MORALITAS DAN AGAMA DALAM KONTEKS KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA: antara Moralitas Privat dan Moralitas Publik

Mudjia Rahardjo

Abstract


Multikrisis yang melanda Indonesia sejak pertengahan 1997 menurut beberapa ahli sudah berada di luar daya penjelas berbagai disiplin ilmu; ekonomi, politik, sosial dan sebagainya. Sebab, kendati berbagai upaya pemulihan (ekonomi maupun sosial politik) telah dilakukan berbagai pihak pada kenyataannya belum membuahkan hasil yang optimal. Mencermati kondisi bangsa demikian, banyak orang bertanya apakah bangsa ini tidak mampu menyelesaikan berbagai persoalan tersebut atau memang tidak mau menyelesaikannya. Tulisan ini mencoba menjelaskan dan memahami persoalan bangsa ini dalam perspektif moral dan agama. Berbagai kemelut kehidupan berbangsa dan benegara tersebut tidak akan pernah selesai jika para pemimpin, elit politik, dan politisi negeri ini tidak lebih dulu mentransformasikan moralitas privat mereka ke dalam moralitas publik secara komprehensif. Sebab, kenyataannya kesantunan, keramahan, dan kesalehan masyarakat kita hanya hidup dalam ruang privat. Memahami agama secara privat di kalangan para pemimpin sama sekali belum menjadi jaminan terselenggaranya kehidupan berbangsa dan bernegara secara baik. Sebab, beragama dalam. ruang privat baru merupakan syarat yang diperlukan belum menjadi syarat yang cukup bagi tatanan kehidupan secara ideal

 

The crisis that has plagued Indonesia since mid-1997 according to some experts is beyond the explanatory power of various disciplines; economic, political, social and so forth. Because, despite various efforts of recovery (economic and socio-political) has been done various parties in fact has not yielded optimal results. Observing the condition of the nation so, many people ask whether this nation is not able to solve these problems or indeed do not want to finish it. This paper tries to explain and understand the problems of this nation in a moral and religious perspective. The difficulties of life of the nation and the country will never be completed if the leaders, political elites, and politicians of this country are not first to transform their private morality into a comprehensive public morality. Because, in fact the politeness, hospitality, and piety of our society only live in private space. Understanding religion privately among leaders is not at all a guarantee of good nation and state life. Because, religious in. the new private space is a necessary condition not yet a sufficient condition for the ideal life order

 

 


Keywords


Crisis; moral perspective; private space

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.18860/el.v4i3.5165

Editorial Office:
Humas, Dokumentasi dan Publikasi (INFOPUB)
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Gedung Rectorate 4th floor
Jalan Gajayana No.50, Malang, Indonesia 65144
This work is licensed under a CC-BY-NC-SA.
el-Harakah, ISSN : 1858-4357 | e-ISSN : 2356-1734
Phone : +6282333435641
Fax : (0341) 572533
Email : elharakah@uin-malang.ac.id
elharakahjurnal@gmail.com
Website : http://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/infopub
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang