Analisis Mineral dari Lumpur di Pulau Lusi sebagai Sumber Silika

Kafita Krisnatul Islamiyah, Muhammad Roy Asrori, Deni Ainur Rokhim, Zelen Surya Minata, Jacky Anggara Nenohai, Endang Ciptawati

Abstract


Pulau Lusi (Lumpur Sidoarjo) merupakan suatu pulau yang dijadikan sebagai tempat pembuangan akhir aliran lumpur lapindo yang dibuang ke sungai porong. Pulau ini dijadikan sebagai salah satu bukti adanya fenomena ekologi semburan lumpur akibat kegiatan eksplorasi di daerah Porong, Sidoarjo, Jawa Timur yang mengakibatkan kerugian finansial maupun korban jiwa. Tujuan penulisan artikel ini untuk menganalisis kandungan mineral dalam lumpur di Pulau Lusi sehingga dapat dimanfaatkan di berbagai bidang sesuai karakteristiknya. Pertama-tama sampel lumpur harus dipreparasi terlebih dahulu hingga menjadi serbuk halus. Kemudian sampel dianalisis menggunakan metode XRD dan XRF untuk mengidentifikasi kandungan mineral baik dalam bentuk unsur maupun oksidanya. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa Lumpur di Pulau Lusi berpotensi dijadikan sebagai sumber silika. Hasil analisis menggunakan XRF dan XRD menunjukkan bahwa kandungan mineral di kedua tempat relatif sama. Kandungan senyawa oksida yang paling besar adalah silika dengan persentase masing-masing 46,3% (di tengah Pulau Lusi) dan 44,7% (di pinggir Pulau Lusi). Hasil analisis XRD menunjukkan bahwa fase kristal yang paling dominan pada masing-masing sampel adalah fase Quartz. Agar mineral tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal, maka sampel lumpur harus diolah untuk menghilangkan pengotor - pengotor, meningkatkan kemurnian mineral, meningkatkan kemampuan absorpsi,


Keywords


Lumpur Lapindo; Pulau Lusi; Mineral Silika; Karakterisasi Minera

Full Text:

PDF

References


D. G. Pryambodo, J. Prihantono, and R. Akhwady, “Model Karakteristik Lapisan Bawah Permukaan Tanah Pulau Lusi
Sidoarjo Jawa Timur Menggunakan Metode Geolistrik untuk Mendukung Wisata Bahari,” J. Kelaut. Nas., vol. 16, no.
1, pp. 45–54, 2021.
[2] N. Herawati, “Analisis Risiko Lingkungan Aliran Lumpur Lapindo (Studi Kasus Sungai Porong dan Sungai Aloo -
Kabupaten Sidoarjo),” Univ. Diponegoro, 2007.
[3] D. A. Rokhim, “Sidoarjo Mudflow Electric (SMF-E): Optimalization of Sidoarjo Mudflow as an Electric Supplier Based
on Electrochemical,” R.E.M. (Rekayasa Energi Manufaktur) J., vol. 5, no. 1, pp. 23–26, 2021, doi:10.21070/r.e.m.v5i1.892.
[4] T. Winarno, Y. B. A. Gunawan, and J. Marin, “Analisis Mineralogi dan Kandungan Kimia Endapan Lumpur Sidoarjo
dan Pemanfaatannya,” Teknik, vol. 40, no. 2, p. 91, 2019, doi: 10.14710/teknik.v39i3.21742.
[5] E. Ciptawati et al., “Analisis Kandungan Mineral Lumpur Panas Sidoarjo sebagai Potensi Sumber Silika dan Arah
Pemanfaatannya,” IJCA (Indonesian J. Chem. Anal., vol. 5, no. 1, pp. 18–28, 2022, doi: 10.20885/ijca.vol5.iss1.art3.
[6] J. Liu, Z. Diao, X. Xu, and Q. Xie, “Science of the Total Environment Effects of dissolved oxygen , salinity , nitrogen
and phosphorus on the release of heavy metals from coastal sediments,” Sci. Total Environ., vol. 666, pp. 894–901,
2019, doi: 10.1016/j.scitotenv.2019.02.288.
[7] Jamaluddin, A. Darwis, and M. A. Massinai, “X-Ray Fluorescence (XRF) to Identify Chemical Analysis of Minerals in
Buton Island, SE Sulawesi, Indonesia,” IOP Conf. Ser. Earth Environ. Sci., vol. 118, no. 1, 2018, doi: 10.1088/1755-
1315/118/1/012070.
[8] L. Silvia et al., “Analisis Kandungan Mineral Pasir Pantai di Kabupaten Pacitan dengan Metode Ekstraksi,” Semin.
Nas. Edusainstek, pp. 16–20, 2018.
[9] Sumari, D. R. Baharintasari, M. R. Asrori, and Y. F. Prakasa, “Analisis Kandungan Pasir Pantai Peh Pulo kabupaten
Blitar Menggunakan XRF dan XRD,” J. Fis., vol. 4, no. 2, pp. 52–55, 2019.
[10] A. Juniawan, B. Rumhayati, and B. Ismuyanto, “The Effect of Carbon Organic Total and Salinity on The Discharge of
Heavy Metals Pb and Cu in Lapindo Mud into The Aloo River,” J. Pure Appl. Chem. Res., vol. 1, no. 1, pp. 41–50,
2012, doi: 10.21776/ub.jpacr.2012.001.01.105.
[11] W. R. Tamara, S. Sumiyati, and I. M. A. S. Wijaya, “Analisis Kualitas Sifat Fisik Tanah Pada Lahan Subak di Bali,” J.
BETA (Biosistem dan Tek. Pertanian), vol. 8, no. 2, p. 358, 2020, doi: 10.24843/jbeta.2020.v08.i02.p21.
[12] W. L. Bragg, “The Diffraction of Short Electromagnetic Waves by a Crystal, 17, 43–57 (1913). Communicated by
Professor Sir J. J. Thomson. Read 11 November 1912.,” in Proceedings of the Cambridge Philosophical Society, 1913,
vol. 17, pp. 43–57, doi: 10.1016/b978-0-08-011999-1.50015-8.




DOI: https://doi.org/10.18860/al.v13i2.20452

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Kafita Krisnatul Islamiyah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Kirim NME Creative Commons

This work is licensed under NME Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
ALCHEMY is managed by  http://kimia.uin-malang.ac.id/
© All rights reserved 2016. Alchemy, Journal of Chemistry, eISSN 2460-6871

 

View My Stats