Rasionalitas Penggunaan Obat Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas Kota Martapura Tahun 2023

Normila Normila, Yulistia Budianti Soemarie, Juwita Ramadhani

Abstract


Diabetes melitus tipe 2 dikatakan sebagai gangguan metabolisme yang umum di dunia, penyakit ini disebabkan oleh rusaknya sekresi insulin oleh sel ẞ pankreas serta ketidakmampuan jaringan tubuh dalam merespon insulin. Tujuan studi ini agar mengetahui rasionalitas pengobatan diabetes melitus tipe 2 pada pasien di Puskesmas  Kota Martapura di Kabupaten Banjar tahun 2023.  Metode yang dimanfaatkan agar studi ini ialah non-eksperimental observasional bersama rancangan studi deskriptif serta pengambilan data secara retrospektif. Sampel penelitian sebanyak 173 dengan menggunakan rekam medis pasien diabetes melitus tipe 2 yang dianalisis kesesuaiannya dengan standar PERKENI 2019 penelitian ini juga menggunakan probability sampling dalam pengambilan sampel.  Hasil penelitian berdasarkan demografi pasien pada jenis kelamin yang paling banyak ialah perempuan, sebanyak 64%, pekerjaan pasien terdapat Ibu rumah tangga 29%, paling tinggi dan rentang umur pasien ditemui 47,89% pada rentang 56-65 tahun. Jumlah penyakit penyerta pasien yang banyak ditemui DM Tipe 2 dengan  Hipertensi 46%.  Hasil evaluasi rasionalitas  ditemukan di Puskesmas Kota Martapura memiliki tepat indikasi (99%) serta  tidak tepat (1%), tepat pasien 100%, tepat obat 100%. Tepat dosis 100%,  cara pemberian obat  sebesar 100%, tepat interval waktu pemberian  98 % tidak tepat 2%, tepat lama pemberian obat sebesar 100% tepat.  


Keywords


Diabetes melitus tipe II, rasionalitas, penggunaan obat, puskesmas, Kota Martapura.

References


Uribe KB, Ostolaza H, Martín C. Pathophysiology of Type 2 Diabetes Mellitus. Inter J of Mol Sci. 2020;21(17):6275. DOI: 10.3390/ijms21176275 [2] Kemenkes RI. Diabetes Melitus. 2020. https://pusdatin.kemkes.go.id/article/view/20111800001/diabetes-melitus.html [3] Dinkes Prov. Kalsel. Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan. Dinkes Provinsi Kalsel. 2020. [4] Maula FD, Wardhani FA. Hubungan Pengetahuan Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Dm Tipe 2 Di Rawat Jalanpuskesmas Jenggawah [Thesis]. Universitas dr. Soebandi. 2023. [5] Ramdini, DA, Wahidah LK, Atika D. Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat Diabetes Melitus Tipe Ii Pada Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas Pasir Sakti Tahun 2019. JFL: J Farm Lampung. 2021;9(1):69–76. DOI: 10.37090/jfl.v9i1.334 [6] Fatimah. Kepatuhan Pasien Diabetes Mellitus Dalam Menjalani Terapi Insulin [Skripsi]. ITSKes Insan Cendekia Medika Jombang. 2022. [7] Fikry A, Aliya LS. Pola Terapi Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh, Banjarmasin Periode Januari – Maret 2018. Sains Farma: J Ilm Kefarm, 2019:12(1):54–9. DOI: 10.37277/SFJ.V12I1.419 [8] Tamornpark R, Utsaha S, Apidechkul T, Panklang D, Yeemard F, Srichan P. Quality Of Life And Factors Associated With A Good Quality Of Life Among Diabetes Mellitus Patients In Northern Thailand. Health and Qual of Life Out. 2022:20(1):81–91. DOI: 10.1186/s12955-022-01986-y [9] Soelistijo SA. Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Di Indonesia. PB. Parkeni. 2021. [10] Aryzki S, Aisyah N, Hutami H, Wahyusari B. Evaluasi Rasionalitas Pengobatan Hipertensi Di Puskesmas Pelambuan Banjar Masin Tahun 2017. J Ilm Manuntung: Sains Farm Dan Kes. 2018;4(2):119–28. https://jurnal.stiksam.ac.id/index.php/jim/article/view/191 [11] Komariah K, Rahayu S. Hubungan usia, jenis kelamin dan indeks massa tubuh dengan kadar gula darah puasa pada pasien diabetes melitus tipe 2 di klinik pratama rawat jalan proklamasi, Depok, Jawa Barat. J Kes Kus Husada. 2020:41-50. [12] Kriswiastiny R, Hadiarto R, Prasetia T. Hubungan Lama Menderita Diabetes Melitus dan Kadar Gula Darah dengan Kadar Kreatinin Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 pada Perempuan dan Laki-Laki. Med Prof J of Lampung, 2022;12(3):413-20. [13] Tampa’i R, Sumombo J, Hariyadi H, Lengkey Y. Gambaran Drug Related Problems (DRPs) pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Tuminting. J Kefarma Indo. 2021:49–55. DOI: 10.22435/jki.v11i1.3499 [14] Pambudi DB, Safitri WA, Muthoharoh A. Potensi Penyakit Penyerta Pada Pengobatan Pasien Diabetes Mellitus Perspektif Terhadap Antidiabetik Oral. J Ilm Kes. 2021;12(2). DOI: 10.48144/jiks.v12i2.176 [15] Akhsyari F, Rahayuningsih. Karakteristik Pasien Diabetes Mellitus di RSUD Dr Soehadi Prijonegoro Sragen Tahun 2015. In Universitas Muhammadiyah Surakarta. Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2017. [16] Anggitasari W, Pebriarti IW, Mayasari S. Evaluasi Rasionalitas Pengobatan Diabetes Mellitus Tipe 2 pada Pasien Rawat Jalan di Salah Satu Rumah Sakit Kabupaten Jember. Pharmacon. 2024;13(1):378-83. DOI: 10.35799/pha.13.2024.46287 [17] Dian PMK, Isabel GBS, Agung ANPRP, Yuliawati AN. Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Antidiabetes Oral pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Inap Rumah Sakit Nasional di Dili. J Farma Indo. 2022;19(1):148–60. [18] Artini KS, Listyani TA, Puspitasari G. Rasionalitas Penggunaan Obat Antidiabetes Pada Pasien Dm Tipe 2 Pasien Rawat Jalan Di Rsud Dr. Moewardi Surakarta. MEDFARM: J Farm Dan Kes. 2023;12(1):9–18. DOI: 10.48191/medfarm.v12i1.160 [19]Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia 2019. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia, 1-117.




DOI: https://doi.org/10.18860/jip.v10i1.32341

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Journal of Islamic Pharmacy

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

© 2023 Journal of Islamic Pharmacy