Relevansi Nilai-Nilai Budaya Bugis dan Pemikiran Ulama Bugis: Studi Tafsir Berbahasa Bugis Karya MUI Sulsel
Abstract
Artikel ini membahas relevansi antara nilai-nilai budaya Bugis dan pemikiran ulama Bugis mengenai isu-isu jender dalam Tafsir Berbahasa Bugis Karya MUI Sulawesi selatan. Kajian ini menggunakan pendekatan analisis isi. Hak kepemimpinan perempuan dalam ranah publik tidak dipersoalkan sepanjang memenuhi syarat kualitatif dan fungsional. Dalam rumah tangga, suami dan istri merupakan mitra dengan prinsip sepenanggungan. Konsep ‘iddah lebih menekankan prinsip agama dan budaya harga diri,dan makna kesucian. Pembagian harta warisan tidak hanya menyangkut hak melainkan juga tanggung jawab demi tegaknya keadilan. Kepiawaian ulama Bugis dalam merelevansikan nilai-nilai budaya Bugis dengan penafsirannya tidak selalu disebutkan secara ekplisit, sebagian diantaranya diketahui dari substansi penjelasannya secara implisit dan inheren. Kearifan Qurani dan kearifan lokal adalah integrasi dua nilai kearifan yang dapat memberikan solusi bagi masyarakat. Masyarakat Bugis dapat memberikan inspirasi bagi tegaknya tata nilai dan pola interaksi yang harmonis dalam menata masyarakat. Pembinaan masyarakat melalui pengejawantahan nilai-nilai utama kebudayaan dan prinsip Qurani adalah strategi yang efektif dalam rangka mempertahankan jati diri suku bangsa dengan nilai-nilai ajaran Islam.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abdullah, H. (1985). Manusia Bugis-Makassar: Suatu tinjauan historis terhadap pola tingkah laku dan pandangan hidup Bugis-Makassar. Jakarta: Inti Dayu.
al-Dzahabi, M. H. (1968). Al-Syar’iah al-Islamiyah: Dirasah muqranah baina Ahl al-Sunnah wa Mazhab al-Ja’fariyah. Mesir: Dar al-Kutub al-Haditsah.
at-Turmuzi, A. ‘I. M. ibn ‘I. ibn Saurah. (2000/1421 H). Sunan al-Turmuzi (Jilid III). Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah.
Bahri, A. S. (2008, Juli 29). Wawancara. Anggota tim penulis tafsir berbahasa Bugis, Malaysia.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1982). Upacara tradisional Sulawesi Selatan. Ujung Pandang: Dirjen Kebudayaan.
Hamid, A. (1980). Selayang pandang uraian tentang Islam dan kebudayaan dalam Buku Bugis Makassar dalam peta Islamisasi di Indonesia. Ujungpandang: IAIN Alauddin.
Ibn ‘Abidin. (t.t.). Hasyiyah Radd al-Mukhtar ‘ala al-Dur al-Mukhtar (Jilid III). Beirut: Dar al-Fikr.
Ramli, A. S. (2003). Jurnalistik dakwah: Visi dan misi dakwah bi al-qalam. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Matthes, B. F. (1874). Boegineesche Chrestomathie dalam “Bicaranna Latoa”. Amesterdam: Het Nederlandsch Bijbelgenootschap.
Mattulada. (n.d.). Sulawesi Selatan Pra Islam. Buletin Yaperna, (12), Tahun III.
MUI Sulsel. (1988). Tafesere Akorang Mabbasa Ogi (Jilid I–XI). Ujung Pandang: MUI Sulsel.
Mukhlis (Ed.). (1986). Dinamika Bugis-Makassar. t.tp: Pusat Latihan Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial dan YIIS.
Mursalim. (2008). Tafsir bahasa Bugis, tafsir al-Qur'an al-Karim karya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan: Kajian terhadap pemikiran-pemikirannya [Disertasi]. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah.
Mursalim. (2012). Tafsir al-Qur'an al-Karim karya MUI Sulsel. Al-Ulum: Jurnal Studi Islam, 12(1).
Pelras, C. (2005). Manusia Bugis (A. R. Abud et al., Penerj.). Jakarta: Nalar bekerja sama dengan Forum Jakarta-Paris dan EFEO. (Asli diterbitkan 1982)
Penyusun. (1997). Ensiklopedi Islam 1. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve.
Rahim, A. R. (2011). Nilai-nilai utama kebudayaan Bugis. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Shihab, M. Q. (2005). Perempuan: Dari cinta sampai seks, dari nikah mut’ah sampai nikah sunnah, dari bias lama sampai bias baru. Jakarta: Lentera Hati.
Syadzali, M. (1995). Dari lembah kemiskinan: Kontekstualisasi ajaran Islam. Jakarta: IPHI dan Paramadina.
Tim Penulis. (2004). Masuknya Islam di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Makassar: Balai Penelitian dan Pengembangan Agama.
Wajdi, M. F. (2010, Juli 27). Wawancara. Anggota tim penulis tafsir berbahasa Bugis, Makassar.
Yusuf, M. (2010). Perkembangan tafsir al-Qur'an di Sulawesi Selatan: Studi kritis Tafesere Akorang Mabbasa Ogi karya Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Selatan [Disertasi]. Makassar: PPs UIN Alauddin.
DOI: https://doi.org/10.18860/el.v15i2.2766
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |
