Menyikapi Budaya Kekerasan
Abstract
Kekerasan-kekerasan yang terjadi pada masa Pemerintahan Abdurrahman Wahid, baik yang bernuansa Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA) maupun yang bernuansa disintegrasi bangsa tidak bisa dilihat dari sisi lahiriyah saja, tetapi kekerasan-kekerasan tersebut perlu dikaji secara mendalam dari berbagai aspek yang melingkupinya, karena naiknya Abdurrahman Wahid sebagai presiden merupakan suatu kompromi nasional yang tercermin dalam susunan kabinetnya yang berusaha mewadahi aspirasi dari semua kontestan politik yang ikut pemilu, sehingga kabinet tersebut dinamakan kabinet "Persatuan Nasional". Hal ini berimbas kepada munculnya dualisme kepemimpinan dari para menteri kabinetnya, dalam kondisi tertentu kepada parpolnya dan dalam kondisi yang lain kepada Presiden. Dan yang lebih memperparah, naiknya Abdurrahman Wahid mewarisi kondisi 'kiamat' dalam segala bidangnya sebagai warisan rezim Orde Baru di bawah pimpinan Jendral Soeharto. Dalam tulisan ini penulis akan mengkaji kekerasan-kekerasan yang terjadi pada masa Pemerintahan Abdurrahman Wahid dari berbagai aspek. Selain itu penulis menawarkan beberapa solusi dari perspektif Islam.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abdurrahman, M. (1995). Islam transformatif. Jakarta: Pustaka Firdaus.
As-Suyuthi, S. (n.d.). Al-Bayan li Ma‘ani al-Qur’an al-Karim mudzayyilan bi Asbab an-Nuzul. Kairo: Dar as-Salam. (CD Islamic Studies' Software, Mausu‘ah al-Hadits as-Syarif al-Kutub al-Tis‘ah)
Gellner, E. (1994). Menolak posmodernisme: Antara fundamentalisme rasional dan fundamentalisme religius (H. Prasetyo & N. Agustina, Trans.). Bandung: Mizan.
Hornby, A. S. (1986). Oxford advanced learner's dictionary of current English (23rd ed.). New York: Oxford University Press.
Lyden, J. (Ed.). (1995). Enduring issues in religion. San Diego: Greenhaven Press. [Includes: Marx, K., & Engels, F. (1995). Religion is opium of the people].
Mangunwijaya, Y. B. (1998). Menuju Republik Indonesia Serikat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Marx, K., & Engels, F. (1995). Religion is opium of the people. In J. Lyden (Ed.), Enduring issues in religion. San Diego: Greenhaven Press.
Nasution, H. (1996). Pembaharuan dalam Islam: Sejarah pemikiran dan gerakan. Jakarta: Bulan Bintang.
Qardhawi, Y. (1994). Minoritas non-Muslim di dalam masyarakat Islam (Trans.). Bandung: Karisma.
Soekanto, S. (1974). Sosiologi: Suatu pengantar (3rd ed.). Jakarta: Yayasan Penerbit Universitas Indonesia.
Suyuthi, I. A. J. al-K. J. (1993). Tafsir ad-Dur al-Mantsur fi at-Tafsir al-Ma’tsur (Vol. 2). Lebanon: Dar el Fikr.
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. (1996). Kamus besar bahasa Indonesia (7th ed.). Jakarta: Balai Pustaka.
Wehr, H. (1976). A dictionary of modern written Arabic. Ithaca, NY: Spoken Language Services
DOI: https://doi.org/10.18860/el.v4i3.5169
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |
