Agama, Moral dan Etika: Perspektif Dialektika dan Implikasinya dalam Ekonomi
Abstract
Agama, moral dan etika adalah institusi yang memiliki nilai kearifan dan keadilan pembelajaran yang sama. Mereka menjalani dialektika dalam kehidupan sehari-hari. Jika tidak, hasil dialektika tidak akan pernah berarti tanpa berhubungan dengan masalah kontekstual, seperti ekonomi. Makalah ini membahas bagaimana implikasi dialektika dalam kegiatan ekonomi. Ada 2 pola pemikiran. Pertama, pola Al-Ghozali lebih menekankan pada kekuatan teologi daripada alasan, karena didasarkan pada Al-Qur'an dan Hadis. Pola ini diikuti oleh Yusuf Qardhawi, Mustaq Ahmad dan M. Quraish Shihab. Kedua, pola yang diarahkan oleh E.Kant menggunakan kekuatan kritis dan analisis yang tajam. Pola ini diikuti oleh Weber, Pratley dan Rowland. Untuk menampakkan pertumbuhan zaman, kedua pola tersebut perlu dikembangkan agar lebih optimal dalam membimbing kegiatan ekonomi lebih lanjut. Namun, kemajuan ekonomi membutuhkan pengetahuan dan kekuatan spiritual.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abdullah, M. A. (1997). Falsafah kalam di era postmodernisme. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Abdullah, M. A. (2002). Antara Al-Ghazali dan Kant: Filsafat etika Islam (Hamzah, Trans.). Jakarta: Mizan.
Ahmad, M. (2001). Business ethics in Islam. Pakistan: The International Institute of Islamic Thought.
Bertens, K. (1997). Etika. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Djakfar, M. (2004). Religion and ethics: Eksplorasi posisi agama dan etika dan hubungan antara keduanya (Kajian dari aspek filsafat). Makalah seminar kelas, Filsafat Agama, Program Doktor, Pascasarjana IAIN Sunan Ampel, Surabaya, Semester Genap 2003/2004.
Fakhry, M. (1996). Etika dalam Islam (Z. Baidhawy, Trans.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar & Pusat Studi Islam UMS.
Kattsoff, L. O. (1986). Elements of philosophy. New York: The Ronald Press.
Kessler, G. E. (n.d.). Philosophy of religion: Toward a global perspective. California: Wadsworth Publishing Company.
Nasr, S. H. (2003). Islam: Agama, sejarah dan peradaban (K. Adiwidjajanto, Trans.). Surabaya: Risalah Gusti.
O’Hear, A. (1984). Experience, explanation and faith: An introduction to the philosophy of religion. London: Routledge & Kegan Paul.
Pratley, P. (1997). The essence of business ethics: Etika bisnis (G. Prasetio, Trans.). Yogyakarta: Andi & Simon & Schuster (Asia).
Qardhawi, Y. (1995). Daurul qiyam wal akhlaq fil iqtishad al-Islami. Cairo, Egypt: Maktabah Wahbah.
Rowland, D. (1992). Etika bisnis Jepang: Petunjuk praktis menuju sukses orang Jepang (S. Simamora, Trans.). Jakarta: Bumi Aksara.
Saleh, F. (2003). Filsafat agama: Pokok-pokok bahasan dalam perkuliahan Filsafat Agama Program Doktor (S3) IAIN Sunan Ampel Surabaya Semester Gasal 2003-2004. Surabaya.
Shihab, M. Q. (1997). Etika bisnis dalam wawasan al-Qur’an. Jurnal Kebudayaan dan Peradaban Ulumul Qur’an, 7(3).
Stewart, D. (1980). Exploring the philosophy of religion. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall.
Sukirno, S. (1997). Pengantar teori mikroekonomi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Suriasumantri, J. S. (1996). Filsafat ilmu: Sebuah pengantar populer. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Suseno, F. M. (1987). Etika dasar: Masalah-masalah pokok filsafat moral. Yogyakarta: Kanisius.
Vos, H. D. (2002). Pengantar etika (S. Soemargono, Trans.). Yogyakarta: PT Tiara Wacana Yogya.
Weber, M. (1983). Etika protestan dan semangat kapitalisme (Y. Priyasudiarja, Trans.). Jakarta: Pustaka Promethea.
Wibisono, K. (n.d.). Arti perkembangan menurut filsafat positivisme Auguste Comte. Yogyakarta: Gadjah Mada University
DOI: https://doi.org/10.18860/el.v8i1.4611
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |
