaya. Jurnal Ulumul Quran, 3(1).
Wora, E. (2006). Perenialisme, kritik atas modernitas dan postmodernisme. Yogyakarta: Kanisius.
Yasraf, A. P. (2007). Membaca spirit dunia: Fenomenologi, semiotika realitas, spiritualitas. In A. Adlin (Ed.), Spiritualitas dan realitas kebudayaan kontemporer (pp. xx–xx). Yogyakarta–Bandung: Jalasutra.
DOI: https://doi.org/10.18860/el.v1i1.423
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |
