Tradisi, Sunnah dan Bid'ah: Analisa Barzanji Dalam Perspektif Cultural Studies

Wasisto Raharjo Jati

Abstract


The discussion about barzanji is not only in the theological debate, but also in the cultural debate. The paradigm of sunnah and bid’ah that has contained the study of Islamic theology has been developed in to cultural studies that puts them in a reciprocal relationship. This study aimed to analyze barzanji in the critical culture debate which emerged a new perspective on the dichotomy of sunnah and bid’ah even becomed more dynamic in analyzing culture.


Diskusi tentang barzanji tidak hanya terjadi dalam perdebatan teologis saja, akan tetapi juga dalam perdebatan budaya. paradigma tentang sunnah dan bid’ah yang selama ini terdapat dalam kajian teologi Islam berkembang dalam kajian budaya yang menempatkan keduanya dalam relasi timbal balik. Studi ini menggunakan analisa cultural studies untuk mengkaji barzanji dalam perdebatan kritis budaya khususnya, yang memberikan cara pandang baru terhadap dikotomi sunnah dan bid’ah menjadi lebih dinamis dalam menganalisis budaya.

Keywords


cultural studies; cultural debate

Full Text:

PDF

References


Al-Atsari, A. S. (2010). Studi kritis syair-syair Barzanji dan Burdah. Al-Hujjah Risalah, 4(50), 1–2.

Albiruny. (2012). Sejarah Al-Barzanji. http://biruny.blogspot.com/2012/04/sejarah-al-barzanji.html

Anas, M. (2009). Nilai-nilai pendidikan akhlak dalam kitab Barzanji (Skripsi). Fakultas Ilmu Agama Islam, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.

Hall, S. (2006). Cultural studies: An introduction. London: Routledge.

Junnaid, M. (2008). Tradisi Barzanji Sya’ban masyarakat Bugis Wajo di Pantai Tanjung Jabung Timur. Kontekstualita, 23(1), 80–92.

Mawardi, K. (2009). Shalawatan: Pembelajaran akhlak kalangan tradisionalis. Insania, 14(3), 500–511.

Munawaroh, S. (2007). Tradisi pembacaan Barzanji bagi umat Islam. Jantra, 2(3), 34–40.

Muzakka, M. (2003). Tradisi lisan pesantren dan pemberdayaan politik santri. Makalah disajikan pada Seminar Internasional Tradisi Lisan Nusantara IV dan Festival Semarang Pesisir, 2–5 Oktober, Semarang.

Najieh, A. A. (1987). Terjemah Maulid Al-Barzanji. Surabaya: Mutiara Ilmu.

Nizaruddin, A. (2007). Tradisi peringatan Maulid Nabi. Kediri: Maktab Dakwah dan Bimbingan Jaliyat Rabwah.

Paisun. (2010). Dinamika Islam kultural. Makalah disajikan pada Annual Conference on Islamic Studies (ACIS) ke-10, 1–4 November, Banjarmasin

Safrudin. (2010). Peringatan Maulud Nabi dan teks Al-Barzanji. http://rere-comp.blogspot.com/2011/02/peringatan-maulud-nabi-dan-teks-al.html

Sholikhin, M. (2011). Ritual & tradisi Islam Jawa. Yogyakarta: Penerbit Narasi.

Sukatmi, S. (2005). Perkembangan seni Barzanji di Pondok Pesantren Roudlotul Muta’allimin [Skripsi tidak dipublikasikan]. Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang.

Supani. (2007). Tradisi Maulud: Pro dan kontra. Ibda, 5(1), 72–89.

Suparjo. (2008). Islam dan budaya: Strategi kultural Walisongo dalam membangun masyarakat Muslim Indonesia. Komunika, 2(2), 178–193.

Syadzili, A. F. (2010). Ensiklopedi al-Quran. Jakarta: Kharisma Ilmu.

Ta’rifin, A. (2010). Tafsir budaya atas tradisi Barzanji dan Manakib. Jurnal Penelitian, 7(2), 1–14.




DOI: https://doi.org/10.18860/el.v14i2.2315

Editorial Office:  Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Jalan Gajayana No.50, Malang, Indonesia 65144

CC BY-NC-SA 4.0

This work is licensed under a CC-BY-NC-SA.
ISSN: 1858-4357 | e-ISSN: 2356-1734

Phone: +6282333435641
Fax: (0341) 572533
Email: elharakah@uin-malang.ac.id
elharakahjurnal@gmail.com
Website: http://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/infopub
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang