Kebebasan Beragama dan Demokratisasi di Indonesia
Abstract
Tujuan penelitian ini untuk memahami kebebasan beragama dan proses demokratisasi di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebebasan beragama di Indonesia diatur oleh undang-undang. Dalam pengertian ini, kebebasan beragama berarti kebebasan memilih dan percaya pada agama tertentu, tidak berarti orang memiliki kebebasan untuk bersikap ateis. Sebenarnya, kebebasan beragama di Indonesia belum berjalan dengan baik karena ada agama yang dilarang dengan mengklaimnya sebagai agama yang salah dan menyimpang. Selanjutnya, kekerasan oleh agama ke agama lain biasa terjadi dalam kehidupan sosial.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Billah, M. M. (2007). Pluralitas agama di Indonesia: Memilih kerangka pemahaman atas keberadaan aliran keagamaan dari perspektif teologi dan HAM. Malang: UIN Malang.
Haryatmoko. (1999). Pluralisme agama dalam perspektif filsafat. Yogyakarta: IAIN Sunan Kalijaga.
IslamLib. (n.d.). Artikel kebebasan beragama dan berkeyakinan. Retrieved from https://www.islamlib.com
Mulia, M. (2005). Hak asasi manusia dan kebebasan beragama. Retrieved from https://www.sinarharapan.co.id/berita/opi01.html
Pulungan, J. S. (1994). Prinsip-prinsip pemerintahan dalam Piagam Madinah ditinjau dari pandangan al-Qur’an. Jakarta: Rajawali Press.
Reese, W. L. (1999). Dictionary of philosophy and religion. New York: Humanities Books.
Solomon, R. C., & Higgins, K. M. (2002). Sari sejarah filsafat (S. Pasaribu, Trans.). Yogyakarta: Yayasan Benteng Budaya.
DOI: https://doi.org/10.18860/el.v0i0.431
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |
