Inklusisme Islam dalam Memahami Fenomena Kemanusiaan
Abstract
Agama merupakan hal yang sangat penting bagi para pemeluknya yang dengan mudah dapat diketahui dan bisa juga dilihat. Masjid yang semakin megah, keberbagaian partai agama (terutama Islam) yang kian menguak akibat retasnya era reformasi, yang pada gilirannya ditandai dengan pluraritas simbolisme keagamaan masyarakat, ini merupakan wujud luar yang mudah kelihatan dan tampaknya tak perlu diperdebatkan. Manusia sebagai sentra terbentuknya ajaran Islam inilah menuntut terciptanya inklusivisme keagamaan manusia di muka bumi. Konsepsi inklusivisme keagamaan ini akan tercipta dalam peradaban manusia secara dinamis dan harmonis bila kesadaran pesaudaraan manusia secara universal sudah terbentuk. Konsepsi inklusivisme sebagai artikulasi terhadap fenomena- fenomena manusiawi yang sangat plural dan majemuk pada esensinya diharapkan melahirkan konsep tentang kesatuan umat manusia (kemanusiaan universal, ummatan wahidah).
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abdullah, A. (1995). Falsafah Kalam di era Postmodernisme. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Abdullah, A. (1996). Studi agama: Normativitas atau historisitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Arkoun, M. (1994). Metode kritik akal Islam. Ulumul Qur'an, 5–6(V).
Azra, A. (1994). Studi Islam di Timur dan Barat: Pengalaman selintas. Ulumul Qur'an, 3(V).
Azra, A. (1999). Konteks berteologi di Indonesia: Pengalaman Islam. Jakarta: Paramadina.
Hidayat, K. (1995). Pembaruan Islam: Dari dekonstruksi ke rekonstruksi. Ulumul Qur'an, 3(VI).
Hidayat, K. (1996). Memahami bahasa agama: Sebuah kajian hermeneutik. Jakarta: Paramadina.
Hidayat, K. (1998). Tragedi Raja Midas: Moralitas agama dan krisis modernisme. Jakarta: Paramadina.
Mahasin, A., et al. (Ed.). (n.d.). Islam dalam budaya bangsa: Aneka budaya Nusantara. Jakarta: Yayasan Istiqlal.
Muhaimin. (1996). Pemikiran modern dalam Islam: Implikasinya terhadap studi di STAIN Malang. el-Harakah, 5(XVII), Februari–April 1999.
Rahardjo, M. D. (1993). Intelektual, intelegensia dan perilaku politik bangsa: Risalah cendekiawan Muslim. Bandung: Mizan.
Rahman, F. (1984). Islam (A. Mohammad, Trans.). Bandung: Pustaka Salman ITB.
Santoni, R. E. (Ed.). (1968). Religious language and the problem of religious knowledge. London: Indiana University Press.
Scharlemann, R. P. (1985). Naming God. New York: Paragon House.
Scharlemann, R. P., & Ogutu, G. E. M. (Eds.). (1987). God in language. New York: Paragon House
DOI: https://doi.org/10.18860/el.v1i3.4694
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |
