Perbandingan Sensitivitas Rapid Test Kit dan Indikator Alami untuk Deteksi Boraks pada Tahu di Palangka Raya

Faisal Faisal, Abudarin Abudarin, Anggi Ristiyana Puspita Sari

Abstract


Bleng adalah bentuk tidak murni dari boraks. Bleng memiliki kandungan boraks dengan jumlah 12% dalam 1 kg. Bleng digunakan dalam produk makanan, seperti kerupuk, karena berfungsi sebagai pengenyal, perenyah, dan memberi rasa gurih pada produk yang dibuat. Penelitian ini bertujuan membandingkan sensitivitas dan batas deteksi kadar boraks menggunakan metode uji rapid test kit, indikator alami ubi ungu dan kunyit. Metode penelitian ini menggunakan rapid test kit, indikator alami ubi ungu dan kunyit. Indikator alami ubi ungu, kunyit dan rapid test kit digunakan pada sampel tahu yang mengandung boraks. Dari data yang diperoleh, dapat dilihat bahwa batas deteksi boraks dengan metode test kit berada antara 50 mg/gram dan 75 mg/gram. Metode kertas indikator ubi ungu memiliki sensitivitas yang ditunjukkan mulai dari 75 mg/gram. Metode indikator kunyit memiliki batas deteksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode lain seperti test kit atau indikator ubi ungu. Dengan demikian, urutan batas deteksi kadar boraks dari yang paling peka adalah rapid test kit 75 mg/g, indikator ubi ungu 75 mg/g, dan indikator kunyit 400 mg/g. Rapid Test Kit dan Indikator ubi ungu jauh peka lebih dari indikator kunyit dalam mendeteksi keberadaan boraks pada tahu. Ubi ungu mampu mendeteksi boraks pada kadar 75 mg/g melalui perubahan warna menjadi kehijauan, sementara kunyit hanya bereaksi pada kadar 400 mg/g dengan perubahan warna menjadi merah kecoklatan.


Keywords


oric acid; Purple sweet potatoes; Rapid test kit; Turmeric

Full Text:

PDF

References


[1] M. Reka, M. Nianti, And K. Khasanah, “Identifikasi kandungan boraks dan formalin pada tahu putih yang
beredar di pasar tradisonal kecamatan batang.” [Online]. Available: Http://Jurnalmedikahutama.Com
[2] Y. Paratmanitya And A. Veriani, “Kandungan bahan tambahan pangan berbahaya pada makanan jajanan
anak sekolah dasar di kabupaten bantul,” Jurnal Gizi Dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal Of
Nutrition And Dietetics), Vol. 4, No. 1, P. 49, Aug. 2016, Doi: 10.21927/Ijnd.2016.4(1).49-55.
[3] C. Bidara, P. U. Stikes, M. Husada, H. Teapon, And S. M. Husada, “Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol
rumput laut Merah (Eucheuma Spinosum) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia Coli Dengan Menggunakan
Metode Difusi Sumuran,” Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran (Jurrike), Vol. 1, No. 1, 2022.
[4] Tutut Adelia And Y. S. Mardhiyyah, “Eksplorasi alternatif bahan pengganti bleng (boraks) pada kerupuk
puli berdasarkan karakteristik fisiko kimia produk dan penerimaan sensori,” Sustainability And Social
Impact, Vol. 1, No. 1, Pp. 23–31, Jan. 2024, Doi: 10.64849/Ssi.V1i1.6.
[5] R. D. Eryani, “Bahaya boraks dan formalin dalam makanan bagi kesehatan dan upaya pencegahanya,”
2022.
[6] R. Widyan And R. Ratulangi, “Identifikasi formalin dan boraks pada sampel tahu, mie kuning dan terasi
menggunakan tes kit,” Jurnal Sains Dan Teknologi, Vol. 6, No. 1, Pp. 71–77, May 2024, Doi:
Https://Doi.Org/10.55338/Saintek.V6i1.3168.
[7] C. Herlina Yulianti And A. Farmasi Surabaya, “Perbandingan uji deteksi formalin pada makanan
menggunakan pereaksi antilin dan rapid tes kit formalin (Labstest),” Journal Pharmasci (Journal of
Pharmacy And Science), Vol. 6, No. 1, 2021.
[8] Z. E. Fitri, M. F. Kurniawan, And I. Kusumaningrum, “Analisis keamanan pangan melalui identifikasi
kandungan boraks, formalin, dan escherichia coli pada bakso ikan di kota tanjung pinang,” Jurnal
Agroindustri Halal, Vol. 7. No. 2, pp. 126-133, Oct 2021.
[9] D. Supardan, “Pelatihan pembuatan alat deteksi sederhana boraks dan formalin,” Transformasi: Jurnal
Pengabdian Masyarakat, Vol. 16, No. 2, Pp. 194–202, Dec. 2020, Doi:
10.20414/Transformasi.V16i2.2715.
[10] S. Zurimi, “Deteksi boraks menggunakan kertas whatman dengan ekstrak kunyit (Curcuma Longga Linn)
pada tahu,” Jambura Nursing Journal, Vol. 3, No. 2, Pp. 70–77, Jul. 2021, Doi: 10.37311/Jnj.V3i2.11347.
[11] N. Salzabilah, I. Inayah, And A. Khaer, “Analisa kandungan boraks pada makanan dengan menggunakan
ekstrak ubi jalar ungu di pasar karuwisi Makassar,” Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika Dan
Masyarakat, Vol. 22, No. 2, P. 304, Dec. 2022, Doi: 10.32382/Sulolipu.V22i2.2898.
[12] A. Nurlailia, L. Sulistyorini, And S. I. Puspikawati, “Analisis kualitatif kandungan boraks pada makanan di
wilayah kota banyuwangi qualitative analysis of borax content in food In The Banyuwangi city region.”

[13] I. Kartika, Mhd. Anis, I. R. Kartika, And F. Kurniadewi, “analisis kandungan formalin dan boraks dalam mi
kuning, kerupuk merah, dan ayam menggunakan metode rapid test kit dan spektrofotometri Uv-Vis,” Jurnal
Kimia Unand, Vol. 13, No. 1, Pp. 1–6, May 2024, Doi: 10.25077/Jku.13.1.1-6.2024.
[14] D. Sulistiyorini, “Pelatihan deteksi sederhana boraks dan formalin pada makanan menggunakan indikator
alami ekstrak kunyit (Curcuma Longa Linn) dan indikator buatan,” Jurnal Masyarakat Berdikari Dan
Berkarya (Mardika), Vol. 2, No. 1, Pp. 51–57, Mar. 2024, Doi: 10.55377/Mardika.V2i1.9872.
[15] P. Laha, G. E. M. Malelak, S. Sulmiyati, And G. M. Sipahelut, “Deteksi boraks pada bakso dagangan kota
kupang dengan menggunakan reagen curcumax,” Animal Agricultura, Vol. 2, No. 1, Pp. 499–505, Jun.
2024, Doi: 10.59891/Animacultura.V2i1.68.
[16] E. Susanti, A. Ramadhan, M. Rahmah, And M. Octaviani, “Analisis kandungan boraks pada gula merah
yang dijual di pasar simpang baru panam pekanbaru,” Sitawa : Jurnal Farmasi Sains Dan Obat Tradisional,
Vol. 3, No. 1, P. 1, 2024.
[17] I. Permatasari, N. Arinda Putri, N. Ananda Putri, R. Novita Sunarti, L. Advinda, And J. Biologi, “Analisis
Kualitatif Kandungan Boraks Pada Pempek Di Pasar 26 Ilir Kota Palembang,” in Prosiding Seminar
Nasional Biologi, Vol. 3, No. 1, pp. 262–269, Sep. 2023.
[18] W. D. Ati, S. Sulmiyati, H. Armadianto, And G. M. Sipahelut, “Deteksi boraks pada bakso di kota kupang
dengan menggunakan rapid test kit boraks,” Animal Agricultura, Vol. 2, No. 1, Pp. 358–366, Jun. 2024,
Doi: 10.59891/Animacultura.V2i1.53.
[19] G. Grynkiewicz And P. Ślifirski, “Curcumin and curcuminoids in quest for medicinal status.,” Acta Biochim
Pol, Vol. 59, No. 2, May 2012, Doi: 10.18388/Abp.2012_2139.




DOI: https://doi.org/10.18860/al.v14i1.38032

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Faisal Faisal, Abudarin Abudarin, Anggi Ristiyana Puspita Sari

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Kirim NME Creative Commons

This work is licensed under NME Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
ALCHEMY is managed by  http://kimia.uin-malang.ac.id/
© All rights reserved 2016. Alchemy, Journal of Chemistry, eISSN 2460-6871

 

View My Stats