Modernisme dan Fundamentalisme sebagai Fenomena Gerakan Keagamaan dalam Sosial Masyarakat
Abstract
Banyak isu tentang "Modernisme" dan "Fundamentalisme" membuktikan perkembangan ideologi dan sekte sebagai fenomena agama, sosial, dan politik yang ada di masyarakat. Namun demikian, penelitian ini bertujuan untuk fokus pada fenomena keagamaan hanya karena masing-masing ideologi dan sekte tidak dapat dipisahkan dari akar historisnya yang terkait dengan masalah perkembangan Kristen di negara-negara barat. Selanjutnya, hasil penelitian ini berasal dari eksplorasi intelektual yang mampu mengetahui dan membuat sketsa karakteristik "Modernisme" dan "Fundamentalisme" sebagai fenomena religius yang ada di masyarakat. Akibatnya, akhirnya bisa membedakan tipologi komunitas sosial yang termasuk dalam kategori masing-masing ideologi. Terlebih lagi, ini menjelaskan bahwa berbagai pertunjukan gerakan keagamaan di masyarakat dapat dimasukkan dalam tipologi masing-masing ideologi.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Al-Qadir al-Sufy. (1979). Resurgent Islam 1400 Hijra. Norwich: Diwan Press.
Bannerman, P. (1988). Islam and perspective: A guide to Islamic society, politics, and law. London: Routledge.
Bender, L. (1961). Religion and politics in Pakistan. Berkeley & Los Angeles: University of California Press.
Dekmejian, H. (1985). Islam in revolution: Fundamentalism. Syracuse: Syracuse University Press.
Fikry, A. N. (2004). Akar sejarah fundamentalisme (pertumbuhan dan perkembangannya). Surabaya: Makalah PPS IAIN.
Gharaudy, R. (1993). Islam fundamentalis dan fundamentalis lainnya. Bandung: Pustaka.
Gibb, H. A. R. (1997). Modern trends in Islam. Chicago: University of Chicago Press.
Hanafi, H., & Al-Jabiri, M. (2003). Membunuh syetan dunia: Meleburkan ke timur dan barat dalam cakrawala kritik dan dialog (B. Umari, Trans.). Yogyakarta: IRCiSoD.
Handy, R. T. (1955). Fundamentalism and modernism in perspective. Religion Life. New York City.
IslamLib. (n.d.). Jones, S. Motivasi ideologis aktivis JI sangat kuat. Retrieved from http://www.islamlib.com/id/page.php?=article&id
Jameelah, M. (1977). Islam and modernism. Lahore: Islamic Publications.
Jameelah, M. (n.d.). Islam dan modernism (A. Jaenuri et al., Trans.). Usaha Nasional.
Jaenuri, A. (2002). Tradisi dan modernitas: Reevaluasi polarisasi makna istilah. Akademika: Jurnal Studi Keislaman, 15(1). Surabaya: Program Pascasarjana IAIN Sunan Ampel.
Lawrence, B. B. (1989). Defenders of God. San Francisco: Harper & Row.
Mahendra, Y. I. (n.d.). Modernisme dan fundamentalisme dalam politik Islam. Jakarta: Paramadina.
Majid, N. (1999). Islam: Doktrin dan peradaban. Jakarta: Yayasan Wakaf Paramadina.
Pipes, D. (1983). In the path of God: Islam and political power. New York: Basic Books.
Rahman, F. (1979). Islam and modernity: Transformation of an intellectual tradition. Minneapolis: Bibliotheca Islamica.
Rahman, F. (1982). Islam. Chicago: University of Chicago Press.
Smith, W. C. (1946). Modern Islam in India: A social analysis. New York: Russell & Russell.
Taylor, A. R. (1988). The Islamic question in Middle East politics. London: Westview.
The Encyclopedia Americana. (1970). (Vol. 19). International Edition.
The Oxford English Dictionary. (1988). Oxford: Oxford University Press
DOI: https://doi.org/10.18860/el.v8i2.4749
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |
