Tingkat Kecerdasan Mahasiswa Ditinjau dari Perbedaan Fakultas di Lingkungan UIN Malang
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan Intelligent Quotient (IQ), Emotional Intelligence (El), Spiritual Intelligence (SI) diantara siswa UIN Malang. Subjek penelitian adalah 304 siswa Universitas Negeri Islam di Malang, dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes IQ dan skala psikologis. Skala psikologis meliputi skala kecerdasan spiritual, skala kecerdasan emosional, dan skala agresivitas. Data dianalisis dengan menggunakan analisis varians dengan SPSS versi 10.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa dari semua fakultas di UIN Malang dengan IQ. Namun, tidak ada perbedaan yang signifikan pada EI dan SI. Mahasiswa fakultas sains dan teknologi mendapat nilai rata-rata IQ tertinggi yang bisa menjadi hasil paparan akademis yang mereka dapatkan. Selain itu, dapat disimpulkan bahwa atmosfir akademik yang kondusif dapat mempengaruhi perbedaan prestasi akademik siswa.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Arikunto, S. (1990). Manajemen penelitian. Yogyakarta: Rineka Cipta.
Aziz, R. (2001). Peranan kecerdasan emosional terhadap penyesuaian diri dan perilaku delinkuen pada remaja di Yogyakarta. Ulul Albab: Jurnal Studi Islam, Sains, dan Teknologi, 3(1).
Azwar, S. (1998). Psikologi inteligensi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Azwar, S. (2000). Pengembangan skala psikologis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Baron, R. A., & Byrne, D. (1997). Social psychology. Boston: Allyn & Bacon.
Cooper, R. K., & Sawaf, A. (1998). Executive EQ: Kecerdasan emosional dalam kepemimpinan dan organisasi (Widodo, Trans.). Jakarta: Gramedia.
Efendi, A. (2005). Revolusi kecerdasan abad 21: Kritik MI, EI, SQ, AQ & successful intelligence atas IQ. Bandung: Alfabeta.
Farid, M., & Mashuri. (2003). Mengenal inteligensi. Jakarta: Sains.
Gardner, H. (1993). Frames of mind: The theory of multiple intelligences. New York: Basic Books.
Ginanjar, A. (2003). Emotional spiritual quotient: Rahasia sukses membangun kecerdasan emosi dan spiritual. Jakarta: Gramedia.
Goleman, D. (1995). Emotional intelligence: Why it can matter more than IQ. New York: Bantam Books.
Gothman, J. (1997). The heart of parenting. New York: Bantam Books.
Groth-Marnat, G. (1984). The handbook of psychological assessment. New York: Van Nostrand Reinhold Company.
Hadi, S. (1996). Metodologi research (Vol. 3). Yogyakarta: Andi Offset.
Martaniah, S. M. (1997). Model pengembangan sumber daya manusia. Jurnal Psikologika, 2 (Januari).
Monks, F. J., Knoers, A. M. P., & Haditono, S. R. (n.d.). Psikologi perkembangan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Nazir, M. (1987). Metode penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Patton, R. (1998). Emotional intelligence di tempat kerja (Dahlan, Trans.). Jakarta: Pustaka Delapratasa.
Pasiak, T. (2003). Revolusi IQ, EQ, dan SQ: Antara neurosains dan Al-Qur’an. Bandung: Mizan.
Raven, J. C. (1972). Guide to the standard progressive matrices. Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM.
Santoso, S. (2001). SPSS versi 10: Mengolah data statistik secara profesional. Jakarta: Media Komputindo.
Schultz, D. P., et al. (1994). Psikologi sosial (Adriyanto, Trans.). Jakarta: Erlangga.
Sudjana, N. (1988). Tuntunan penyusunan karya ilmiah. Bandung: Sinar Baru.
Tischler, B., & McKeage, R. (2002). Linking emotional intelligence, spirituality and workplace performance. Journal of Managerial Psychology, 17(3).
Vernon, R. E. (1973). Intelligence and cultural environment. London: Methuen & Co.
Zohar, M., & Marshall, I. (2000). Spiritual intelligence: The ultimate intelligence. London: Bloomsbury Publishing
DOI: https://doi.org/10.18860/el.v8i3.4603
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |
