Serat Cabolek, Sufism Book or Ideology Documents of Javanese Priyayi?
Abstract
Dialektika Islam dan tradisi Jawa menarik perhatian banyak peneliti. Salah satunya adalah Soebardi yang mengkaji Serat Cebolek, sebuah naskah yang dianggap menjadi gambaran dialektika Islam-Jawa abad 18/19 M. Melalui kajian filologis Soebardi menghasilkan karya disertasi di Australia National University tahun 1967, dan diterbitkan dengan judul “The Book of Cabolek” pada 1975. Buku ini patut diapresiasi karena telah menyajikan satu teks yang penting bagi studi Islam dan Jawa. Namun juga perlu ditelaah melalui penelusuran sejarah untuk memahami konteksnya agar informasi yang didapat lebih lengkap. Tulisan ini berusaha memberikan ikhtisar tehadap isi buku tersebut dengan disertai penjelasan kritis berdasarkan perspektif sosio-historisnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa kisah yang terdapat dalam Serat Cebolek merupakan konstruksi priyayi mengenai realitas sejarah. Serat ini adalah dokumen sejarah sosial kelas atas, sebagai simbol peneguhan kepentingan raja sebagai panatagama.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Al-Attas, S. N. (1970). The mysticism of Hamzah Fansuri. Kuala Lumpur: University of Malaya Press.
Azra, A. (2006). Islam in the Indonesian world: An account of institutional formation. Bandung: Mizan.
Bizawi, Z. M. (2002). Perlawanan kultural agama rakyat: Pemikiran dan paham keagamaan Syekh Ahmad Mutamakkin dalam pergumulan Islam dan tradisi. Yogyakarta: Samha.
Fathurahman, O. (2015). Filologi Indonesia: Teori dan metode. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.
Geertz, C. (1960). The religion of Java. London: The Free Press of Glencoe, Collier-Macmillan Ltd.
Gusmian, I. (2013). Pemikiran tasawuf Syekh Ahmad Mutamakkin: Kajian hermeneutik atas naskah ‘Arsy Al-Muwahidin. Jurnal Lektur Keagamaan, 11(1), 57–90.
Gusmian, I. (2017, November 20–23). Islam, lokalisme dan eklektisisme: Menelusuri jejak pemikiran tasawuf Syekh Ahmad Mutamakkin (1645–1740 M) dalam teks ‘Arsy al-Muwahhidin [Conference presentation]. Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke-17, Jakarta, Indonesia.
Hodgson, M. G. S. (1977). The venture of Islam: Vol. II. The expansion of Islam in middle periods. Chicago and London: The University of Chicago Press.
Kartodirdjo, S. (1987). Beberapa segi etika dan etiket Jawa. Yogyakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Kuntowijoyo. (1990). Serat Cabolek dan mitos pembangkangan Islam. Ulumul Quran, (5), 60–70.
Ricklefs, M. C. (2007). Polarising Javanese society: Islamic and other visions. Singapore: NUS Press.
Robson, S. O. (1994). Prinsip-prinsip filologi Indonesia. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Universitas Leiden.
Simuh. (1988). Mistik Islam Kejawen Raden Ngabehi Ranggawarsita. Jakarta: UI Press.
Soebardi, S. (1975). The book of Cabolek: A critical edition with introduction, translation and notes. A contribution to the study of the Javanese mystical tradition. The Hague: Martinus Nijhoff.
Sumbulah, U. (2012). Islam Jawa dan akulturasi budaya: Karakteristik, variasi dan ketaatan ekspresif. El Harakah: Jurnal Budaya Islam, 14(1), 51–68. https://doi.org/10.18860/el.v0i0.2191
DOI: https://doi.org/10.18860/el.v20i1.4674
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |

