Guarding Sharia Economy in Indonesia Optimization of Contemporary Ulama Authority and Local Wisdom
Abstract
Ekonomi syariah adalah merupakan salah satu sistem ekonomi, di samping kedua sistem yang lain yakni kapitalis dan sosialis. Sekalipun sistem sosialis akhir-akhir ini tidak lagi populer di tingkat global, namun dalam kenyataan sistem ekonomi syariah masih kalah cepat dengan sistem kapitalis yang sekularistik. Dalam praktiknya, sistem kapitalis mengandung banyak kelemahan sehingga masyarakat dunia mulai mencari sistem lain sebagai solusi, yakni ekonomi syariah. Di Indonesia sistem ini perkembangannya relatif lambat sehingga perlu mengoptimalkan peran ulama dan fungsi kearifan lokal. Wacana ini merupakan penelitian pustaka dengan sumber data dari berbagai literatur dan isu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dengan otoritasnya, ulama kontemporer dapat melakukan peran sebagai pemberi fatwa, pencerah, pemikir dan pelaku ekonomi. Pencerahan dapat dilakukan melalui acara keagamaan atau pendidikan, sedangkan praktik bisnis dapat dilakukan di pesantren dengan mengembangkan usaha, yang semuanya itu merupakan bagian dan fungsi dari kearifan lokal.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Afzalurrahman (Ed.). (1982). Muhammad: Encyclopedia of Seerah. London: The Muslim Schools Trust.
Amin, K. H. M. (2017). Solusi hukum Islam (Makharij Fiqhiyyah) sebagai pendorong arus baru ekonomi syariah di Indonesia (Kontribusi fatwa DSN-MUI dalam peraturan perundang-undangan RI) [Scientific oration]. Malang: Ministry of Religious Affairs, UIN Maliki Malang.
Antonio, M. S. (1999). Bank syariah: Wacana ulama & cendekiawan. Jakarta: Tazki Institute.
Antonio, M. S. (2009). Asma’ul Husna for success in business & life. Jakarta: Tazkia Publishing.
Anwar, C. (1996). Dinamika kultural masyarakat Madura. In Ruh Islam dalam budaya bangsa: Aneka budaya di Jawa (pp. xx–xx). Jakarta: Yayasan Festival Istiqlal.
Arifin, I. (1993). Kepemimpinan kiai: Kasus Pondok Pesantren Tebuireng. Malang: Kalimasada Press.
Atasi krisis dengan ekonomi syariah. (2009, May 17). Republika.
Bakhri, M. S. (2004). Kebangkitan ekonomi syariah di pesantren: Belajar dari pengalaman Sidogiri. Pasuruan: Cipta Pustaka Utama.
Bangun ekonomi umat. (2017, March 31). Republika.
Dhofir, Z. (1982). Tradisi pesantren: Studi tentang pandangan hidup kiai. Jakarta: LP3ES.
Djakfar, M. (2007). Agama dan etos bisnis elit pesantren salafiyah: Studi kasus di Pondok Pesantren Assirojiyyah Sampang Madura. Jurnal Akuntansi, Bisnis & Manajemen, 14(3), 1–20.
Djakfar, M. (2009). Anatomi perilaku bisnis: Dialektika etika dengan realitas. Malang: UIN Malang Press.
Djakfar, M. (2012). Etika bisnis: Menangkap spirit ajaran langit dan pesan moral ajaran bumi. Depok: Penebar Plus.
Djakfar, M. (2014). Agama, etika, dan ekonomi: Menyingkap akar pemikiran ekonomi Islam kontemporer, menangkap esensi, menawarkan solusi. Malang: UIN-Maliki Press.
Djakfar, M. (2015). Wacana teologi ekonomi: Membumikan titah langit di ranah bisnis dalam era globalisasi (Rev. ed.). Malang: UIN Maliki Press.
Ekonomi syariah opsi serius. (2009, June 9). Republika.
Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia. (2016). Fatwa No. 108/DSN-MUI/X/2016 tentang pedoman penyelenggaraan pariwisata berdasarkan prinsip syariah.
Fitri, A. Z. (2012). Pola interaksi harmonis antara mitos, sakral, dan kearifan lokal masyarakat Pasuruan. El-Harakah, 14(1), 1–12.
Horikoshi, H. (1987). Kiai dan perubahan sosial. Jakarta: P3M.
Iskandar, M. (2017, May 14). Peran besar ulama dan pesantren di Priangan. Republika.
Keddie, N. R. (Ed.). (1978). Scholars, saints, and Sufis. California: University of California Press.
Kuntowijoyo. (1993). Radikalisasi petani. Yogyakarta: Bentang.
Mannan, M. A. (1995). Teori dan praktik ekonomi Islam (M. Nastangin, Trans.). Yogyakarta: Dana Bhakti Wakaf.
Mansurnoor, I. A. (1990). Islam in an Indonesian world: Ulama of Madura. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Non Muslim tak perlu takut syariat Islam. (2007, April 18). Republika.
Pengusaha Muslim bangun jejaring. (2017, March 29). Republika.
Pitana, I. G., & Gayatri, P. G. (2005). Sosiologi pariwisata. Yogyakarta: Andi Publisher.
Pitana, I. G., & Diana, I. K. S. (2009). Pengantar ilmu pariwisata. Yogyakarta: Andi Publisher.
Qardhawi, Y. (1995). Dawr al-qiyam wa al-akhlaq fi iqtishad al-Islami. Mesir: Maktabah Wahbah.
Shihab, M. Q. (1993). Membumikan Al-Qur’an: Fungsi dan peran wahyu dalam kehidupan masyarakat. Bandung: Mizan Publisher.
Ulama dan ekonomi syariah: Belajar dari pengalaman Sudan. (2004). In M. S. Bakhri, Kebangkitan ekonomi syariah di pesantren: Belajar dari pengalaman Sidogiri (pp. xx–xx). Pasuruan: Cipta Pustaka Utama.
Urgensi sertifikat halal. (2017, May 12). Republika.
Wisata halal, tumpuan Indonesia. (2017, May 12). Republika.
DOI: https://doi.org/10.18860/el.v19i2.4433
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |
