Islam, Local Wisdom and Religious Harmony: Religious Moderation in East-Java Christian Village Bases
Abstract
Artikel ini membahas dinamika interaksi dan kerukunan umat beragama di basis desa Kristen yang berjumlah 41 desa yang tersebar di 15 kabupaten di Jawa Timur. Meski disebut Desa Kristen, desa ini juga dihuni pemeluk Islam, Katolik, Hindu, dan Budha. Keberagaman masyarakat terbentuk melalui kekerabatan dan perkawinan. Basis Desa Kristen yang dijuluki “Desa Pancasila” dan “Desa Keragaman” adalah melting pot yang menyatukan semua kearifan, ajaran, mitologi, dan tradisi keagamaan. Hasil penelitian kualitatif yang dilakukan di desa-desa Kristen di Jombang, Malang, dan Situbondo ini menunjukkan: pertama, interpretasi esoteris-inklusif bahwa agama adalah cara hidup yang mengarahkan pemeluknya untuk mencapai kedamaian dan kebahagiaan, menjadi dasar bagi umat beragama untuk saling menghormati dan menjamin kebebasan beragama. Kedua, kesadaran lintas agama bahwa semua agama memiliki dimensi eksoteris dalam ragam ritus untuk mendekati Tuhan merupakan prinsip dasar dalam membangun harmoni. Ketiga, makna keragaman simbol berupa nilai, ritual, dan benda sakral diwujudkan dalam interaksi kehidupan sehari-hari. Moderasi beragama terwujud dalam toleransi, inklusivisme, kesetaraan, dan kerjasama dalam berbagai ruang budaya. Penelitian lebih lanjut tentang pola interaksi dan tingkat moderasi beragama layak dilakukan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abdullah, T. (1989). Islam dan pembentukan tradisi di Asia Tenggara. In T. Abdullah & S. Siddique (Eds.), Tradisi dan kebangkitan Islam di Asia Tenggara (pp. xx–xx). Jakarta: LP3ES.
Ali, M. (2003). Pluralisme: Budaya belajar memahami ajaran agama. Ijtihad: Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan, 1(1), 2–15.
Anderson, B. R. O. (2009). Mythology and the tolerance of the Javanese. Equinox Publishing.
Anwar, Y., & Adang. (2008). Pengantar sosiologi hukum. Yogyakarta: Grasindo.
Assadurokhman. (2010). Harmoni Jagong Bayen Yesus di Peniwen. Retrieved June 26, 2010, from http://assadurokhman.wordpress.com/2010/06/26/harmoni-jagong-bayen-yesus-di-peniwen/
Bakry, H. (1983). Pendidikan dunia Islam dan dunia Kristen. Jakarta: Grafika Utama.
Beatty, A. (1999). Varieties of Javanese religion: An anthropological account. Cambridge Studies in Social and Cultural Anthropology.
Bellah, R. N. (1991). Beyond belief: Essays on religion in a post-traditionalist world. University of California Press.
Cannon, D. (1996). Six ways of being religious. Wadsworth Publishing Company.
Clayton, R. R., & Gladden, J. W. (1974). The five dimensions of religiosity: Toward demythologizing a sacred artifact. Journal for the Scientific Study of Religion, 13(2), 135–143.
Department of Population and Civil Registration. (2022). 273 juta penduduk Indonesia terupdate versi Kemendagri. [Direktorat Jenderal Dukcapil, Kemendagri]. https://dukcapil.kemendagri.go.id/berita/baca/1032/273-juta-penduduk-indonesia-terupdate-versi-kemendagri#:~:text=Jakarta%20%2D%20Kemendagri%20melalui%20Direktorat%20Jenderal,Indonesia%20adalah%20273.879.750%20jiwa.
Geertz, C. (1982). Islam yang saya amati: Perkembangan di Maroko dan Indonesia (H. Basri, Trans.). Jakarta: Yayasan Ilmu-ilmu Sosial.
Giddens, A. (1986). Kapitalisme dan teori sosial modern: Suatu analisis karya-tulis Marx, Durkheim dan Max Weber (S. Kramadibrata, Trans.). Jakarta: UI-Press.
Gladden, J. W. (1974). The five dimensions of religiosity: Toward demythologizing a sacred artifact. Journal for the Scientific Study of Religion, 13(2), 135–143.
Hayat, B. (2012). Mengelola kemajemukan umat beragama. Jakarta: Saadah Pustaka Mandiri.
Kahmad, D. (2002). Sosiologi agama. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Kistanto, N. H. (2016). The Javanese slametan as practiced tradition and identity. International Journal of Humanities and Social Science, 6(11). https://www.ijhssnet.com/journal/index/3727
Knitter, P. F. (1985). No other name? A critical survey of Christian attitudes toward the world religions. Orbis Books.
Koentjaraningrat. (1984). Kebudayaan Jawa. Jakarta: Balai Pustaka.
Kusnandar, V. B. (2021). Sebanyak 97% penduduk Jawa Timur beragama Islam pada Juni 2021. Databoks Katadata. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/09/18/sebanyak-97-penduduk-jawa-timur-beragama-islam-pada-juni-2021
Masduqi, I. (2011). Berislam secara toleran: Teologi kerukunan umat beragama. Bandung: Mizan Pustaka.
Ministry of Religious Affairs. (2019). Decree of the Director General of Islamic Education Number 7272 of 2019 concerning Guidelines for the Implementation of Religious Moderation in Islamic Education. Kementerian Agama Republik Indonesia.
Panjaitan, C. (2018). Desa keberagaman sebagai role model dalam revitalisasi nilai Sumpah Pemuda Bangsa Indonesia. Penalaran UKM UNAIR. https://penalaran.ukm.unair.ac.id/2018/11/04/desa-keberagaman-sebagai-role-model-dalam-revitalisasi-nilai-sumpah-pemuda-bangsa-indonesia/
Regional Education Office of Jombang. (2015). Sejarah dan budaya Jombang. Jombang: Dinas Pendidikan.
Ricklefs, M. C. (1979). Six centuries of Islamization in Java. In Nehemia Publishers, Inc.
Ritzer, G., & Goodman, D. J. (2007). Teori sosiologi modern (Alimandan, Trans.). Jakarta: Kencana.
Santoso, T. (2002). Kekerasan politik-agama: Suatu studi konstruksi sosial tentang perusakan gereja di Situbondo 1996. Surabaya: Universitas Airlangga.
Schuon, F. (1975). The transcendent unity of religion. In Logic and Transcendence (P. Townsend, Trans.). London: Perenial Book.
Shihab, M. Q. (2001). Tafsir al-Mishbah: Pesan, kesan dan keserasian al-Qur'an (Vol. 3). Jakarta: Lentera Hati.
Siradj, S. A. (2013). Tasawuf sebagai basis tasamuh: Dari social capital menuju masyarakat moderat. Al-Tahrir, 13(1), 87–106.
Sumbulah, U. (2012). Islam Jawa dan akulturasi budaya: Karakteristik, variasi dan ketaatan ekspresif. El Harakah, 14(1). https://doi.org/10.18860/el.v0i0.2191
Woodward, M. R. (1988). The slametan: Textual knowledge and ritual performance in Central Javanese Islam. Journal of History of Religion, 28, 55–89.
Woodward, M. R. (1989). Islam in Java: Normative piety and mysticism in the sultanate of Yogyakarta. Ann Arbor: University of Michigan.
DOI: https://doi.org/10.18860/eh.v24i1.16264
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |

