Islamic Religious Values in Sapta Tirta Pablengan Folklore

Rahayu Nur Istiana, Ani Rakhmawati, Nugraheni Eko Wardani

Abstract


“Sapta Tirta Pablengan” folklore which is originated from Karanganyar Regency, Central Java, is one of Javanese identities with a lot of local values and wisdom. This study aims to describe and explain Islamic religious values behind “Sapta Tirta Pablengan” folklore. It is a descriptive qualitative research with content analysis method. The data were collected through literature study, structured and in-depth interviews, and field observations. The data analysis employed independent techniques and flow analysis techniques. The results of the study show that the Islamic religious values of Sapta Tirta Pablengan folklore could be grouped into three dimensions along with their respective indicators. The first is faith dimension with indicators: (1) believing in Allah, (2) believing in His destiny, (3) surrendering to Him, (4) sincere, and (5) practicing worship. The second is experience dimension with indicators: (1) helpful, (2) honest, (3) forgiving, and (4) hard work. The third category is natural dimension with the indicator of managing and conserving nature. Therefore, “Sapta Tirta Pablengan” folklore can be recommended a learning material at schools because it contains Islamic religious character education.


Cerita rakyat “Sapta Tirta Pablengan” yang berasal dari Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, merupakan salah satu jati diri masyarakat Jawa yang sarat akan nilai-nilai dan kearifan lokal.  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan nilai religius Islam yang terkandung dalam cerita rakyat “Sapta Tirta Pablengan.” Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi. Metode pengumpulan data dengan studi pustaka, wawancara terstruktur dan mendalam, serta observasi lapangan. Teknik analisis data menggunakan teknik mandiri dan teknik analisis mengalir.  Hasil kajian menunjukkan mengandung nilai religius Islam dikelompokkan menjadi tiga dimensi beserta indikator yang menyertai. Pertama, dimensi keyakinan dengan indikator: (1) percaya adanya Allah, (2) percaya pada takdir Allah, (3) pasrah pada Allah, (4) iklhas, dan (5) menjalankan ibadah. Kedua, dimensi pengalaman dengan indikator: (1) suka menolong, (2) jujur, (3) pemaaf, dan (4) kerja keras. Ketiga, dimensi alam dengan indikator mengelola dan melestarikan kekayaan alam. Dengan demikian, cerita rakyat “Sapta Tirta Pablengan” bisa direkomendasikan sebagai materi pembelajaran sastra di sekolah karena sarat dengan pendidikan karakter religius.

Keywords


folklore, Sapta Tirta Pablengan, Islamic religious values, religious dimensions

Full Text:

PDF

References


Ad-Dumaiji, A.U. (2006). At-Tawakkal Alallah Ta’al. Jakarta: PT Darul Falah.

Adeani, I. S., (2018). Nilai-nilai Religius dalam Cerita Rakyat Ciungwanara. Jurnal Literasi, 2(1), 47–55.

Adriyanti, N. D., Suwandi, S., & Subiyantoro, S. (2019). Nilai Kearifan Lokal dalam Cerita Rakyat Batu Gajah di Kabupaten Kudus. Prosiding Seminar Nasional Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Era Revolusi Industri 4.0. Surakarta: Universitas Sebelas Maret, September 2019, 82–85.

Afriyanti, M., Agustina, E., & Canrhas, A. (2018). Nilai-nilai Pendidikan Karakter Cerita Rakyat Nasal sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia SMP Kelas VII. Jurnal Ilmiah Korpus, 2(1), 56–53.

Ancok, D., & Suroso, F.N. (2011). Psikologi Islami. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Aryanti, R. (2017). Mitos Petilasan Pangeran Sambernyawa (Raden Mas Said) Wonten ing Astana Mangadeg Desa Girilayu Kecamatan Matesih Kabupaten Karanganyar Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Jawa, 6(4), 76–89.

Baiduri, R. (2020). Teori-Teori Antropologi Kebudayaan. Yayasan Kita Menulis.

Barone, D. M. (2011). Children’s Literature in the Classroom: Engaging Lifelong Readers. New York: The Guilford Press.

Claudia, V. S., Suwandi, S., & Wardani, N. E. (2021). Humanical Values and Environmental Values in The Folklore at The Region Karangjati District. 4th English Language and Literature International Conference (ELLiC) Proceedings, 4, 404–415. https://proceedings.aecon.ump.ac.id/index.php/aecon/article/view/32/19

Das, R. (2014). Psychoanalytical Study of Folktale. IOSR Journal of Humanities and Social Science (IOSR-JHSS), 19(10), 13–18. https://doi.org/10.9790/0837-191021318

Dewi, Y. (2012). Nilai-nilai Pendidikan Religius dalam Dongeng Buku Teks Bahasa Indonesia Sekolah Menengah Pertama Kelas VII Terbitan Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Jurnal Pena, 2(2), 71–83. http://online-journal.unja.ac.id/index.php/pena/article/view/1434

Endraswara, S. (2009). Metodologi Penelitian Folklor. Yogyakarta: Med Press.

Endraswara, S. (2013). Metodologi Penelitian Kebudayaan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Fatimah, F. N., & Sulistyo, E. T. (2017). Cerita Rakyat Dewi Sri Tanjung sebagai Upaya Mewujudkan Pendidikan Karakter Berbasis Nilai Kearifan Lokal. Proceeding of 2nd International Conference of Arts Language and Culture. Surakarta: Universitas Sebelas Maret, 606–610, 4 November 2017.

Glock, C., & Stark, R. (1966). Religion and Society In Tension. Chicago: University of California.

Haq, M. Z. (2012). Mangkunegara I: Kisah Kepahlawanan dan Filosofi Perjuangan Pangeran Samber Nyawa. Bantul: Kreasi Wacana.

Hastuti, S., Slamet, St. Y., & Rakhmawati, A. (2021). The Legend of "Mbah Meyek" from Surakarta As A Medium Of Developing Creative Writing Competence on the Basis of Local Wisdom for University Students. Psychology and Education, 58(2), 4328–4334.

Hendro, E. P. (2017). Strategi Kebudayaan Perjuangan Pahlawan Nasional Pangeran Sambernyowo. Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 1(1), 42–54. https://doi.org/10.14710/endogami.1.1.42-54

Hijiriah, S. (2017). Kajian Struktur, Fungsi, dan Nilai Moral Cerita Rakyat sebagai Bahan Pembelajaran Apresiasi Sastra. Riksa Bahasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya, 3(1), 117–125. https://ejournal.upi.edu/index.php/RBSPs/article/view/11819

Iminisa, R. R., Siswanto, W., & Basthomi, Y. (2016). Bentuk Karakter Anak Melalui Dokumentasi Folklor Lisan Kebudayaan Lokal. Jurnal Pendidikan: Teori Penelitian Dan Pengembangan, 1(6), 996–1001.

Isnanda, R. (2015). Peran Pengajaran Sastra dan Budaya dalam Pembentukan Karakter Siswa Sekolah Dasar. Gramatika STKIP PGRI Sumatera Barat, 1(2), 174–182. https://doi.org/10.22202/jg.2015.v1i2.1237

Juanda. (2019). Nilai Pendidikan dalam Cerita Rakyat dan Perannya terhadap Pembentukan Karakter Siswa. Lingua (Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya), 15(2), 161–179.

Kasnadi, & Sutejo. (2018). Islamic Religious Values Within Javanese Life Guidance. Jurnal el Harakah, 20(1), 33–47. http://dx.doi.org/10.18860/el.v20i1.4850

Khan, F. (2018). The Concept of Folklore: An Overview of the Psychoanalytic Reading of Folklores. International Journal of English Literature and Social Sciences (IJELS), 3(6), 1059–1061. https://doi.org/10.22161/ijels.3.6.21

Marsella, E., & Putri, D. M. (2021). Folklore as Ethnic Embodiment Bias: Value Analysis on Karo Folklore. Bupadest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities, 3(4), 2612–2628.

Maryanto, D. A., & Raharjanti, L. (2010). Cerita Rakyat dari Karanganyar (Jawa Tengah). Jakarta: Grasindo.

Maryone, R. (2021). Batu Teteruga dan Cerita Rakyat Suku Sobey. Jurnal Arkeologi Papua, 13(1), 95–114.

Maulidianto, H., Rokhmansyah, A., & Dahri, D. (2021). Religiusitas dalam Cerita Rakyat Puan Sipinak. Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 5(1), 28–38.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2009). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. California: Thousand Oaks, Sage.

Muhaimin, A. M. (1991). Pemikiran Pendidikan Islam. Bandung: Bumi Aksara.

Nursari, S., Subiyantoro, S., & Saddhono, K. (2020). Values of Islamic Teaching in Candung Kawik Folklore. Jurnal el Harakah, 22(1), 77–95.

Puspitasari, D., Andayani, & Hastuti, S. (2018). Struktur Cerita dan Nilai Kepahlawanan dalam Cerita Rakyat di Kabupaten Karanganyar sebagai Materi Ajar di Sekolah Menengah Pertama. BASASTRA Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya, 6(1), 72–82. https://doi.org/10.20961/basastra.v6i1.37655

Rabbi, M., & Jauhari, M. (2006). Keistimewaan Akhlak Islami. Bandung: Pustaka Setia.

Rahyono, F. X. (2015). Kearifan Budaya dalam Kata. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

Saddhono, K., & Pramesthi, D. (2018). Sekar Macapat Pocung: Study of Religious Values Based on Javanese Local Wisdom. Jurnal el Harakah, 20(1), 15–31. http://dx.doi.org/10.18860/el.v20i1.4724

Saefudin, A., Pangestuti, D. N., & Andriyani, S. (2020). Islamic Education Values of Barikan Javanese Cultural Rituals as a Practice of Islam Nusantara. Jurnal el Harakah, 22(2), 245–262. http://dx.doi.org/10.18860/eh.v22i2.10217

Sari, F. K., Suwandi, S., & Supana. (2018). Nilai-nilai Pendidikan Karakter dalam Makna Semiotik Legenda Aksara Jawa. Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni, 19(1), 47–63. https://doi.org/10.24036/komposisi.v19i1.8989

Sibarani, R. (2013). Folklor Nusantara: Hakikat, Bentuk, dan Fungsi (S. Endraswara, Ed.). Ombak.

Siswadi, Taruna, T., & Purnaweni, H. (2011). Kearifan Lokal dalam Melestarikan Mata Air (Studi Kasus di Desa Purwogondo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal). Jurnal Ilmu Lingkungan, 9(2), 63–68. http://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan

Sujiono. (2019). Analisis Kajian Nilai Pendidikan dalam Cerita Rakyat Raden Wijaya di Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto. Purwadita: Jurnal Agama dan Budaya, 3(2), 43–50.

Sukardi, I., & Sulidtyono, T. (2019). Manusia Jawa: Suatu Kajian Terhadap Serat Centini. Karanganyar: Surya Pustaka Ilmu.

Sumiyardana, K. (2018). Naga dalam Cerita Rakyat Jawa Tengah. Proseding Seminar Nasional Bulan Bahasa 1: “Menduniakan Bahasa dan Sastra Indonesia”. Universitas PGRI Semarang: Fakultas Bahasa dan Sastra Indonesia, 7 November 2018.

Suryadi. (2017). Persepsi Masyarakat terhadap Kisah Pangeran Sambernyawa dan Nilai Pendidikan Karakternya. Jurnal Univet Bantara, 39(1), 155–178. https://doi.org/10.32585/.v3i1.10

Wati, M. A., Sumarwati, & Saddhono, K. (2019). Islamic Religious Values in Dhukutan Traditional Ceremony as Character Education for Elementary School Students. Jurnal el Harakah, 21(1), 65–81. http://dx.doi.org/10.18860/el.v21i1.5615

Yayasan Mangadeg. (1998). Pangeran Sambernyawa: Ringkasan Sejarah Perjuangannya. Surakarta: Rekso Pustaka.

Zuriah, N. (2015). Pendidikan Moral dan Budi Pekerti dalam Perspektif Perubahan: Menggagas Platform Pendidikan Budi Pekerti secara Kontekstual dan Futuristik. Jakarta: Bumi Aksara.




DOI: https://doi.org/10.18860/eh.v23i2.13340

Editorial Office:  Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Jalan Gajayana No.50, Malang, Indonesia 65144

CC BY-NC-SA 4.0

This work is licensed under a CC-BY-NC-SA.
ISSN: 1858-4357 | e-ISSN: 2356-1734

Phone: +6282333435641
Fax: (0341) 572533
Email: elharakah@uin-malang.ac.id
elharakahjurnal@gmail.com
Website: http://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/infopub
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang