Spiritual Journey Principles in Javanese House: An Interdisciplinary Reading
Abstract
Upaya rekontekstualisasi dimulai dengan merumuskan karakter dasar dan dilanjutkan dengan membangun rancangan arsitekturalnya. Tujuan paper ini adalah untuk mengeksplorasi dan merekontekstualisasi karakter dasar pada Rumah Adat Jawa. Model pengkajiannya menggunakan metode visual culture, sebagai model pembacaan menyeluruh terhadap wujud arsitektur dan substansi di baliknya, dengan menyertakan pendekatan antardisiplin keilmuan. Langkah pertama, melacak kesepadanan ungkapan pemikiran antara Rumah Adat Jawa dengan Arsitektur lain di wilayah Nusantara, seperti Aceh, Toraja, dan Dayak, dengan melakukan pembacaan lintas-kultural. Langkah kedua, mencari korelasi antara Rumah Jawa dengan folklore non-arsitektural, seperti kisah Dewa Ruci dan Serat Jatimurti, dengan melakukan pembacaan lintas-struktural. Dalam proses kajian dapat ditunjukkan bahwa Rumah Adat Jawa memiliki karakter universal Nusantara dan karakter lokal Jawa. Perjenjangan ruang pada Rumah Jawa memiliki keterkaitan dengan konsep perjalanan meniadakan selain Allah, dan perjalanan menuju kepada Allah. Penemuan ungkapan pemikiran, yang merupakan karakter dasar Rumah Jawa ini, setidaknya bisa menjadi landasan pijak dalam mengembangkan arsitektur, yang sesuai dengan konteks ruang (Jawa) dan konteks waktu (kekinian).
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Anonym. (1980). Serat Jatimurti. Surabaya: Yayasan UP Djojobojo.
Aryandini, S. W. (2000). Citra Bima dalam kebudayaan Jawa. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Hidayat, A. (2002). Genesis of Pendapa: Melacak keberadaan kolong dalam arsitektur Jawa. In Prosiding Simposium dan Lokakarya Nasional Jelajah Arsitektur Archipelago 2002, Malang, 14 Oktober 2002 (pp. IX-1–IX-11). Malang: Pustaka Lempana dan Arsitektur Unmer Press.
Hidayat, A. (2009). Ruang Jawa, ruang sangkan paran, ruang watak 9. In Prosiding Seminar Jelajah Arsitektur Archipelago 2009, Surabaya, 9 Oktober 2009 (pp. II-1–II-18). Surabaya: Arsitektur ITS Press.
Hidayat, A. (2010). Anteng kitiran: Melacak surasa kajaten dalam omah Jawa. In Prosiding Seminar Jelajah Arsitektur Archipelago 2010, Surabaya, 11 Oktober 2010 (pp. IV-1–IV-9). Surabaya: Arsitektur ITS Press.
Mangunwijaya, Y. B. (1992). Sastra dan religiositas. Yogyakarta: Kanisius.
Nadjib, E. A. (2005). Kafir liberal. Yogyakarta: Progress.
Pangarsa, G. W. (2011). DNA arsitektur Nias pada lorong gravitasi archipelago kontemporer. [Details of publication venue missing].
Prijotomo, J. (2004a). Arsitektur Archipelago: Menuju keniscayaan. Surabaya: Wastu Lanas Grafika.
Prijotomo, J. (2004b). Kembara kawruh arsitektur Jawa. Surabaya: Wastu Lanas Grafika.
Rifyal, M., Munzir, A., & Nofianti, A. I. (2011). Konsep dan desain rumah Gunungan Pancasila. In The Contest of Sustainable Environmental Architecture 12, Malang. [Publisher and page info missing].
Santosa, J. (2009). Arsitektur-kota Jawa: Kosmos, kultur & kuasa. Jakarta: Centropolis.
Santoso, R. B. (2000). Omah: Membaca makna rumah Jawa. Yogyakarta: Bentang Budaya.
DOI: https://doi.org/10.18860/el.v0i0.1889
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |
