Perkembangan Pemikiran Zaman Abbasiah sebagai Akar Tafsir Ilmy Abad Modern

Wildana Wargadinata

Abstract


The withdrawal process of Islamic science of Alquran and Hadis resulted two current thinking. The first one is bilmanqul (irrational), all sciences which do not use mind to fetch its result, mind activity here to adjust the history from Alquran and Hadis, compare it with others, and summarize from the comparison. Second, bilmaqul (rational); all sciences which are taken by using mind, understanding its framework and later fusing back to be used based on the fact. Here, thinking progress is really strong in science scope and the result depends on the appropriate mind. In this case, we can learn from Abbasiyah era which was the golden phase in Moslem history. Islamic science was born and experienced the maturity process. It was encouraged by social, culture, politic, and spiritual condition in the era which tended to be idealistic in developing science. One of schools born from the exegesis of Birroyis/Bilmaqul in Abbasiyah era was Ilmys in Alquran. This school grows in soeed along with the technology and information era based on rationality.

 

Proses pengambilan ilmu Islam dari Alquran dan Hadis menghasilkan dua pendapat mutakhir. Pertama disebut bilmanqul (irasoinal), semua ilmu yang tidak menggunakan pemikiran untuk memperoleh hasil, proses berpikir di sini untuk menyesuaikan sejarah dari Alquran dan Hadis dan membandingkannya dengan lainnya juga menarik kesimpulan dari perbandingan tersebut. Kedua ialah bilmaqul (rasional), bahwa semua ilmu itu menggunakan pemikiran, memahami kerangkanya dan kemudian disatukan kembali untuk digunakan sesuai dengan fakta. Disini, proses berpikir sangat kuat dalam cakupan keilmuan dan hasil eksperimen berdasar pada pemikiran yang pas. Dalam hal ini kita bisa melihat pada era Abbasiyah yang merupakan masa keemasan dalam sejarah Muslim. Ilmu-ilmu Islam lahir dan mengalami proses kematangan. Ini didorong oleh kondisi sosial, budaya, politik, dan spiritual pada zamannya yang cenderung ideal dalam perkembangan keilmuan. Salah satu aliran yang lahir dari penafsiran Birroyis/Bilmaqul yang tumbuh pada era Abbasiyah dan mengalami perkembangan pesat di awal abad 20 ialah tafsir ilmy dalam Alquran. Aliran ini tumbuh cepat bersamaan dengan era teknologi dan informasi yang berdasar pada rasionalitas.


Keywords


abbasiyah era; Islamic sciences; exegesis

Full Text:

PDF

References


Ahmad, Amin. 1935. Dhuha d-hlarn. Kairo:Percetakan Lajnah Talif Wa Tarjamah.

Ahmad, Amin. 1935. Fajnd Islam. Kairo: Percetakan Lajnah Talif Wa Tarjamah.

AlGhozali, Abu Hamid. 1968. Ihya Vlumuddin Kairo: Maktabah Halaby.

AlGhozali, Abu Hamid.. 1964. Jawahirul Quran. Kairo: Maktabah Jundy.

Al-Muhtasab, Abdul Majid Abdussalam. 1982. htijahat Tafsir f d Asri al- Rohm, Dar Bayariq. Beirut: Cetakan ke 111.

At-Tobary Abu Jafar Muhammad bin Jarir. 1966. Tarikh Tobary. Kairo: Darul Maar if.

Dzahabi, Husain. 1962. Tafsir wal Mufassirun. Kairo: Dar Kutub ah Hadis a h.

Jafar, Muslim Abdullah Alu. 1984. Asar al'Tathowwur ai'Fikri fi aUTafsir fi al'Asri al-Abbasy. Beirut: Muassasah Risalah.

Jauhari, Tontowi. 1300 H. AFJawahir f i Tasiril Quran Karim. Kairo: Percetakan Mustofa Halabi.

Shihab, Quraish. 1994. Studi Kritis Tafsir Al Manar. Bandung: Pustaka Hidayah.




DOI: https://doi.org/10.18860/el.v9i1.4663

Editorial Office:
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Jalan Gajayana No.50, Malang, Indonesia 65144
This work is licensed under a CC-BY-NC-SA.
el Harakah, ISSN : 1858-4357 | e-ISSN : 2356-1734
Phone : +6282333435641
Fax : (0341) 572533
Email : elharakah@uin-malang.ac.id
elharakahjurnal@gmail.com
Website : http://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/infopub
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang