Agama dan Ekonomi Kaum Tertindas
Abstract
Seperti apa Weber dan Mc. Pandangan lelland, diasumsikan bahwa nilai-nilai dalam agama dan budaya tertentu diyakini dapat mempengaruhi perilaku pengikut yang tersirat pada pertumbuhan ekonomi. Meski secara tidak langsung mereka mempengaruhi perkembangan ekonomi. Meskipun Islam mengajarkan tentang budaya kerja, relitas menunjukkan bahwa ekonmy Indonesia telah berkembang dengan baik. Agama (Islam) seperti yang dikemukakan Weber, tidak mengakibatkan industrialisasi kapitalisme sebagai motivator pembangunan ekonomi karena budayanya sejalan dengan The Spirit of Capitalism. Hal ini berbeda dengan Calvinisme; Teologinya mampu menggerakkan perkembangan ekonomi para pengikutnya. Oleh karena itu, masalah penurunan ekonomi umat Islam harus dipecahkan dengan strategi yang tepat. Dalam tulisan ini, strategi yang digunakan untuk memecahkan masalah adalah analisis makro melalui model teori siklus M. Chapra.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abdullah, T. (Ed.). (1993). Agama, etos kerja dan perkembangan ekonomi. Jakarta: LP3ES-Yayasan Obor.
Chapra, M. U. (2001). The future of economics: An Islamic perspective (M. I. Sigit Pramono et al., Eds.). Jakarta: SEBI.
Deliamov. (1997). Perkembangan pemikiran ekonomi (Edisi revisi). Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Hendropuspito, D. (1994). Sosiologi agama. Jakarta: Kanisius.
Kompas. (2005, May 25). Ekonomi Asia dan posisi Indonesia [Article by M. Sadli]. Kompas.
Kompas. (2005, May 25). Indonesia rebut kepercayaan dunia. Kompas.
McClelland, D. C. (1961). The achieving society. (S. Supama, Ed.). In translation: Memacu masyarakat berprestasi: Mempercepat laju pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan motif berprestasi (1987). Jakarta: Intermedia.
Weber, M. (1930). The Protestant ethic and the spirit of capitalism (T. Parsons, Trans.). New York: Scribners
DOI: https://doi.org/10.18860/el.v8i2.4752
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |
