Peminjaman Kata (Isti’arah) dalam Al Quran
Abstract
Isti’arah adalah kata pinjaman yang digunakan dalam kata lain karena beberapa faktor. Alquran sangat sukar dipahami hanya berdasar prinsip Lingusitik tetapi ia juga harus dipelajari menggunakan pendekatan lain, seperti Sastra yang sering digunakan dalam studi kontemporer, lebih dikenal sebagai pendekatan sastra terhadap Alquran. Isti’arah adalah bagian dari sastra. Alquran dengan segala keagungannya berisi aspek kesusasteraan yang tak terbantahkan bagi siapapun yang mengerti. Maka, cendekiawan Muslim setuju bahwa peminjaman kata (Isti’arah) dalam Alquran bertujuan untuk menarik perhatian pendengar dan pembacanya, menambah kepercayaan kita pada keajaiban Alquran dalam aspek sastra. Contohnya kata saaqin (anak sapi) adalah interpretasi situasi yang kacau, al dzulumaat (kegelapan) sebagai Islamisasi. Contoh lainnya, al ra’su (kepala) dianggap sama dengan bahan bakar yang berarti ista’ala (terbakar) di atas kepala. Masih ada banyak lagi contoh serupa yang tertulis di Alquran.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abu Zayd, N. H. (2004). Metode tafsir sastra (A. Al Khulli, Trans.). Yogyakarta: Adab Press.
Ahmad, B. (1950). Min balaghah al-Qur’an. Kairo: Dar al-Nahdlah.
Akhdori, I. (n.d.). Jawahir al-Maknun: Tarjamah al-Hidayah. Surabaya.
Al-Faruqi, I. R., & Al-Faruqi, L. L. (2000). Atlas budaya Islam: Menjelajah khazanah peradaban gemilang. Bandung: Mizan.
Al-Ghazali, I. (1985). Misykat cahaya-cahaya (Misykat al-Anwar) (M. Bagir, Trans.). Bandung: Mizan.
Al-Maliki, M. A. (1987). Zubdah al-Itqan fi ‘ulum al-Qur’an. Yeddah: Dar al-Syuruq.
Al-Radi, A. S. (1987). Talkhish al-Bayan fi majazat al-Qur’an (A. M. Muqallad, Ed.). Beirut.
As-Suyuthi, J. (n.d.). Al-Itqan fi ‘ulum al-Qur’an. Beirut: Dar al-Fikr.
Badawi, A., al-Jazimi, A., & Amin, M. (n.d.). Al-Balaghah al-Wadhihah. Cairo: Dar al-Ma’arif.
Departemen Agama RI. (1984). Al-Qur’an dan terjemahnya. Jakarta: Departemen Agama Republik Indonesia.
Ibn Qutaibah. (1973). Ta’wil musykil al-Qur’an (S. A. Saqar, Ed.). Kairo.
Muhammad, A. T., et al. (1983). Khulashah fi al-balaghah. Ma’had Lughah fi Makkah.
Muzakki, A. (n.d.). Dialektika gaya bahasa al-Qur’an dan budaya Arab pra-Islam. [Online article].
Republika Online. (n.d.). http://www.republika.co.id
Setiawan, N. K. (2005). Al-Qur’an kitab sastra terbesar. Yogyakarta: eLSAQ Press.
Shihab, Q. (n.d.). Kontekstualisasi doktrin Islam dalam sejarah. Artikel Yayasan Paramadina.
Syaikhun, M. S. (1995). Al-Balaghah al-Wawiyah. Dar al-Bayan.
Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia. (n.d.). Kamus besar bahasa Indonesia.
Yusron, H. M., et al. (2006). Kitab tafsir kontemporer. Yogyakarta: Teras.
Zaid, N. A. (1992). Isykaliyyat al-qira’ah wa aliyat al-ta’wil. Cairo
DOI: https://doi.org/10.18860/el.v9i3.4645
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |
