Pendekatan Multikultural menuju Pemahaman Agama yang Plural
Abstract
Kita masih memiliki harapan akan lahirnya perubahan yang menggembirakan. Di kalangan akademisi dan intelektual kita, kini telah muncul ‘kesadaran baru’ bagi tumbuh dan berkembangnya pemikiran terbuka (inklusif) dalam pemahaman agama. Munculnya pemikiran intelektual Islam transformative, liberal, inklusif, kontekstual, dan apapun istilahnya merupakan era baru bagi desakralisasi pemikran Islam (alla taqdisiyyah). Apalagi kemudian pemikiran-pemikiran kontemporer liberal-inklusif seperti Hassan Hanafi, Arkoun, al Jabiri, al Naim, dan seterusnya telah disosialisasikan oleh generasi intelektual muda di Indonesia. Artikel ini membahas klai-klaim absolut dari beberapa agama dan juga pendekatan multicultural untuk menciptakan kehidupan harmonis di kalangan umat beragama.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abdurrahman, M. (1994). Keberagamaan di dalam alam pembangunan. In Dialog “Bebas” Konflik. Bandung: Pustaka Hidayah.
Abdurrahman, M. (2003). Kajian Islam dalam perubahan sosial [Conference paper]. Forum Diskusi Rutin Dosen-Dosen STAIN Malang.
Andito (Ed.). (1998). Atas nama agama: Wacana dialog bebas konflik. Bandung: Pustaka.
Coward, H. (1989). Pluralisme dan tantangan agama-agama. Yogyakarta: Kanisius.
Dean, T. (Ed.). (1985). Religious pluralism and truth: Essays on cross-cultural philosophy of religion. Albany: State University of New York Press.
Departemen Agama Republik Indonesia. (1995). Al-Qur’an dan terjemahannya. Jakarta: Depag RI.
Fay, B. (1996). Contemporary philosophy of social science. Oxford: Blackwell Publishers.
Hick, J. (1985). Problems of religious pluralism. London: Macmillan Press.
Jurnal GERBANG. (2002–2003). Oktober–Januari.
Jurnal Komunikasi Perguruan Tinggi. (2002). Perta.
Kung, H. (1998). Sebuah model dialog Kristen-Islam. Paramadina: Jurnal Kebudayaan dan Peradaban, 1(1), 45–58.
Lyden, J. (Ed.). (1995). Enduring issues in religion. San Diego: Greenhaven Press
Madjid, N. (1995). Islam agama kemanusiaan: Membangun tradisi dan visi baru Islam Indonesia. Jakarta: Paramadina.
Majid, N. (1998). [Citation incomplete – pages 161–162 referenced but missing full source title].
Nottingham, E. K. (1985). Agama dan masyarakat (A. M. Naharong, Trans.). Jakarta: Rajawali Press.
Puspito, O. C. H. (1984). Sosiologi agama. Yogyakarta: Kanisius.
Schuon, F. (1984). The transcendent unity of religions. Wheaton, IL: The Theosophical Publishing House.
Shihab, Q. (1992). Membumikan al-Qur’an. Bandung: Mizan.
Soroush, A. K. (2003). Menggugat otoritas dan tradisi agama (A. Ali, Trans.). Bandung: Mizan.
Stark, R. (2003). One true God: Resiko sejarah bertuhan satu (M. S. Ismail, Trans.). Yogyakarta: Qalam.
Sumartana, T. H. (1995). Menuju dialog antar iman. In Dialog: Kritik dan identitas agama (Seri Dian I/Tahun I). Yogyakarta: Dian/Interfidei.
Sunardi. (2000). Dialog: “Cara baru beragama.” In Dialog: Kritik dan identitas agama. Yogyakarta: Dian/Interfidei.
Tracy, D. (1987). Plurality and ambiguity: Hermeneutic, religion, hope. Chicago: University of Chicago Press.
Zakiyuddin. (2002). Ambivalensi agama: Konflik dan nirkekerasan. Yogyakarta: LESFI
DOI: https://doi.org/10.18860/el.v7i2.4656
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |
