Ikon Tradisi Ba’do Katupat sebagai Refleksi Kebudayaan Masyarakat Jaton di Sulawesi Utara
Abstract
Perayaan Ba’do Katupat merupakan tradisi kampung Jawa Tondano yang dilaksanakan setiap tahun. Acara ini memiliki makna yang mendalam yaitu untuk memperkokoh tali silaturahim, bermaaf-maafan, sekaligus ucapan syukur atas keberhasilan menjalankan ibadah puasa sebulan lamanya. Tak heran perayaan tersebut selalu dipadati ribuan masyarakat dari berbagai daerah, usia dan keyakinan dan berlangsung sejak pagi hingga malam hari. Ba’do Katupat merupakan tradisi yang diwariskan Diponegoro, Kiai Mojo dan pengikut - pengikutnya. Tradisi ini adalah warisan tradisi Jawa yang ada di Tondano Minahasa dan menjadi acara seremonial yang setiap tahun diselenggarakan warga di Kampung Jaton setelah lewat satu minggu lebaran. Ba’do Katupat mengandung nilai-nilai budaya yang mencakup kearifan lokal dan kearifan budaya Jaton, sebagai ikon dan identitas warga Jaton di Minahasa, serta sebagai akulturasi budaya sehingga terjadi solidaritas dan toleransi. Budaya tersebut mempersatukan penduduk minoritas Jaton dengan penduduk mayoritas Minahasa. Ritual keagamaan yang dilakukan oleh orang Jaton maupun Muslim yang lain merupakan pelaksanaan kewajiban agama dalam upaya meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dan bukan menciptakan perbedaan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Arbie, B. (t.t.). Muka. Diakses dari http://jatonindonesia.net/muka
Babcock, T. (1981). Muslim Minahasaus with roots in Java: The people of Kampung Jawa Tondano. Indonesia, (32). USA: Cornell University.
Graafland, N. (1991). Minahasa: Negeri, rakyat dan budayanya. Jakarta: PT Pustaka Utama Grafiti.
Koentjaraningrat. (1993). Masalah kesukubangsaan dan integrasi nasional. Jakarta: UI Press.
Latief, H. N. (1972). Suatu tinjauan historis tentang keturunan Kiai Modjo di Minahasa. FKIS / IKIP Manado.
Manuhutu, E. (1976). Timbulnya kombinasi yang harmonis antara unsur-unsur kebudayaan Minahasa dan Jawa sejak abad XV. Yapenra, (II), Tahun III, Februari.
Noviandi, K. R. (1984). Gorontalo Family. Diakses dari www.gorontalofamily.org
Tumenggung, S. M. (t.t.). Mapalus orang-orang Jawa Tondano Kecamatan Tondano Kabupaten Minahasa. Fakultas Sastra, Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT).
Yayasan Kiai Modjo. (1977). Pengikut-pengikut Pangeran Diponegoro dan Kiai Modjo di Sulawesi Utara. Manado: Yayasan Kiai Modjo.
DOI: https://doi.org/10.18860/el.v15i2.2767
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |
