Effect of Tarekat Khalwattiyah-Samman on Fishermen's Work on The South Coast of South Sulawesi
Abstract
Masyarakat nelayan di wilayah pesisir memegang teguh ritual keagamaan sebagai praktik Sufisme. Salah satunya yaitu Tarekat Khalwatiyah-Samman yang berpengaruh terhadap pekerjaan sehari-hari nelayan. Tulisan ini bertujuan memahami substansi ajaran Tarekat Khalwatiyah-Samman. Penelitian ini mengungkap efek Tarekat Khalwatiyah-Samman terhadap pekerjaan nelayan di pesisir selatan Sulawesi Selatan Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan sosial dan empiris. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi literatur. Kajian ini menggunakan pengolahan dan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ini substansi ajaran Tarekat Khalwatiyah-Samman terletak pada tiga doktrinnya yaitu penyucian jiwa, konsep esensi Ketuhanan dan konsep esensi manusia. Pengaruh tarekat Khalwatiyah-Samman terhadap pekerjaan nelayan di pesisir selatan Sulawesi Selatan adalah timbulnya sikap dalam bekerja seperti cepat puas, segala hal telah ditentukan oleh Tuhan, mereka tidak memiliki jiwa bersaing dan semangat berprestasi. Karena itulah substansi ajaran Khalwatiyah-Samman adalah semua perbuatan manusia telah ditentukan Tuhan dan manusia hanya menjalaninya. Adapun efek Tarekat Khalwatiyah-Samman adalah membentuk sikap fatalism pada nelayan atau kepasrahan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Agustang, A. (2010). Sufisme dan kemiskinan kultural pada komunitas nelayan di pesisir Teluk Bone Kecamatan Sibulue. Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam, 14(3), 342–364. https://doi.org/10.24252/jumdpi.v14i3.2327
Ahmad, B. (2022). Dampak kultur terhadap lifestyle masyarakat nelayan. Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi, 4(1), 1–17.
Alam, M. S. (2020). Sufisme nelayan (Studi kasus di Pondok Pesantren An-Nur Margolinduk Bonang Demak) [Skripsi, Universitas Islam Negeri Walisongo].
Anriani, H. B., Halim, H., Zainuddin, R., Wekke, I. S., & Abdullah, A. (2017). Fisherman’s wife role in extending household income in Palu Gulf. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 156(1), 012001. https://doi.org/10.1088/1755-1315/156/1/012001
Arifin, A., Anriani, H. B., & Halim, H. (2018). Immanent and transcendental belief of fisherman community. Anthropologist, 33(3), 16–26. https://doi.org/11.258359/KRE-110
Arifin, A., Asari, H., & Drajat, A. (2017). The system of spiritual education of Tarekat Sammaniyah at Learning Assembly of Ihya Ulumuddin Medan. IJLRES - International Journal on Language, Research and Education Studies, 1(1), 34–52.
Askahar, A. (2019). Akidah dan akhlaq Islam. Ushuluddin Adab dan Dakwah, 2(1), 26–41.
Belwal, R., Belwal, S., Al-Jabri, O., & Al-Shizawi, F. (2015). Fishermen on Oman’s Batinah Coast. In Cases on grassroots campaigns for community empowerment and social change (pp. 159–173). https://doi.org/10.4018/978-1-4666-6441-8.ch013
Bungin, B. (2015). Penelitian kualitatif (ed. ke-8). Prenada Media.
Creswell, J. W. (2013). Research design: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed. Pustaka Pelajar.
Encep, S., & Surya, M. E. (2017). Productivity model of work reviewed from the perspective of the Quran. Islamadina, 18(1), 57–74.
Fahruddin, F. (2016). Tasawuf sebagai upaya membersihkan hati guna mencapai kedekatan dengan Allah. Ta’lim, 14(1), 65–83.
Fitrisia, A. (2014). Nelayan Kenagarian Painan Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat terhadap laut. Humanis, 13(1), 51–58. https://doi.org/10.24036/jh.v13i1.4097
Hakim, M. (2015). Sufisme dan transformasi nelayan (H. Halim, Ed.). Orbit Press.
Hakim, M. (2016). Persetubuhan kapitalisme dan struktur sosial pada masyarakat nelayan. Pena Indies.
Hakim, M. (2019). Fatalism and poverty in fishing communities. Society, 7(2), 150–158. https://doi.org/10.33019/society.v7i2.118
Halemba, A. (2023). Church building as a secular endeavour: Three cases from Eastern Germany. Religions, 14(3), 287. https://doi.org/10.3390/rel14030287
Haliadi, H., Sadi, S., & Syamsuri, S. (2016). Sejarah Islam di Lembah Palu. LPPM Untad dan Q Media.
Hasan, R. (2012). Kepercayaan animisme dan dinamisme dalam masyarakat Islam Aceh. Miqot: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 36(2). https://doi.org/10.30821/miqot.v36i2.119
Hasmy, S. A. (2017). Konsep produktifitas kerja dalam Islam. Balanca, 1(2), 195–211. https://doi.org/10.35905/balanca.v1i2.1144
Husin, B., Sy, S., Zainuddin, Z., & Zabidi, I. (2020). The meaning and characteristics of Islam in the Qur’an. International Journal of Psychosocial Rehabilitation, 24(1).
Iriani. (2019). Social security of traditional fisherman in Penggoli, Palopo City. Walasuji, 10(1), 69–83. https://dx.doi.org/10.36869/wjsb.v10i1.40
Karlina, M., & Eriyanti, F. (2022). Faktor-faktor yang mempengaruhi kebertahanan upacara “tolak bala” pada masyarakat nelayan di Pesisir Selatan. Jurnal Riset Tindakan Indonesia, 7(4), 682–690. https://doi.org/10.29210/30032328000
Masri, A. R. (2019). Sheikh Yūsuf Al-Maqassary and his reform ideas in the spread of Islam in Gowa-Makassar in the seventeenth century. Jurnal Tabligh, 20(2), 184–200. https://doi.org/10.24252/jdt.v20i2.10610
Miles, M. B., & Huberman, M. A. (1999). Analisa data kualitatif. Universitas Indonesia Press.
Nihayatul, F., Suharso, P., & Sukidin, S. (2019). Spiritualitas agama dan etos kerja masyarakat dalam penanggulangan kemiskinan nelayan Desa Grajagan Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Pendidikan Ekonomi: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ilmu Ekonomi dan Ilmu Sosial, 13(1), 8. https://doi.org/10.19184/jpe.v13i1.10411
Nurhikmah, N. (2017). Eksistensi dakwah ajaran Tarekat Khalwatiyah Samman di Kabupaten Wajo. Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan, 10(2), 43–62. https://doi.org/10.35905/kur.v10i2.591
Oetomo, D. (2015). Penelitian kualitatif: Aliran dan tema. Dalam B. Suyanto & Sutinah (Ed.), Metode penelitian sosial: Berbagai alternatif pendekatan. Kencana.
Silooy, M. (2017). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kemiskinan absolut masyarakat pesisir (nelayan) di Desa Seilale Kecamatan Nusaniwe. Cita Ekonomika, 11(1), 79–84. https://doi.org/10.51125/citaekonomika.v11i1.2634
Suyanto, B. S. (2015). Metode penelitian sosial: Berbagai alternatif pendekatan. Prenada Media.
Syaiful, M. (2019). Interaksi sosial dan reproduksi nilai budaya masyarakat nelayan di Pelabuhan Paotere Kota Makassar. Socio Religius, 4(2), 42–60. https://doi.org/10.24252/sosioreligius.v4i2.13322
Syarief, E. (2021). Revitalization of the Mapogau Hanua traditional service as a refillation of character education values in geographic learning. Indonesian Journal of Educational Studies (IJES), 24(2).
Tajuddin, T. (2019). Budaya Makuliwwa: Studi Living Qur’an masyarakat nelayan Desa Pambusuang Kecamatan Balanipa Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat. Citra Ilmu, 30(15).
Torreon, L. C., & Tiempo, A. S. (2021). Ritual practices in fishing. Asia Pacific Journal of Multidisciplinary Research, 9(1), 12–18.
Ulfa, U., C.H., M., Susilawati, S., & Barizi, A. (2022). Multicultural Islamic education in Indonesia: The urgency value of model and method. Addin, 16(1), 131. https://doi.org/10.21043/addin.v16i1.15787
Yuerlita. (2013). Livelihoods and fishing strategies of small-scale fishing households of Singkarak Lake, faced with resource decline: West Sumatra, Indonesia case study. Asian Institute of Technology.
DOI: https://doi.org/10.18860/eh.v25i1.18093
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |

